Kallula: ‘This Love’ Adalah Negosiasi dan Toleransi

kallula interview elle indonesia 2019

Lewat lagu ‘This Love’ yang dirilis 11 Oktober 2019, Kallula menyuarakan identitas musik pribadi dibalut elegi antara hati dan logika.

Kallula, apa yang terjadi dengan Kimokal hingga Anda berjalan solo?
“Sebenarnya, Kimokal sedang merancang proyek yang lebih besar. Kami tengah dalam proses negosiasi untuk memulai kerjasama dengan sebuah label internasional. Jadi, bisa dibilang kami tidak seutuhnya vakum, hanya rehat dengan tidak tampil berdua. Usai merilis album Aries bulan Maret 2019 lalu, kami sepakat untuk mengeksplorasi kreativitas masing-masing selagi proses tersebut.”

Sebelum berduet dalam Kimokal, Anda sempat tergabung dalam sebuah band (LCD Trip) dan Anda juga kerap menjadi kolaborator musisi lain. Apakah Anda memandang diri Anda sebagai nomaden?
“Kurang lebih, iya. Tapi dengan berpindah-pindah, saya jadi punya banyak pengalaman yang tidak dimiliki orang lain, dan itu membuat saya berkembang. Tentu saja tetap ada tantangan, karena artinya saya berdiri mandiri. Saya memiliki kebebasan mewujudkan apa yang saya inginkan. Semua itu, dengan caranya, menuntut saya untuk memikirkan apa dan bagaimana meraihnya.”

kallula interview elle indonesia 2019

Apa yang ingin Anda raih dari proyek solo ini?
I’ve been wanting this for so long. Ketika akhirnya merilis This Love, rasanya… seperti sebuah kepuasan pribadi, di mana saya merasa proyek ini akhirnya menginterpretasi identitas saya.

Reff lagu This Love terkesan seperti seseorang yang menjalani suatu hubungan dengan lebih banyak menggunakan logika. Bagaimana Anda sendiri memaknai Cinta?
Cinta adalah negosiasi dan toleransi. Sebab, relasi antar dua individu atau lebih, ialah sebuah hubungan timbal-balik. Saya adalah anak tunggal di keluarga. Ibu saya memberikan segalanya, cinta dan apapun kebutuhan saya, hanya untuk saya. I’ve been selfish all my life, tapi seiring usia bertambah, dan banyak hal terjadi di luar rencana. Saya belajar untuk berkompromi dengan segala hal serta pihak-pihak yang terlibat di dalamnya, termasuk jika menyangkut percintaan. Adakalanya berkorban itu perlu, tapi sejauh mana Anda harus berkorban? Apakah hal itu membuat Anda bahagia? Jika tidak, Anda tidak perlu membuat waktu dan menyumbang energi Anda untuk hal tersebut.

Penjelasan Anda menggambarkan yang utama adalah mencintai diri sendiri. Saya setuju itu, tapi apakah Anda tidak merasa hal tersebut egois?
Tidak. Mencintai diri sendiri bukan berarti Anda narsistik. Tidak ada yang salah dari menempatkan diri sendiri sebagai prioritas. Untuk mencintai seseorang, pertama Anda harus mencintai diri sendiri. Saya selalu mengatakan pada diri sendiri, bagaimana Anda bisa mencintai orang lain jika tidak memulai dari diri sendiri?

kallula interview elle indonesia 2019

Di single ini, musik Anda terdengar lebih energik dengan nuansa disko era ’80-an. Apakah ini cara Anda melepaskan diri dari citra seorang anggota grup?
Saya suka musik disko di era ’80-an. Menurut saya, musiknya sangat klasik hingga bisa kita dengarkan sepuluh bahkan 20 tahun ke depan. Saya ingin lagu saya seperti itu, yang orang tidak menguap dan mengantuk saat mendengarnya.

Bagaimana Anda menemukan diri Anda dalam konsep genre tersebut?
Electronic is a fun and reversible music, selayaknya hidup saya secara general. Saya bisa menyesuaikan diri di mana saya berada. Orang sering bertanya, bagaimana saya ingin dipandang; seorang musisi, content creator, fashion influencer? I am everything in between, dan saya tidak merasa perlu mengotakan diri.

Bagaimana cara Anda menonjolkan karakter sendiri tanpa terdengar seperti Kimokal?
Saya menulis lagu dengan cara yang berbeda dari saya di Kimokal, atau ketika saya menjadi kolaborator musisi lain. Saya pikir, perlu waktu bagi pendengar untuk mendengar karakter saya pribadi dalam musik, tidak bisa hanya lewat satu single. It’s too soon to decide. Mungkin setelah beberapa lagu, kalian akan bisa mendengarnya, hopefully.

Tetapi Dipha Barus memproduseri Anda dalam single ini, yang mana Anda pernah berkolaborasi bersama untuk lagu No One Can’t Stop Us dan alirannya cukup serupa.
Ketika meminta bantuan Dipha Barus untuk memproduseri lagu This Love, ia bertanya mengapa saya tidak kembali pada latar belakang band. Saya tidak masalah dengan itu, namun saya tegaskan padanya bahwa saya tidak akan meninggalkan musik elektronik. Oleh karena itu, musik di lagu ini seluruhnya organik kami buat dengan piano, gitar, dan banyak alat syntesizer.

kallula interview elle indonesia 2019

Lalu, berapa lama kami harus menunggu sampai bisa mendapatkan album solo Kallula?
Sebenarnya saya telah merekam beberapa lagu, dan merencanakan sebuah album rilis dalam waktu dekat. Tapi, semangat saya yang ingin buru-buru itu selalu ditenangkan oleh label. Hahaha. Sebagai musisi, kami terkadang memang butuh itu, diingatkan bahwa di dalam proses tetap butuh strategi. Jadi, saya akan merilis beberapa single sebelum sampai pada tujuan akhir saya, sebuah album. Lagipula, saya juga ingin meliihat animo publik dengan musik baru saya.

Photo: DOC. ELLE Indonesia; photography FICKAR HAJAR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.