Goalkeepers Untuk Perubahan Menuju Dunia Baru

Goalkeepers-UN-Melinda and Bill Gates

Bill Gates dan Melinda Gates meluncurkan program Goalkeepers dengan misi mewujudkan masyarakat global yang lebih peduli

Bill and Melinda Gates Foundation meluncurkan program Goalkeepers pada September silam. Konsep program ini adalah membangun relasi, mendukung para aktivis menemukan solusi optimal untuk permasalahan global tersebut lewat laporan data serta pergelaran sebuah acara. Visinya hanya satu: membantu mewujudkan misi United Nations General Assembly (UN GA).

Dalam mewujudkannya, langkah pertama Goalkeepers adalah mengumpulkan para penggerak perubahan. Ratusan agen perubahan yang terdiri dari pemimpin muda, aktivis, para pengajar, dan selebriti—mayoritas perempuan berusia di bawah 30 tahun—absen hadir. Lincoln Center di New York, kemudian menjadi saksinya.

Di Dalam Goalkeepers

Dalam pidatonya, Bill Gates dan Melinda Gates menegaskan tujuan pertemuan hari itu berfokus pada kesehatan dan hak-hak sipil perempuan. “Berinvestasi pada wanita dan anak-anak adalah salah satu hal terbaik yang bisa kita lakukan,” kata Melinda. Opini ini didukung oleh Dr. Joannie Bewa the Young Beninese Leaders Association yang fokus memperjuangkan kesehatan perempuan, “Dunia dibangun di atas kekuatan wanita. Membiarkan wanita terbelakang sama dengan menelantarkan dunia.” Aktivis Josie Naughton dari Help Refugees mulai memikirkan masa depan menambahkan, “Itu bukan hanya harapan. Bekerja.”

Secara tegas oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron, memperdebatkan otonomi reproduksi perempuan di seluruh dunia sebagai salah satu isu penting demografi, terutama di Afrika. “Negara-negara ini secara sepihak memutuskan hak perempuan berbeda dengan laki-laki. Hal itu sangat tidak bisa diterima.”

Orang orang ramai bersorak ketika David Miliband, presiden dan CEO International Rescue Commitee—yang menawarkan bantuan darurat kepada para pengungsi—tampil. Yang ia katakan, “Adalah salah, ketika orang mengatakan bahwa tingkat kemiskinan ekstrem yang menjerat jutaan orang di Yaman sebagai sebuah tragedi,” kata “Itu adalah suatu dakwaan, bukan tragedi … Ini adalah masalah yang dibuat manusia, tetapi manusia juga akan segera menciptakan solusinya.”

 

Visi Di Balik Misi

Tiga tahun lalu,  United Nations General Assembly (UNGA) menyatakan optimisme meraih 17 misi sebagai bagian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals (SDG)). Fokus yang dituju, di antaranya, melawan perubahan iklim, menuntaskan kemiskinan, serta mendorong kesetaraan gender. Sebanyak 193 Negara menyatakan komitmennya untuk mendukung optimisme ini. Tenggat waktu untuk mencapainya: 2030.

Saat mengetahuinya, Bill Gates dan Melinda Gates terkesan dengan ruang lingkup misi tersebut. Namun, ada sedikit rasa pesimis. Pendiri Bill and Melinda Gates Foundation yang tinggal di Seattle itu khawatir dunia, mungkin, akan kesulitan menjangkau target tujuan mereka. Sebagai bentuk dukungan menyukseskan misi tersebut, melalui yayasan keduanya meluncurkan program bertajuk Goalkeepers.

Hari itu, Graça Machel (istri almarhum Nelson Mandela), menjadi tamu kehormatan. Usai memberikan tribute kepada Mandela, Machel mengutarakan suaranya bersama Loyiso Madinga. “Semua yang kami klaim sebagai pahlawan hari ini tumbuh persis seperti Anda,” katanya. “Jadilah rendah hati dan elevasi diri melalui komunitas yang Anda layani.”

Cat Thao Nguyen, seorang penulis dan filsuf asal Vietnam turut angkat suara. “SDG menyatukan masyarakat melalui kesadaran kemanusiaan. Rasanya seperti mendapat suntikan energi, ketika mengetahui Anda tidak berjalan sendiri,” katanya.

Di antara kerumunan juga terlihat DJ Switch (10) dan model senior Naomi Campbell. Keduanya sempat berpose bersama usai DJ Switch tampil lagu ‘Waka Waka (This Time for Africa)’ milik Shakira yang langsung menceriakan atmosfer acara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *