Porto Bistreau di Nara Bandung Hadirkan Pengalaman Bersantap yang Menyatu dengan Alam

Bak harta karun di tengah hutan, Nara Bandung menyimpan segudang pilihan bersantap yang menggoda. Porto Bistreau, salah satunya, memanjakan indera pengecap para pecinta kuliner di tengah lanskap kehijauan.

Bandung selalu menjadi surga bagi para pecinta kuliner. Jarak tempuh yang tidak terlalu jauh dari ibukota, menjadikannya destinasi bersantap sempurna di akhir pekan. Di suatu hari Sabtu, rasa penasaran membawa dan mengantarkan saya ke daerah Rancabentang. Resmi beroperasi sejak bulan Maret 2018 silam, Nara Bandung berdiri teguh di tengah hamparan kehijauan sebagai one-stop dining destination yang menaungi tujuh restoran, kafe, dan bar; meliputi Porto Bistreau, Torigen Teppanyaki Bar, Torigen Izakaya, Nanny’s Pavillon, Pamor, Foresta Coffee, dan Oval Bar & Lounge.

Pohon-pohon pinus yang tetap dipertahankan, membingkai area kuliner yang didominasi oleh lahan rumput pada bagian tengahnya. Angin yang setia berhembus, menyejukkan suasana siang itu walau sinar mentari tengah terik-teriknya. Hari itu saya memilih untuk bersantap di Porto Bistreau, restoran kebanggaan Nara Bandung yang menyajikan hidangan-hidangan ala Barat. Interiornya yang nyaman, minimalis dan berpadu dengan alam, sanggup membuat siapa pun betah berlama-lama di sini. Datang ke Porto Bistreau bukan berarti Anda harus menyantap makanan Western yang berat. Anda dapat pula memesan makanan-minuman dari restoran, kafe dan bar tetangga. Konsep unik yang ditawarkan Nara Bandung ini tentunya cocok untuk Anda yang gemar berkuliner bersama keluarga. Alih-alih makan terpisah karena berbeda selera, Anda dapat duduk bersama dan makan sesuai minat masing-masing.

Porto Bistreau

Sesi bersantap hari itu dimulai dengan Red Salad (Rp 59.000,-) sebagai hidangan pembuka. Presentasinya begitu unik hingga saya mengabadikannya dalam ponsel saya. Pasalnya, salad organik yang berlumurkan Red Salad dressing ini dipersembahkan dalam sebuah tabung yang terbuat dari buah semangka. Apabila bingung memilih menu utama, jatuhkan pilihan pada Truffle Steak 200 gr (Rp 199.000,-). Daging tenderloin khas Australia yang empuk, berpadu harmonis dengan mushroom puree yang terbuat dari truffle duxelle Italia. Opsi klasik ini memang terkesan aman, namun saya pastikan bahwa pilihan ini tidak akan pernah salah.

 

Red Salad

Truffle Steak 200 gr

Untuk menu pencuci mulut, saya dimanjakan kesegaran Tropical Melba (Rp 59.000,-). Buah nanas Subang yang sudah dikaramelisasi, hadir ditemani nutmeg meringue serta sorbet kombinasi jeruk limau Kintamani dengan buah persik. Untuk mempercantik tampilan, hidangan tropikal ini dihiasi daun mint dan edible flower yang ditanam dan dipetik dari kebun mereka sendiri.

Tropical Melba

 

Pada kesempatan itu, saya berpeluang menjajal salah satu hidangan penutup yang masih off-the-menu, Nara Cake. Kue cantik ini merupakan perpaduan bahan-bahan yang berasal dari semua dapur restoran di Nara Bandung. Terdiri dari adonan kue putu dan lapisan atas roti, hidangan penutup ini disempurnakan dengan coconut bavarois, gula aren, serta taburan sugar icing. Sebuah panci mungil berisikan kinca, hadir sebagai saus pelengkap. Nantinya, akan ada berbagai pilihan saus yang lebih majemuk untuk merepresentasikan tiap-tiap restoran di Nara Bandung.

Nara Cake

Seusai bersantap, jangan lupa mencoba racikan mocktail dari Oval Bar & Lounge yang berlokasi di bawah Porto Bistreau. Lychee Mojito (Rp 39.000,-) yang segar dapat menjadi peneman setia di hari siang yang panas. Apabila mocktail bukanlah selera Anda, segarkan diri dengan segelas Raspberry Lemonade (Rp 39.000,-). Rasa soda yang kuat melebur dengan manis dan asamnya buah lemon dan raspberry.

Lychee Mojito

Foto oleh Sugi Hermawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *