Gading Marten Membuka Perspektif Cinta Masa Kini

elle indonesia february 2020-modern love-gading marten-gempi - photography zaki akbar - styling ismelya muntu - production ayu novalia

Menjadi orangtua tunggal dan ayah dari seorang anak perempuan, Gading Marten percaya jika ingin membahagiakan orang lain, penting untuk diri sendiri merasa bahagia terlebih dahulu.

Gading, apa sejatinya yang paling ditunggu sekaligus ditakutkan seorang ayah dalam mengawal tiap fase kehidupan anak perempuannya?
Gading Marten: “Yang paling menakutkan adalah ketika nanti ia mulai remaja, menghabiskan waktu lebih banyak bersama teman-temannya, hingga kemudian meninggalkan rumah untuk menikah dan memulai keluarganya sendiri. Membayangkan tiap jenjang tersebut, membuat saya resah.”

Kini Anda adalah seorang orangtua tunggal. Bagaimana Anda kemudian mengajarkan konsep keluarga kepada anak Anda?
“Hubungan saya dan Gisella gagal sebagai pasangan suami istri, betul. Tapi saya pikir kami tidak gagal sebagai keluarga. Pemahaman ini yang juga berusaha saya tunjukkan kepada Gempi, bahwa tidak ada kebencian; tidak boleh ada perbandingan.”

elle indonesia february 2020-modern love-gading marten-gempi - photography zaki akbar - styling ismelya muntu - production ayu novalia

Bagaimana Anda menerapkan konsep co-parenting bersama mantan pasangan?
“Kami tidak membagi jatah tetap untuk jadwal bersama Gempi. Saya dan Gisella merupakan orangtua bekerja, kami saling mengisi waktu bergantian dalam mengasuh Gempi. Pun kami juga kerap meluangkan waktu untuk pergi bertiga sebagaimana sebuah keluarga.”

Terlepas dari itu, bagaimana Anda memandang cinta saat ini?
“Cinta… adalah cinta itu sendiri, berbagi rasa kepada orang lain. Siapa orangnya? Mereka yang singgah dalam hidup kita. Sebab, buat saya cinta merupakan bentuk rasa yang terus-menerus berkembang seiring perjalanan hidup.”

elle indonesia february 2020-modern love-gading marten-gempi - photography zaki akbar - styling ismelya muntu - production ayu novalia

Apakah Anda percaya akan pendapat yang mengatakan bahwa ‘cinta itu buta’?
Love is blind, yes. Saya percaya itu. Terkadang, ketika jatuh cinta, seluruh indera kita berpusat pada satu rasa: bahagia. Tapi di saat yang sama segenap indera menjadi mati rasa karenanya. Waktu berada dalam situasi itu, saya bisa melakukan hal-hal bodoh yang saya sendiri tidak sadar bahwya tindakan tersebut bodoh, sekadar untuk memiliki rasa bahagia memilikinya.

Dengan begitu, bukankah kebahagiaan tersebut nyaris serupa dengan ilusi?
“Saya menyadari bahwa pertanyaan yang harus dijawab sebelum kita mencintai orang lain adalah: sebesar apa rasa sayang Anda pada diri sendiri? Saya percaya jika ingin membahagiakan orang lain, penting untuk diri sendiri merasa bahagia terlebih dahulu. That’s how it works. Kita hanya memiliki kesempatan hidup satu kali, dan apa esensinya bila dihabiskan dengan penuh kesulitan?”

elle indonesia february 2020-modern love-gading marten-gempi - photography zaki akbar - styling ismelya muntu - production ayu novalia

Apakah Anda tipe orang yang mudah mengungkapkan rasa sayang?
“Kepada Gempi, saya bisa mengucapkannya ribuan kali. Kepada orang lain, rasanya sekarang hal itu sulit saya lakukan.”

Apa yang membuatnya begitu sulit?
“Begini, menyukai orang ialah persoalan mudah, tetapi memiliki perasaan mendalam dan untuk mengungkapkannya berulang-ulang merupakan perlu sebuah keyakinan dalam hati. Tetapi, menurut saya, menunjukkan bahwa Anda menyayangi seseorang lewat kata sama pentingnya dengan sebuah tindakan. Terkadang, manusia butuh untuk mendengar. Bagaimana pun caranya, melalui pernyataan langsung atau pesan tertulis, bahwa ada orang yang peduli akan keberadaannya. Gesture seperti itu membuat seseorang merasa dihargai, serta mengingat hal-hal yang terlewatkan seiring waktu berjalan.”

photography ZAKI AKBAR styling ISMELYA MUNTU makeup ENGELINE INEZ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.