Tidur Mewah di Rimba Kenya

arijiju kenya africa airbnb elle indonesia

Melalui desain yang mengapresiasi nilai alami Bumi, Michaelis Boyd menciptakan wajah baru sebuah kemewahan di tengah habitat liar di Kenya.

Mewah kerap diidentikkan dengan sesuatu yang sifatnya berlebihan, glamor—mungkin sarat rona emas—serta mahal. Tetapi, rasanya hal tersebut tidak tepat menggambarkan Arijiju, sebuah vila peristirahatan di padang rumput di Laikipia, Kenya.

arijiju kenya africa airbnb elle indonesia

Bangunan Arijiju dikelilingi lahan konservasi Borana, di mana para satwa liar membangun ekosistem dan berlarian bebas, seluas 12.950 hektar yang dimiliki dan dikelola oleh keluarga Michael Dyer sejak 1928. Jalan masuknya diarahkan oleh jalur setapak berumput hingga menaiki tangga batu. Tampak sebuah pintu kayu model abad pertengahan berdiri kokoh di pijakan terakhir. Di baliknya, pemandangan hijau nan segar segera menyambut kedatangan para tamu.

Pengembangan konstruksi Arijiju ditangani oleh Michaelis Boyd, arsitek asal Inggris. Boyd dan pemilik rumah sepakat tidak ingin interior gelap beratapkan jerami, seperti umumnya pondok-pondok di Kenya. Sebagai ganti, Boyd mengaplikasi desain gaya Eropa dengan mengadaptasi model arsitektur Le Thoronet Abbey, biara Cistercian di Provence, Prancis, yang dibangun pada abad k-12.

Bagian depan menjadi tempat berdiri rumah utama dengan balkon teras untuk bersantai, menikmati momen jingga terbenamnya matahari. Di tengah rumah, terdapat taman yang menjadi pusat hunian. Dari sana, seluruh ruangan dapat terlihat dan terhubung antara pilar lorong-lorong.

Denah rumahnya sendiri terdiri dari tiga kamar tidur dilengkapi kamar mandi pribadi, ruang duduk tamu, area makan, serta mini bar yang membuka jalan hingga ke arah kolam renang di belakang. Di sana, tampak bangunan berukuran lebih kecil untuk berolahraga lengkap dengan ruang spa dan sauna, serta lapangan tenis dan squash.

Dari dalam, interior Arijiju pancarkan wajah modern dalam perpaduan warna krem, abu-abu muda, broken white, serta coklat gelap yang mendominasi furniturnya. Sentuhan tradisional Afrika rupanya tidak dihilangkan sepenuhnya. Terlihat dari penggunaan bahan material; batu meru yang membentuk keseluruhan dinding berasal dari tambang lokal, sedangkan langit-langitnya tertutup oleh balok kayu grevillea, dan batang padi kering dipilin menggantikan asbes sebagai pelindung serambi di sisi belakang rumah.

arijiju kenya africa airbnb elle indonesia

Seluruh ruangan dipastikan mendapat pencahayaan alami melalui jendela-jendela yang membawa masuk udara terbuka dan penghuni dapat menikmati aktivitas satwa liar berlarian di antara pepohonan padang rumput yang subur. Suatu kemewahan langka yang hampir mustahil ditemukan di kota besar nan padat.

(Foto: DOC. DOOK)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.