Arifin Putra: Puasa Plastik Demi Selamatkan Laut

arifin putra interview elle indonesia

Di tengah kesibukan promo film Hanum & Rangga serta berakting untuk film baru, Arifin Putra aktif berperan sebagai penjaga lingkungan. Simak ceritanya, ia berikan alasan untuk Anda harus lebih peduli lewat pengalamannya.

Tepat waktu. Suatu sifat yang, agaknya, hanya mampu dimiliki segelintir orang di antara mereka yang tinggal di kota besar dengan tingkat kepadatan aktivitas seperti Jakarta. Arifin Putra (31) adalah salah satunya.

Saya masih ingat kala pertama mewawancarai aktor yang melejit berkat aktingnya sebagai Adam di Rumah Dara (2009) itu, ia sudah siap di lokasi tiga puluh menit lebih awal dari janji temu. Pertemuan kedua—untuk pemotretan artikel spesial ELLE Indonesia edisi Oktober 2018 silam—pun sama. Ketiga kalinya janji dengan Arifin, beberapa bulan lalu, hari itu tidak seperti biasanya.

Hingga hampir sepuluh menit sebelum waktu pemotretan, sosoknya yang tinggi bersahaja belum juga tampak hadir. Lalu, sebuah pesan singkat muncul di layar ponsel saya. “Maaf  sekali, hari ini kami tidak tepat waktu,” tertanda manajer Arifin Putra. Ketika beranjak untuk menyampaikan kabarnya kepada tim, kembali muncul pesan dari sang manajer. “Kami sampai.” Tepat pukul 10 pagi, sebagaimana jadwal yang disepakati.

Sesi pemotretan segera dimulai. Kami tidak bisa membuang waktu sebab rencana kegiatan Arifin pada hari tersebut rupanya cukup padat. Manajernya mengatakan, “Habis wawancara dengan ELLE, Arifin ditunggu untuk menghadiri promo film Hanum & Rangga,” yang bulan itu sedang edar di bioskop-bioskop Indonesia.

arifin putra interview elle indonesia

Busana: keseluruhan HUGO BOSS.

“Saya juga sedang mempersiapkan proyek baru dengan Visinema. Rencananya, November (2018) ini mulai syuting,” ujar Arifin menimpali usai menjalani pemotretan. Ia tidak menyebutkan judulnya. Namun, ia mengungkapkan bakal beradu akting bersama Atiqah Hasiholan, Tio Pakusadewo, dan Martino Lio di film tersebut. Perbicangan kami pun dilanjutkan dengan membahas karya anyar Arifin untuk 2019.

Paras tampannya yang sering dibilang mirip Jim Carey itu seolah tak pernah absen menghiasi layar lebar Indonesia. Tahun ini saja, Arifin akan merilis dua judul film. “Foxtrot Six rencananya akan mulai beredar antara bulan Februari atau Maret, jika tidak ada halangan. Setelah itu, ada Rembulan Tenggelam di Wajahmu,” ujarnya mengonfirmasi.

Di film kedua, yang tidak ia sebut waktu peluncurannya, Arifin akan perankan tokoh utama untuk pertama kalinya dalam waktu cukup lama. “Lucunya, terkadang saya merasa jauh lebih fokus menjalankan setiap adegan ketika memerankan peran pendukung. Mungkin, karena porsi adegannya yang tidak lebih banyak dari  tokoh utama. Jadi, bisa lebih memperhatikan detail sekitar,” ceritanya.

Arifin pun menuturkan, bahwa ia pernah lebih memilih menjadi karakter pendukung dan menangguhkan tawaran bermain peran utama. “Waktu itu peran yang ditawarkan untuk film bahasa asing. Saya tolak karena karakternya adalah seorang bule, sedangkan saya bukan. Saya hanya memiliki sebagian gennya. Penonton pun tahu itu. Jadi, saya pikir untuk apa memaksa mereka melihat Arifin yang berpura-pura sebagai bule. Itu sama seperti melihat Tom Cruise di Valkyrie.”

Penolakan itu bukan cuma terjadi sekali. Arifin juga sempat mengelak saat disodori naskah tokoh utama sebuah film biopik karena tertarik karakter lain yang notabene hanya berfungsi sebagai pendukung. “Tapi sampai sekarang belum pernah berhasil bernegosiasi untuk ganti peran. Biasanya, kemudian diberikan kepada orang lain dan saya tidak jadi main,” katanya sembari tertawa.

Bicaranya terdengar arogan? Sama sekali tidak. Arifin menolak karena tahu pasti apa yang menjadi keinginannya. Ia hanya berusaha jujur pada diri sendiri, serta memegang teguh keyakinan itu dengan bilang tidak. Dan ia tidak pernah menyesali setiap keputusannya. Arifin percaya, bahwa prinsipnya akan membentuk dirinya di masa depan sekaligus refleksi atas pribadinya di masa kini.

arifin putra interview elle indonesia

Busana: HUGO BOSS

“Tahu tidak, ternyata gelas kertas ini tetap tidak ramah lingkungan?” katanya mengambil gelas kopi yang tergeletak di antara kami. “Ada lapisan di bagian luar gelas ini yang membuatnya justru sulit diurai.” Ia melanjutkan, “Saya sempat menantang diri untuk berpuasa plastik, lho.” Saya menyimak pergantian topik ini dengan seksama.

“Niatnya, saya berusaha untuk tidak menggunakan sedotan plastik selama satu bulan. Jika gagal, saya harus mengulang kembali dari awal.” Saya pun penasaran, apakah ia sekarang membawa sedotan pribadi? “Ada, selalu siap di tas,” katanya. “Tapi ternyata praktiknya cukup susah setelah dijalankan. Setiap kali makan di restoran, saya harus selalu menekankan kepada pelayannya untuk tidak perlu memberikan sedotan dan mereka tetap saja menyematkannya di minuman.”

Kebiasaan Arifin yang ramah lingkungan ini juga pernah saya dengar dari seseorang, tetapi berbeda versi. Katanya, Arifin selalu membawa botol minum sendiri saat memesan minuman take away. “Permasalahan sampah di dunia ini sudah semakin mengkhawatirkan. Meskipun sekarang ada juga plastik daur ulang, tapi kita akan lebih membantu jika tidak menggunakannya sama sekali. Karena, semakin sering di daur ulang, material plastik akan semakin tipis. Dan ternyata butuh ketebalan tertentu bagi sebuah plastik untuk dapat di daur ulang. Saya baru mempelajarinya waktu mengikuti kegiatan WWF di Bali.”

Satu lagi fakta yang tidak banyak orang umum tahu, disela kesibukannya bermain layar lebar, Arifin aktif menyempatkan diri mengurus bumi bersama WWF (World Wide Fund for Nature). “Dengan WWF, saya sudah seperti karyawan honorer yang tidak dibayar,” candanya kembali tergelak.

arifin putra interview elle indonesia

Busana: LOUIS VUITTON (jaket)

Ketertarikan Arifin terhadap organisasi lingkungan, seperti WWF dan Greenpeace, sebenarnya sudah sejak lama. Di matanya, upaya organisasi-organisasi tersebut dalam melindungi bumi sangat luar biasa. Terlepas dari hal tersebut, ia memang memiliki minat pribadi terhadap kelestarian lingkungan. “Saya selalu ingin ikut berpartisipasi, tapi tidak tahu caranya,” katanya. Sampai pada dua tahun silam, WWF mengajaknya terlibat dalam kampanye Double Tigers (upaya melipatgandakan populasi harimau Sumatera).

Selanjutnya, ia secara sukarela—setiap kali ada waktu—membantu dalam setiap kegiatan WWF. “Tugas saya biasanya lebih bersinggungan dengan masyarakat kota besar,” katanya. Sebagai figur yang familiar di mata orang banyak, Arifin kerap diminta menjadi pembicara forum dalam diskusi. Sesekali, ia juga pergi ke daerah-daerah kecil apabila sedang ada proyek khusus. Ia juga berperan menyusun SOP (Standard Operating Procedure) yang meningkatkan program pemberdayaan kelestarian alam.

arifin putra interview elle indonesia

Busana: ALEXANDER MCQUEEN (jaket dan celana).

Misinya adalah, “Memberikan suara bagi mereka yang tidak punya ‘suara’.” Mereka yang ia maksud adalah satwa dan alam, dengan laut menjadi fokus perhatiannya. “Dunia ini tujuh puluh persennya meliputi laut. Indonesia, Tanah Air kita, merupakan negara perairan. Ironinya, sekaligus produsen sampah plastik bagi laut terbesar kedua setelah China. Menurut saya, sudah jelas bahwa masalah paling besar terletak di laut,” alasannya

Hasratnya melindungi ekosistem laut pun tersampaikan ketika WWF menunjuknya sebagai duta untuk dugong (ikan duyung) dan lamun. “Tidak banyak orang tahu lamun. Padahal, tumbuhan ini mengatur kadar dan suhu air tetap stabil. Keberadaannya menjaga suatu pulau tetap utuh serta menjadi rumah bagi ikan-ikan kecil berlindung dari predator.” Intonasi suara Arifin terdengar begitu penuh semangat saat membicarakan ini.

“Anda percaya tidak, jika air mata dugong membawa keberuntungan?” tanyanya pada saya. Saya diam menunggu pejelasannya. “Beberapa orang percaya itu dan mereka berusaha mendapatkannya dengan menyolok mata dugong. Pernah ada suatu kejadian, seekor dugong menyenggol kapal berisi sekelompok turis hingga kapalnya terbalik. Hewan ini menjadi agresif karena para turis itu beramai-ramai menjamahnya. Terkadang, manusia lupa bahwa hewan tidak memiliki akal layaknya manusia,” katanya.

Berbincang dengan Arifin hari itu, membuat saya merenung, memikirkan pertanyaan-pertanyaannya yang–sama sekali–tidak menggurui. Justru membuat lebih kaya wawasan. Dan jujur bikin terinspirasi.

(Foto: DOC. ELLE Indonesiaphotography AGUS SANTOSO styling SIDKY MUHAMADSYAH makeup ARIMBI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *