Karakteristik Alami dalam Gaya Arsitektur Modern Tropis

rumah padang linjong - patisandhika architect - elle decor

Patisandhika Sidarta membangun hamparan sawah di Bali menjadi taman surgawi untuk ditinggali keluarga Hilda dan Daniel Mitchell yang berjiwa artistik.

Arsitektur berwajah natural. Sekiranya tepat menggambarkan kediaman milik pasangan Daniel Mitchell dan Hilda Mitchell yang berlokasi di Canggu, Bali. Fasadnya menampilkan beton yang hanya dipoles halus tanpa lapisan cat. Konstruksi bangunan juga tidak menata ulang relief lahan seluas 700 meter persegi. Rancangannya selaras mengikuti kontur tanah yang miring alami. Alhasil, cetak birunya menyajikan rangka bidang trapesium berukuran 495 meter persegi dengan pola split level, di mana rumah memiliki beberapa tingkatan level dari jumlah lantai sebenarnya.

Pada tingkat selevel pintu masuk terdapat ruang duduk keluarga dan untuk menerima tamu, studio kerja, dan kamar mandi umum. Tingkat di atasnya mengakomodasi ruang tidur utama serta kamar anak. Di antara kedua lenggek tersebut terdapat mezzanine, sebuah perpustakaan kecil di mana sang pemilik menyimpan koleksi buku serta piringan hitam. Lantai terbawah rumah mewadahi dapur sekaligus sekaligus ruang makan. Denahnya dirancang semi outdoor dengan membuka salah satu sekat sebagai jalur ke halaman belakang.

“Untuk proyek ini, klien berkolaborasi aktif dalam menyumbang gagasan kreatif,” kata Patisandhika Sidarta yang menangani desainnya; sedangkan Daniel dan Hilda mengaku terinspirasi pola rancangan tersebut dari hunian favorit mereka di Los Angeles, Amerika Serikat, milik arsitek Ray Kappe.

Andil sang pemilik juga termasuk dalam mendalangi interior yang didominasi material kayu dan beton poles halus. Daniel dan Hilda menginginkan kesan alami tetap terjaga. Oleh karena itu, struktur hunian hanya diolah secara sederhana. Dindingnya pun minim warna. Pulasan cat hanya terlihat pada kamar anak dan studio kerja Daniel di level satu. Rona cerah rumah lebih banyak berasal dari furnitur dan benda-benda seni sarat warna yang menghiasi dinding.

rumah padang linjong - patisandhika architect - elle decor

Area bermain anak kaya warna dan corak artistik.

Soal tatanan interior nan menawan, Patisandhika memuji naluri artistik kliennya yang kerap menyematkan benda-benda tidak awam. Di ruang duduk yang menjadi pusat aktivitas keluarga misalnya, sebuah hammock digantung melintang di antara tatanan sofa panjang, kursi kayu model dek, dan gelaran permadani. Komposisinya tampilkan konsep modern tropis dengan atmosfer kehidupan pulau—yang mana sesuai dengan karakter Bali. Terlebih dengan penempatan tanaman hijau di beberapa sudut ruangan rumah. “Setiap barang diletakkan secara tepat, tetapi tidak tampak kesan ‘berusaha terlalu keras’,” katanya.

rumah padang linjong - patisandhika architect - elle decor

Area makan dan ruang berkumpul dipisahkan anak tangga dengan pintu geser untuk memotong udara ketika pendingin ruangan diaktifkan.

Suasana dalam rumah tampil terang berkat jendela-jendela kaca tinggi dan besar. Saat hari panas dan hawa menjadi terlalu hangat, jendela kaca tersebut dapat dibuka tutup dengan cara geser sehingga sirkulasi udara terjaga sangat baik. Sedangkan untuk menghalau sinar matahari terlalu terik, Patisandhika memasang sebuah kanopi yang terbuat dari balok beton dipasang berjarak dua meter di depan jendela kaca, plus setinggi empat meter dari permukaan tanah. Dengan begitu, penghuni masih mendapatkan jarak pandang luas ke taman di luar rumah dan tidak merasa seperti berada dalam kurungan.

(Photography TOMMASO RIVA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *