Chrissy Teigen: Tanpa Sensor dan Kepalsuan, Tak Ada Penyesalan

chrissy teigen interview elle february 2019 cover

Berbagai aksi yang ia lakukan seperti menulis komentar pedas untuk Presiden Donald Trump, mengunggah selfie yang melawan arus kecantikan, atau sekadar cuitan humor yang khas, membuktikan Chrissy Teigen mampu menjadi sosok terbaik sebuah kehidupan tanpa filter di internet.

Di usia 33 tahun, Chrissy Teigen adalah seorang model dan TV host yang sukses. Bersama sang suami, John Legend, keduanya menjadi salah satu pasangan favorit di Hollywood. Akan tetapi, it’s her online feeds yang berhasil membuat orang-orang jatuh cinta kepadanya. Terakhir kami hitung, lebih dari 30 juta orang: 21 juta orang di Instagram dan hampir 11 orang di Twitter.

Konten unggahan Chrissy yang senantiasa jujur membuat warga maya tertawa. Dibumbui selera humornya yang bikin setiap topik, mulai dari politik hingga parenting, dua kali lipat lebih menarik. Di atas segalanya, she’s real. Ia membuat sosial media menjadi tempat yang jauh lebih baik–dan hubungan keduanya pun saling timbal balik.  “Jangan pernah merasa kekurangan saat melihat unggahan orang lain,” ucapnya kepada saya (Sanjiv Bhattacharya) saat bertemu di restoran taman di Bel-Air Hotel.

Chrissy pernah tinggal di hotel ini selama dua bulan semasa rumahnya direnovasi. Para pelayan di sini mengenalnya dengan baik. Kami minum vodka sodas karena menurutnya, “Ini sudah hampir hari Jumat kan?” (sedangkan ini hari Selasa). Agenda kami hari ini: the pros and cons tentang rupa-rupa kehidupan di media sosial. Berhadapan dengan tekanan ‘Insta-perfection’ yang terlalu banyak, “orang-orang cenderung merasa FOMO (Fear Of Missing Out), atau menjadi kurang percaya diri akan bentuk tubuh sendiri, dan saya memahami itu.”

Buat Chrissy, sosok paling lucu (dan paling jujur) di balik akun @chrissyteigen, tidak perlu feed yang terkonsep atau caption ‘sok bijak’. Unggahannya malah kerap humor dan random. Seperti saat ia menanggapi unggahan Twitter Kanye West yang membahas politik bulan April silam dengan cuitan absurd, “Kanyeeeeeeeeeeeeee iljeflaejsf’ pifgaiw’ rgjwregfreogjwrpogjjr”. Atau saat seseorang mencoba memberinya kritik pedas karena ia pergi makan malam di hari kesepuluh setelah melahirkan anak perempuannya dengan bertanya, “How’s baby Luna?” Lalu Chrissy menjawab: “I dunno I can’t find her”.

chrissy teigen interview elle february 2019 cover

Busana: RALPH LAUREN COLLECTION (Blazer), ELLE CHRISTINE (Topi).

Atau, ketika Donald Trump mengunggah sebuah tweet yang mengatakan bahwa ini saat yang tepat untuk menjauhkan ‘iblis’ dari negara kita. Chrissy menjawab: “What time should we call your Uber?” Kemudian sang Presiden memblokir akun Twitter  Chrissy seketika setelah Chrissy kembali menulis “Lolllllll no one likes you”. “Saya pun mungkin akan memblokir akun saya sendiri karena hal itu,” ujarnya tergelak. “Saya telah mengunggah komentar-komentar seperti itu jauh sejak Trump belum menjabat sebagai Presiden. Saya benci sosoknya. Seolah ia selalu berada di pihak yang salah di tiap masalah. Itu butuh bakat lho. Even a broken clock is right twice, yes?”

Kritik pedasnya terhadap Trump telah membuatnya menjadi titik pusat sebuah teori konspirasi. “Kini mereka mengamati pakaian saya di Lip Sync Battle, atau bagaimana saya menata busana Luna saat Halloween. Kemudian menuduh saya mengirimkan pesan rahasia. Bila saya sedang mengenakan celana panjang, itu karena saya sedang menutupi ankle bracelet yang saya pakai. Sewaktu saya mengunggah sebuah post di Snapchat yang menjelaskan tentang adanya bahaya dalam penggunaan kartu kredit saya dan meminta perusahaan tersebut untuk menutup akun saya, mereka mengatakan ‘Donald Trump shut down her card.’”

chrissy teigen interview elle february 2019 cover

Busana: DIOR

Tapi Anda bisa yakin akan satu hal, bahwa Chrissy tidak pernah membiarkan para ‘troll’ membungkamnya. “Bukan saya mau memperburuk keadaan. Tetapi kalau saya percaya akan suatu hal, seperti kontroversi tentang tented camps (sebuah peraturan yang digagas Trump untuk memisahkan anak dan orang tua yang merupakan imigran ilegal), maka saya akan membicarakannya secara lantang.

Chrissy pernah mengunggah foto-foto stretch marks yang ia dapat pasca melahirkan. Dalam caption, ia tuliskan “whatevs”. Saya bertanya tentang unggahan tersebut dan ia berujar, “Everyone Photoshops them out. It’s insane!” Chrissy tidak ingin orang lain merasa seolah hanya mereka sendiri yang memiliki stretch marks. “Sewaktu saya melakukan photoshoot untuk Victoria’s Secret, saya melihat begitu banyak rekan model yang memiliki bekas luka, stretch marks, bahkan lebam-lebam memar. Siapa yang berhak mengatakan bahwa itu adalah sebuah kekurangan?”

Chrissy percaya bahwa kini segala hal tengah berubah menuju sesuatu yang lebih baik, seperti dunia mode. “Fashion is definitely kinder to women now. Begitu banyak label yang kini menyediakan lebih banyak pilihan bagi bentuk beragam bentuk tubuh. Jadi, sekarang lebih jelas siapa yang sesungguhnya mendukung perempuan dan siapa yang tidak.” Dan bukan hanya dunia mode, tapi juga para perempuan itu sendiri. Ia berkata, “Saya tidak pernah melihat para perempuan menjadi lebih gigih dan tangguh sebelum saat ini. We’re ready to stir the pot and bring issues to light.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by chrissy teigen (@chrissyteigen) on

Prinsip utama Chrissy berurusan dengan dunia maya: jangan biarkan internet menjatuhkan Anda. “There’s so much more than these fake-ass Instagram people.” Karena itu Chrissy ‘berbicara’ apa adanya, lantang dengan kejujuran, kepada para orang-orang ‘palsu’ di dunia online. Dan ia telah menemukan sebuah komunitas online. “Saya memiliki koneksi dengan orang-orang yang belum pernah saya temui, tapi kami sudah berbincang di Twitter selama enam tahun lamanya. Bagi saya, itu teman.”

Dengan kehadiran Chrissy secara online, di acara televisi, karier sebagai model, dan serial cookbooks yang ia rilis (buku kedua-nya, Cravings: Hungry For More, dirilis September lalu), sebuah kekuatan tengah terbentuk: Brand Teigen. Apakah mungkin ada keinginan untuk membangun sebuah ‘kerajaan’ seperti milik Gynweth Paltrow?

Oh no. Saya bahkan tidak tahu apa yang akan saya lakukan minggu depan, apalagi tahun depan. Saya tidak terlalu pintar merencanakan sesuatu. Saya tidak pernah punya goals untuk diterapkan. Yang memotivasi saya lebih seperti saat melihat orang lain mengucapkan sesuatu dari hal yang saya eksekusi. Seperti komentar orang, “Wow, dia merilis sebuah buku memasak, padahal dia bukan chef. So I can have a cookbook now?” Pemikiran-pemikiran seperti itu lah yang membuat saya percaya diri.”

That’s the thing about Chrissy – ia tidak hanya jujur, apa adanya, dan lucu. Chrissy juga sangat ramah dan santun. She makes the internet a happier place. Long live Brand Teigen.

(Photo DOC. ELLE; photography GILLES BENSIMON styling ANNE CHRISTENSEN interview SANJIV BHATTACHARYA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.