Jorja Smith Bercerita Makna Kehidupan Berdasarkan Lagu Favorit

jorja smith interview

Bagaimana sebuah lagu mengungkapkan perjalanan hidup penuh energi dan emosi seorang Jorja Smith, yang mendominasi panggung-panggung festival terbaik hingga menuai pujian keras di The Brit Awards 2019.

Di Hari Perempuan Internasional, Jorja Smith tampil di area Hackney, London Timur. Set panggungnya bersuasana intim  Di hadapannya, ratusan perempuan ikut bernyanyi saat ia melantunkan single andalan: Teenage Fantasy. Penampilannya saat itu dihelat oleh acara kolaborasi Gurls Talk x Boiler Room sebagai perayaan perempuan dunia, diikuti pesta yang di-host oleh para supermodel, aktivis, dan teman baik Jorja, Adwoa Aboah. Energi seluruh ruangan seolah dialiri tenaga listrik. Jorja menghabiskan malam itu dengan senyuman lebar yang tak henti tersungging.

Smith, yang tampil luar biasa, memiliki banyak alasan untuk tersenyum. Dalam empat tahun terakhir, dunia menyaksikan perempuan berusia 22 tahun itu menapaki tangga karier yang melejit. Anak perempuan dari Ayah bernama Peter, seorang benefits officer, dan Jolene, seorang desainer perhiasan, Jorja tumbuh besar di Walsall, Midlands Barat. Di usia ke-18, ia pindah ke London untuk tinggal bersama paman dan bibinya. Smith, yang dulunya pernah bekerja di Starbucks, turut memindahkan pekerjaannya ke cabang Starbucks lain (“I was so useless at making coffee”, ucapnya).

Lalu, di Januari 2016–tanpa memiliki kontrak apa pun dengan label rekaman–ia merilis single pertamanya, Blue Lights. Dapat diakses melalui SoundCloud, single ini didengar oleh 400.000 audiens dalam kurun waktu satu bulan. Jorja Smith pun menjadi viral.

Di tahun-tahun berikutnya, ia telah bekerjasama dengan Drake, Kendrick Lamar dan Stormzy. Debut albumnya, Lost & Found, telah memenangkan sejumlah penghargaan di Grammy Awards dan Mercury Prize. Februari silam, ia membawa pulang penghargaan The Brit Awards sebagai Best Female Solo Artist (penghargaan itu kini terpajang cantik di ruang tamu huniannya). Lalu musim panas ini ia menjadi performer utama di festival Field Day, dan juga akan tampil di Glastonbury. Di atas segalanya, Smith baru saja diperkenalkan sebagai duta besar untuk Dior Makeup, mengikuti jejak Bella Hadid dan Natalie Portman. Rasanya cukup beralasan untuk mengakatan bahwa Jorja sedang menjalani perjalanan karier yang spektakuler.

Seminggu setelah pertunjukkan acara Boiler Room di London Timur, Jorja duduk di sofa beledu warna pink bersama sahabatnya Adwoa, berbagi pilihan lagu yang merangkum hidupnya. Lalu terjadi lah sebuah percakapan yang membahas tentang rasa percaya diri, tangisan, dan mengapa self-care menjadi sebuah rencana yang masuk ke agenda sang penyanyi.

jorja smith interview

Lagu Pengingat Masa Muda Beranjak Dewasa

Teenage Fantasy karya Jorja Smith

ADWOA ABOAH: Saya ingat saat Teenage Fantasy dirilis, for me it was the epitome of young love. Saya merasa sangat terhubung dan lagu itu masih menjadi salah satu lagu favorit saya. Bagaimana rasanya saat pertama kali pindah ke London di usia 18 tahun? Apakah Anda memiliki rencana hidup saat itu? How was it for you, mencari jalan sendiri, dan juga teman baru, di kota besar?

JORJA SMITH: “Saya tidak terlalu memikirkannya–I just did it… saya selalu terbiasa untuk berjalan saja mengikuti alur hidup. Saya sering bertanya tentang banyak hal, tapi saya tidak pernah mempertanyakan diri sendiri–I just go with it. Saya sangat menyukai keberadaan saya di London. Saya suka menjadi mandiri, karena itu saya sering berjalan-jalan menjelajah sendirian. Saya senang sekali saat pertama mencoba kereta bawah tanah. London sangat berbeda dengan kota tempat saya berasal.”

AA: Saat menulis lagu, apa yang Anda kerjakan terlebih dulu, lirik atau melodi?

JS: “Saya tidak pernah menulis lirik sebelumnya. Saya hanya bernyanyi lalu merangkai lirik mengikuti irama lagu. Pada awalnya memang tidak masuk akal, tapi saya akan mengulang beberapa kalimat atau kata-kata, dan terus melakukan itu hingga terdengar benar. Saya selalu merekamnya di fitur voice note di smartphone, lalu terus mengulangnya.”

AA: Lalu lagu apa yan pertama kali Anda rilis?

JS: “Lagu pertama yang saya ‘lepas’ adalah Blue Lights. Namun rasanya itu terjadi sudah sangat lama. Saya membuat lagu itu ketika saya masih di Walsall. Lagu itu saya rilis karena somehow mengingatkan saya pada rumah. Dan ternyata lagu itu menjadi ramai karena didengar begitu banyak orang, namun saya tidak pernah merilis lagu sebelumnya. Jadi, saya sesungguhnya tidak memahami reaksi apa yang normal dan yang tidak. It did very well, lalu saya kembali merilis lagu lain, dan lagu lainnya lagi, dan terus saja melepas lagu-lagu lain dan juga sejumlah video… And now we’re here.”

AA: Apakah Anda masih menulis lagu berdasarkan hal yang sedang terjadi di kehidupan Anda?

JS: “Tentu saja. Baru-baru ini saya menulis: ‘I’m constantly in awe of what you teach me’. Itu berasal dari karakter saya yang bisa menjadi sangat marah saat sedang emosi, sedangkan kekasih saya (produser musik Joel Compass) sangat handal dalam bersikap tenang. Jadi saya bilang: ‘Teach me’. Saya ingin bisa berhenti menjadi sangat marah karena itu sering mendorong saya untuk berteriak dan menjerit. I need to chill out, dan bagi saya itu sangat sulit.”

jorja smith interview

Lagu Untuk Tetap Membumi

Love Is A Losing Game karya Amy Winehouse

AA: Melihat Anda menyanyi, seringkali mengingatkan saya pada film Amy, film dokumenter tentang Any Winehouse. Ada kala saat ia menyanyikan lagu-lagu yang mewakili sebuah periode hidupnya. Namun sepanjang kariernya, ia tetap harus menyanyikan lagu-lagu tersebut. Seolah hal itu memaksa untuk membawanya kembali ke situasi tersebut. Apakah ada batasan-batasan yang Anda buat dalam hal menghidupkan kembali masa lalu saat Anda tampil di atas panggung?

JS: “Sesungguhnya saya sudah menonton Amy sebanyak empat kali… Dan saya paham, terkadang Anda tidak ingin menyanyikan hal-hal buruk yang telah Anda gubah sebagai lagu. Namun saya juga mempelajari bahwa saya cukup bisa berakting untuk menyanyikan hal-hal tersebut. Di tur saya tahun lalu, bukannya saya tidak mau menyanyi, namun saat itu begitu banyak hal terjadi di dalam waktu sangat singkat dan saya pun tengah bekerja luar biasa keras. It was too much. Saya berlari ke belakang panggung dan menangis di sela-sela performance. Saya bisa merasa sangat terpuruk, lalu harus berjalan kembali ke tengah panggung dan tersenyum, menujukkan bahwa saya tengah memiliki waktu terbaik di hidup saya. My fans don’t expect me to be happy, tetapi mereka telah datang untuk saya, dan itu membuat saya ingin memberikan performance terbaik yang bisa mereka kenang seumur hidup.”

AA: Kehidupan sekitar Anda kian berubah dan Anda merasa semua itu luar biasa, namun di saat yang sama, Anda juga bisa merasa kewalahan. Mungkin Anda sesungguhnya tidak ingin selalu di bawah spotlight. Segalanya terlihat sempurna. Anda bersyukur karenanya. Tapi ada hari-hari di mana Anda hanya ingin meringkuk di rumah dan menonton TV.

JS: “It was a big learning curve. Saya bukan robot. Saya sudah mencoba, dan tidak bisa. Tahun lalu terlalu banyak yang terjadi, para pewawancara menanyakan hal yang sama, orang-orang terus berkata ‘You’re so amazing’. Saya hanya menginginkan sedikit rasa normal, dan itu yang membuat saya merasa beruntung saat bisa bersama keluarga dan teman-teman.”

AA: Seberapa penting bagi Anda untuk dapat menjaga hubungan dengan orang-orang terbaik di sekitar Anda?

JS: “Saya butuh orang-orang jujur ada di sekitar saya dan dengan problemanya masing-masing, ingin bercerita tentang masalahnya pada saya, ketimbang hanya ingin mendengar apa yang terbaru dari saya. Satu hal yang membuat saya sedih, saya tidak punya waktu luang untuk berjumpa dengan orang-orang tersayang. Bahkan tahun lalu saya tidak punya waktu sama sekali. Lalu saya memiliki libur satu minggu dan saya coba untuk memadatinya dengan membuat janji untuk bertemu dengan para sahabat, namun harus saya batalkan karena kemudian saya menjadi terlalu letih. Lalu saya merasa sangat jahat karena saya membatalkannya. Untungnya mereka semua mengerti itu.”

 

View this post on Instagram

 

A post shared by ELLE UK (@elleuk) on

Lagu yang Buat Anda Merasa Cantik

Video by India Arie

AA: Apa artinya bagi Anda setelah menjadi duta besar untuk Dior Makeup? Kita pernah bicara sebelumnya tentang arti tumbuh besar sebagai seseorang berdarah campuran dan memiliki tanggung jawab terhadap hal itu. Apa yang Anda harapkan untuk orang-orang dapatkan dari Anda sebagai wajah sebuah label mode besar?

JS: “Ini adalah wajah baru dan wajah yang natural. Saya menggunakan makeup, tapi saya juga tidak melakukan permak apa pun pada wajah saya. Saya selalu terlihat seperti ini, untuk seorang perempuan muda berdarah campuran yang melihat saya.

(Photo: DOC. ELLEphotography DANIEL CLAVERO styling JOANNA SCHLENZKA interviewer ADWOA ABOAH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *