Catatan Romantis Chrissy Teigen Tentang John Legend

chrissy teigen interview elle february 2019 cover

Ungkapan mesra tanpa malu-malu di media sosial hingga pidato romantis di ajang penghargaan. Chrissy Teigen dan John Legend adalah contoh sukses 12 tahun jalinan romansa di Hollywood. Chrissy Teigen ceritakan perasaannya tentang sang suami kepada kami.

Chrissy Teigen dan John Legend dipertemukan karena alasan pekerjaan. Saat itu tahun 2007. Teigen mendapat panggilan untuk membintangi video clip John yang berjudul Stereo.We just clicked,” ia tersipu. “Bukan karena saya terpesona keseksiannya. Tapi memang Legend yang berinisiatif melakukan the first move saat itu.” Usai syuting video clip, Chrissy menonton performa John di Roxy Theatre. Lalu malam itu menjadi sangat indah. “Kami melewati 12 jam berdua, so that’s like 12 dates, right?” cerita bintang cover ELLE Indonesia edisi Februari 2019 itu pada Sanjiv Bhattacharya.

Meski begitu, Teigen tetap tidak pernah merasa bahwa Legend adalah sosok lelaki yang akan ia nikahi. “Kami tumbuh bersama, seperti cerita kencan pada umumnya. Kami menikmati setiap perbincangan dan kedekatan itu tumbuh,” kenangnya. Saat itu, ia baru saja keluar dari sebuah hubungan dan tengah menumpang tidur di sofa seorang teman. “Saya ingat berbincang di telepon dengan John di hari berikutnya. He was on tour. Dan saya tidak pernah melakukan itu sekarang.” (Sesungguhnya ia benci berbincang di telepon karena itu membuatnya canggung).

Empat tahun menjalin kasih rupanya cukup meyakinkan Legend untuk melamar Teigen. Moment pertunangan keduanya pun berlangsung ‘normal’. Legend melamarnya saat mereka sedang pelesir liburan Natal ke Maladewa pada 2011.

“Waktu itu saya sedang mengalami keram perut. Ia terus merekam saya saat sedang mengeluh dan marah-marah. Kemudian seorang pelayan datang membuka sebuah tudung saji perak, lalu serpih-serpih arugula bertumpahan dan di tengahnya ada sebuah kotak cincin. There was no grand speech, tapi yeah, saya tak bisa menahan tangis bahagia. Sesungguhnya saya betul-betul tidak menyangka saat itu akan terjadi.” Ia justru menganggap moment lamaran itu sangat lucu.

“Saya sangat bahagia akan apa adanya kami berdua. Yang justru menyebalkan adalah orang-orang di acara pertunangan. Mereka mempertanyakan apakah John sungguh telah melamar saya. Mereka juga tidak percaya bahwa saya sebenarnya tidak expect John akan melamar dan bahwa saya lebih memikirkan jenjang karier saat itu.” Teigen menikahi Legend di Lake Como pada 2013 (gulir feed Instagram-nya untuk melihat gaun-gaun pengantin yang ia kenakan – tiga gaun Vera Wang).

Kini, bersama kedua anak mereka Luna (2 tahun) dan Miles (7 bulan), mereka menghuni sebuah rumah yang dulu menjadi tempat tinggal Rihanna. Sebuah rumah megah bergaya mid-century modern di area Trousdale yang berkelas di tengah Beverly Hills, dengan pemandangan laut, kota, dan lembah.

Di awal-awal pernikahan, mereka seringkali pergi bermain bowling. “Kami sangat serius dalam kompetisi,” ia kembali mengenang. “Saya memberinya sebuah bola dengan lukisan wajahnya.” Namun sekarang bersama kedua anak mereka, perjalanan ke aquarium dan science museum menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri. “I’m big into kid attractions. No more day drinking,” ia tersenyum sambil mengedipkan sebelah mata.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by John Legend (@johnlegend) on

Lagi pula, memulai sebuah keluarga itu tidak mudah. Teigen pernah bercerita tentang suka duka menjalani proses bayi tabung. Pertama kali, caranya tidak membuahkan hasil dan Teigen menyalahkan diri sendiri. Tapi itu tidak menghalanginya untuk mencoba lagi.

Teigen mendambakan empat anak. “Saya mencintai periode kehamilan. Terutama saat saya bisa melahap semua makanan. John seringkali membuatkan saya roti lapis dan meninggalkannya di dapur untuk saya makan di tengah malam. Saya tidak pernah membuatnya mubazir dan seketika melahapnya di dalam gelap. Miles lahir dengan berat badan 2,5 Kg dan berat badan saya naik 27 Kg. I had a good time!”

Sehari-hari, Teigen bangun jam 7 pagi untuk membalas email selama satu jam penuh. Sedangkan John sudah berada di ruang kebugaran mereka di rumah dan berolahraga mulai jam 6 pagi. “Ia tidak bisa berolahraga saat saya bangun, karena saya akan menyuruhnya untuk berhenti. I’m just bitter. Melihat suami Anda giat menjadi bugar saat Anda sendiri sedang memiliki bentuk tubuh post-baby, I’m like ‘Fuck you, take a day off!’”

Terkadang, ia akan memaksa diri untuk mendatangi pelatih kebugarannya di Body By Simone, tapi dengan motivasi demi merasa lebih baik akan diri sendiri, bukan untuk mengurangi berat badan. “Sejak usia 17 tahun, saya menimbang berat badan setiap pagi, setelah makan siang, dan di malam hari. Dan percayalah, angka itu jauh berbeda ketimbang angka saya saat ini. Tapi saya tidak merasakan kebahagiaan dalam diri seperti di hari ini.”

Alasan mengapa hubungannya dan Legend berhasil (John mengatakan) bahwa karena mereka berdua sangat berbeda. “Ia lebih pendiam dibandingkan saya. Tapi ia lebih thoughtful, sedangkan saya lebih terburu-buru di tiap keadaan. Saya tidak bisa menyembunyikan perasaan. Bila saya merasakan suatu emosi, you’ll see it in my face, tapi John sangat baik dalam mengatur air mukanya. Saya tidak pernah terlalu serius dalam menyukai musik. Tetap hingga hari ini, saya sangat Top 40. Dan saya orang yang lebih mementingkan perasaan dibanding John. Saya bisa melihat jelas pihak-pihak yang terbagi dalam sebuah argumen.”

Namun, sifat jujur dan karakter yang meledak Teigen–yang untuk sebagian orang memandangnya sebagai seorang pembawa masalah–itu justru membuat Legend bangga menjadi suaminya. Rasa bangganya pun ia tunjukkan di berbagai kesempatan. Bahkan, penting untuk diingat bahwa seorang John Legend, penyanyi yang meraih piala Grammy dan piala Oscar, memiliki penjelasan bio di Twitter-nya bertuliskan ‘Chrissy’s husband’.

(Photo DOC. ELLE; photography GILLES BENSIMON styling ANNE CHRISTENSEN interview SANJIV BHATTACHARYA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *