Mengintip Ke Dalam Apartemen Mademoiselle Chanel

Apartemen Mademoiselle Chanel menjadi dunia magis yang menyimpan seluruh kecintaan Gabrielle Chanel. ELLE mengunjungi kediaman sang ikon, dimana beliau mencurahkan sisi paling pribadinya.

Anda para pecinta label Chanel tentu mengetahui keistimewaan butik Chanel yang terletak di 31 Rue Cambon, Paris. Tak hanya manjadi butik flagship bersejarah, bangunan berfasad putih ini turut menjadi kediaman sang ikon, Gabrielle Chanel. Siapapun yang pernah mengunjungi butik istimewa ini, pasti pernah melewati tangga berkaca yang terletak di ujung kanan bangunan tersebut. Konon, Chanel kerap duduk di anak-anak tangga ketika menghelat presentasi musimannya di butik ini. Refleksi pada kaca memampukan Chanel untuk membaca reaksi jujur para kliennya saat menyaksikan koleksi persembahannya.


Menaiki anak-anak tangga, Anda akan menemukan sebuah apartemen yang terdiri dari empat ruangan, di lantai ketiga bangunan tersebut. Sebuah pintu berdiri kokoh, seakan mengunci sebuah dunia penuh warisan Chanel. Memasuki area entrance, pasangan mata Anda akan dimanjakan dengan keindahan partisi Coromandel, cermin-cermin raksasa yang membuat ruang lebih lapang, serta berbagai hiasan seperti pagoda, chimera, hingga burung phoenix.

Kecintaan Chanel pada apapun yang bernapas oriental terasa kental, walau Chanel sendiri tidak pernah mengunjungi Asia. Sebuah kursi antik berlengan menjadi furnitur penting di area ini. Sebenarnya, kursi ini bukanlah milik Mademoiselle Chanel dan tidak pernah menjadi bagian dari apartemen ini sepanjang hidupnya. Namun, kursi ini pernah menjadi peneman Mademoiselle Chanel, ketika dirinya dipotret oleh Horst pada tahun 1937.

Setelah pemotretan ikonis tersebut, tak ada yang tahu nasib kursi bersiulet half-bathtub ini, sampai Karl Lagerfeld menemukannya kembali di sebuah pelelangan di Monte-Carlo pada tahun 1980-an. Mengenali bentuknya yang begitu persis dengan yang ada dalam foto Horst, kursi ini pun menemukan rumah selamanya di apatemen Chanel.


Chanel menghabiskan kesehariannya di salon miliknya, hanya meninggalkannya saat larut malam untuk tidur di Ritz. Ruangan ini dipenuhinya dengan benda-benda yang ia cintai: partisi Coromandel, rak yang penuh sesak dengan buku-buku, dan sebuah divan panjang dimana sang desainer pernah dipotret duduk di sini bersama keenam modelnya. Chanel begitu mencintai simetri. Anda dapat menyadarinya lewat seluruh penataan di apartemen hingga berbagai hiasan binatang seperti kuda, rusa, hingga unta yang hadir berpasangan.


Berbagai simbol kepercayaan turut tersirat dalam berbagai hiasan hingga furnitur milik Chanel. Sebut saja hiasan singa yang menyimbolkan dirinya sebagai seorang Leo, seikat gandum yang menjadi rangka meja kaca penyimbol keberuntungan, hingga patung Buddha pemberian cinta sejatinya, Boy Capel. Sebuah chandelier yang tergantung tepat di tengah ruangan dan memantulkan cahaya dari jendela, turut meliputi sejumlah kode Chanel seperti bunga camellia yang tengah mekar, lambang CC yang bertautan, angka 5 yang merupakan angka keberuntungannya, hingga permainan huruf G dan W pada bagian rangka yang menjadi inisial Gabrielle dan Westminster.


Sebuah pintu pada bagian kanan salon mengantarkan Anda pada area study Mademoiselle Chanel. Tergantung pada langit-langit ruangan ini, sebuah lampu kristal berhiaskan pampilles dan bunga camellia, khusus dipahat oleh Paul Iribe bak berlian. Sebuah patung Santa Perawan Maria yang terbuat dari batu Burgundy abad ke-16, membangkitkan memori masa kecil Gabrielle Chanel yang dihabiskan di sebuah panti asuhan di Aubazine.


Kembali ke ruangan sebelumnya dan menuju pintu di kiri area salon, sebuah ruang makan menjadi tempat Mademoiselle Chanel menjamu sahabat-sahabat terdekatnya. Walau furnitur dan perangkat makan yang dipergunakan begitu mewah, Chanel hanya memperbolehkan masakan sederhana dengan dua kriteria: hanya buah-buahan atau sayur-mayur musiman dan tidak berbau. Pada kedua sisi ruangan, dua meja konsol bergaya baroque yang dibeli Chanel dari Venice, berdiri menghiasi sisi kanan ruangan. Kedua dasarnya terbuat dari patung yang masing-masing merepresentasikan musim panas dan musim gugur, lengkap dengan hiasan panen khas musim tersebut. Dua cermin oktagonal yang menghiasi tembok, ditata tepat di atas kedua meja konsol, lagi-lagi membuktikan kecintaan sang Mademoiselle penataan simetris.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *