Manifestasi Arsitektural Modern Casa Cajueiro Rancangan Wilbert Das

Manifestasi Arsitektural Modern Casa Cajueiro Rancangan Wilbert Das

Pendekatan desain Wilbert Das dalam mengolah arsitektural modern berkarakter budaya Brazil dalam interior ‘hijau’ bernuansa tropis.

Gerbang bebatuan membuka jalan masuk ke alam rimbun Casa Cajueiro, sebuah vila berlibur di lembah pesisir kota tua Trancoso, Bahia, Brazil. Pepohonan dan tumbuhan hijau tumbuh subur di sepanjang jalur setapaknya yang terbuat dari batu São Tomé bersematkan marmer. Rancangan awal Wilbert Das untuk vila berukuran luas 1.114 m2 tersebut memang menitikberatkan keberadaan sanctuary bagi pohon-pohon almescar, belimbing, mangga, nangka, dan kayu manis—yang telah tertanam dan tumbuh sejak lama—untuk hidup tanpa gangguan. Berporos pada titik-titik hijau tersebut, denah vila digarap menjadi beberapa area yang berdiri mandiri sesuai fungsi di tiap tingkat. Masing-masing dihubungkan melalui jalur-jalur palet kayu berparit penuh ragam tanaman daerah tropis pada setiap sisi.

Manifestasi Arsitektural Modern Casa Cajueiro Rancangan Wilbert Das
photography Filipe Redondo courtesy Wilbert Das

Arsitektural modern khas Brazil menyelimuti desain vila secara eksploratif lewat sentuhan kultur lokal. Atap-atap melengkung pada kelima suite dibuat menggunakan materi kayu Parajú merona merah rusty selayaknya pondok-pondok nelayan desa setempat. Materi kayu tampil mendominasi rangkaian furnitur hingga rangka bangunan, mulai dari lapisan pelindung plafon semen yang dicor hingga jalur jalan yang menghubungkan ruangan-ruangan vila.

Garis rancang klasik rumah-rumah abad pertengahan di São Paulo tercermin lewat petak panjang yang mengaksentuasi lantai hingga langit-langit jendela di bawah atap beton bentuk datar. Ruangan dibungkus jendela-jendela besar dan pintu kaca geser, yang mudah untuk dibuka agar udara segar mengalir masuk ke dalam ruangan, sehingga jarang terlihat pemanfaatan pendingin ruangan, hanya kipas angin gantung. Keberadaan pepohonan rindang turut menjadi faktor penyejuk kala siang hari.

Manifestasi Arsitektural Modern Casa Cajueiro Rancangan Wilbert Das
photography Filipe Redondo courtesy Wilbert Das

Pada bagian interior, modernisme diterapkan dalam visual eklektik yang mengandalkan furnitur berkonsep kerajinan tangan. Desain lampu gantung Louis Poulsen PH5 di langit- langit dapur misalnya. Sebuah meja buatan khusus dengan memadukan tujuh potong kayu nangka dan panel batang pohon Braúna berdiri di ruang makan, dikelilingi 12 kursi berkaki tiga karya Uxua Das yang memanfaatkan tiga jenis kayu. Lampu berbahan rotan dirancang dalam tiga rangkaian berbeda dikombinasi model pencahayaan opaline kaya warna tergantung di atasnya menyuntikkan nuansa festive.

Jika tidak bernapas artisan, Das memilih benda-benda warisan masa lampau berparas selaras zaman. Setiap ruangan seolah berpijak pada dua garis waktu, masa lalu dan masa kini. Penataannya terlihat harmonis lewat rekonstruksi desain benda-benda lawas dan antik yang diberikan nilai kebaruan. Sepasang kursi kayu model vintage dengan alas duduk serta sandaran bahan kulit warna kuning karya perajin lokal di era ‘70-an. Sofa lama warna merah jambu yang telah diremajakan tampil kontemporer lewat tatanan bantal-bantal barsarung kain kimono antik dan kain nila klasik. Terinspirasi oleh seniman keramik asal Prancis, Valentina Schlegel, yang berpengaruh di era ‘50-an, tembok perapian di ruang tamu utama vila dipahat serupa pohon bercabang. Suatu suntikkan artistik yang melengkapi lanskap modernitas dalam interior Casa Cajueiro.

Manifestasi Arsitektural Modern Casa Cajueiro Rancangan Wilbert Das
photography Filipe Redondo courtesy Wilbert Das

photography Filipe Redondo courtesy Wilbert Das

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.