Estetika Modern dalam Rumah Sustainable di Tengah Kota

rumah sustainable

Roscommon House di Perth, Australia, mewujudkan visi estetika modernis bersifat sustainable yang tercipta lewat filosofi desain sebuah suburb berkarakter.

Floreat, sebuah suburb di Perth, Australia, merupakan lingkungan yang sarat akan warisan desain signifikan yang dapat ditemukan lewat berbagai bangunan modernis dan brutalis. Mengambil inspirasi dari lingkungan tersebut, arsitek Neil Cownie lalu merancang Roscommon House yang kemudian berhasil memaparkan estetika serupa dengan area sekitarnya.

Titik penentu utama dalam desain rumah merupakan rupa-rupa bangunan kios yang berada di pantai sebelah Floreat yang tengah berada di bawah ancaman pembongkaran. Struktur kios-kios tersebut memberi dampak signifikan dalam referensi bentuk, seperti atap beton yang seolah mengambang, atau meja island dapur yang mencerminkan bangunan kios beton tepi pantai.

rumah sustainable

Lalu merujuk pada nama lain Floreat yang kerap dikenal sebagai ‘The Garden Suburb’, batas luar dan dalam bangunan melebur harmonis lewat tatanan halaman berbentuk kantong serta taman yang berada di teras bagian atap. Penataan tersebut pun didorong oleh keinginan kuat dalam mengantisipasi potensi alam, di mana area sengaja dibuat semioutdoor dalam beberapa bagian dengan tujuan untuk memaksimalkan penetrasi matahari di musim dingin dan juga untuk ‘menangkap’ angin di musim panas.

rumah sustainable

Di aspek lain, klien mendamba hunian yang bersifat relevan untuk jangka waktu panjang. Maka fleksibilitas dalam fungsi rumah dipastikan. Papan beton dengan kayu dan kuningan digabungkan sebagai kombinasi materi khas bangunan seluas 549m2 tersebut. “Klien memberi saya kesempatan untuk memberikan pendekatan desain holistik dan layanan lintas arsitektur, desain interior, desain produk, furnitur, pemilihan karya seni dan lanskap, di mana rumah dan isinya bekerja bersama sebagai satu realisasi,” sang arsitek menjelaskan.

Atap bagian depan menjadi penyembunyi bagi jajaran 50 panel fotovoltaik berkapasitas 16.6kw yang memungkinkan hunian ini berdiri mandiri dengan energinya sendiri. Bahkan materi kayu dan finishing pun berasal dari sumber daya yang berkelanjutan. Materi finishing seperti pelapis kayu dan kelongsong langit-langit dihadirkan untuk memberi atmosfer hangat pada beton warna kelabu. Logika yang sama berlaku dalam keterbatasan penggunaan elemen kuningan di beberapa permukaan. Tentunya, segala estetika yang tercipta di rumah ini diusung dalam prinsip hunian berkelanjutan.

rumah sustainable

Desain berkarakter tegas tidak hanya mengemas arsitektur, tapi juga mencakup perabot interior. Peluang desain holistik yang tercipta memungkinkan segala aspek hunian untuk mampu mencerminkan aspek penting dari nilai handmade, di mana nilai-nilai tersebut terpapar lewat berbagai elemen seperti hamparan linen dengan aksen jahit tindas, meja makan dengan tepian lapisan kuningan, meja makan eksternal bahan ubin berlapis bubuk pabrikasi, meja nakas, hingga karpet ruang keluarga kreasi Nanimarquina.

Foto: MICHAEL NICHOLSON, ROBERT FRITH, & JACK LOVEL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.