Aksentuasi Bold Bergaya Modern Tropis Dalam Rumah Sally Koeswanto

sally koeswanto at home with elle indonesia-cover-black

Atensi desainer mode Sally Koeswanto terhadap detail tidak hanya terpatri dalam busana yang ia rancang, tapi juga di setiap sudut kediamannya. Sang desainer menjamu ELLE Indonesia.

Rumah bukan pakaian yang bisa berganti gaya setiap musim. Rumah adalah tempat untuk jiwa beristirahat, begitu prinsip Sally Koeswanto. “Tetapi saya dan suami tidak dapat menemukan lahan untuk membangun rumah impian kami kala itu,” tuturnya menceritakan sejarah hunian di bilangan Jalan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, yang telah ditinggalinya bersama keluarga sejak 2016 itu. Jadi, apa yang ia lakukan? Sally membeli sebuah properti dan merobohkannya, lalu membangun kembali secara ulang.

Sally menginginkan kediaman yang nyaman, bukan sekadar untuknya pribadi, tapi juga bagi suami dan kedua anaknya. “Saya pikir penting menciptakan atmosfer betah di rumah.” Dalam mewujudkan intensi tersebut, Sally meminta bantuan Alex Bayusaputro, arsitek yang pernah mendesain butiknya dahulu di Grand Indonesia, dan workshop sekaligus rumah lamanya di Casamora. “Alex sudah paham betul selera saya yang menyukai sesuatu bersifat chunky, solid, dan terkesan bold,” katanya, bukan cuma perkara teman lama. Arsitektur modern tropical dengan menggunakan material stone skin, statuario, dan kayu, dipilih Alex dalam merancang hunian empat lantai berukuran 1500 meter persegi itu di atas lahan 650 meter persegi.

Menjelajahi setiap sudut rumah Sally, ruangannya tampil bergaya minimalis dipadu konsep ruang terbuka yang minim pemakaian sekat. Alih-alih partisi, Alex menempatkan pintu dorong yang terbuat dari kaca transparan untuk memberikan dimensi pada ruangan seperti di lantai dua. Pendekatan alam turut dihadirkan lewat penciptaan taman hijau di beberapa sudut rumah, ditambah ventilasi silang yang memberikan jalan masuknya cahaya matahari alami.

“Alex menyarankan konsep terbuka agar memberikan sirkulasi udara yang baik sehingga hawa di dalam tidak terlalu lembap. Dan saya tidak begitu senang lekuk atau ukiran aneh, tetapi tetap harus ada karakter yang bikin rumah hidup.” Dinding yang dibuat maju mundur dan pemanfaatan kertas dinding bertekstur jadi aksentuasi detail membangkitkan energi huniannya.

“Dengan begitu, tercipta movement, tidak flat bentuk kotak seperti rumah minimalis pada umumnya yang berkesan dingin.” Dipercantik dengan tata furnitur dari koleksi Minotti, Serba Antik, Assati Lighting, Toto, Villeroy & Boch, Omexco, dan Monarque. Urusan funitur, Sally juga senang berburu benda-benda saat travelling. “Sebab, rumah tanpa aksesori tidak cantik.”

Selain detail, Sally yang pernah mengecap sekolah perhotelan menekankan kediaman yang tenang dan sarat privasi. “Saya suka rumah yang seperti hotel, rapi. Oleh karena itu, kegiatan keluarga seluruhnya dimulai dari lantai dua.” Lantai tiga dialokasi untuk kamar tidur utama dan kamar-kamar anak, sedangkan tingkat empat menjadi rooftop terbuka.

Sementara itu, lantai dasar khusus mengakomodasi garasi, gudang, dan service room yang meliputi dapur memasak serta tiga kamar tidur pembantu. “Dari dulu saya bercita-cita, ingin punya kamar yang proper untuk pembantu. Sebab, mereka juga manusia yang karakter dan kebiasannya berbeda. Mereka butuh waktu pribadi usai seharian lelah bekerja,” tutupnya.

sally koeswanto at home with elle indonesia

(Foto: DOC. ELLE Indonesia; photography IRENE ISKANDAR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.