Kreasi Hidangan Prancis Kontemporer Olahan Basic Instinct

basic instinct restaurant review

Bersahaja di tengah ingar-bingar kawasan metropolitan, Basic Instinct menantang indera pengecap menghargai cita rasa otentik Prancis dalam olahan menu bergaya kontemporer.

Basic Instinct sejatinya telah cukup lama bermukim di kawasan sibuk SCBD, sejak Juli 2018. Walau begitu, pamornya seolah dijaga tetap rendah. Reputasinya bergerilya lewat mulut ke mulut, tetapi secara pasti menghampiri setiap telinga para pencinta makanan di Ibu Kota. Bukan karena nama restorannya yang segera melarikan ingatan akan aksi Sharon Stone dalami film Basic Instinct besutan Paul Verhoeven. Restoran ini sama sekali tidak mengambil inspirasi dari sebuah film cult era ‘90-an.

Basic Instinct terlahir atas bentuk kebutuhan manusia yang paling mendasar: Makan. Dilandasi oleh pengalaman sang pemilik menikmati macam-macam kuliner di setiap perjalanannya ke berbagai negara penjuru dunia, mulai dari jajanan pasar masyarakat lokal hingga masakan restoran berbintang Michelin, Basic Instinct kemudian memantapkan diri sebagai spesialis hidangan Prancis yang diolah gaya kontemporer.

Mengapa Prancis? Basic Instinct percaya bahwa makanan selayaknya seni. Setiap bahan makanan memiliki rasa pribadi dan mesti dihargai. Oleh karena itu, Basic Instinct berusaha untuk senantiasa mengolah makanan tanpa merusaknya dengan tambahan bumbu.

Dalam lawatan kami hari itu, Pan Seared Foie Gras (Rp270.000,-) membuka sesi bersantap. Presentasinya ditata begitu mewah. Hati angsa diletakkan di atas beberapa irisan apel hijau yang dibaluri karamel lalu ditutup consommer gelée dengan beberapa potong buah kecil beroleskan saus jeruk dan sedikit balsamic. Selera makan kian tergugah kala Australian Wagyu Sirloin (Rp600.000,- per 100 gram) tersaji di depan mata. Daging sirloin grade 11-12MB—tingkat tertinggi dalam skala ukur kualitas daging—khas Australia yang dimasak medium well terasa sangat lembut dan juicy.

Kami juga mencoba inovasi menu terbarunya, Risotto Lobster Bisque with Hokkaido Scallop and Prawn (Rp210.000,-) dengan cita rasa sup tradisional Prancis yang creamy menghangatkan hati. Pada waktu tertentu—yang tidak selalu pasti—dapur Basic Instinct kerap bereksperimen menggunakan bahan baku musiman untuk diramu menjadi kreasi makanan nikmat. Jika Anda berkunjung di saat itu, chef akan dengan senang hati menyajikannya. Makan lezat belum lengkap jika tidak diakhiri secara manis. Mango Panacotta (Rp95.000,-) bertabur buah-buahan tropis pun menjadi opsi legit.

Pengalaman makan di Basic Instinct tidak hanya soal membuat perut kenyang. Di sini, Anda diajak merayakan nilai suatu hidangan dalam suasana luar biasa. Selama bersantap, musik-musik populer berkumandang dalam instrumental jazz tanpa vokal. Mata dimanjakan oleh visual elegan garis rancang modern yang memadukan warna hitam dan emas. Atmosfernya seperti membawa Anda ke dalam perjamuan The Great Gatsby bersama F. Scott Fitzgerald.

BASIC INSTINCT CULINARY

SCBD Lot 22, Jl. Jendral Sudirman Kav 52-53

T: (021) 51402121

(Photo: DOC. ELLE Indonesiaphotography IRENE ISKANDAR)

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *