Keira Knightley Tumbuhkan semangat Feminisme dalam Diri dan Keluarga

keira knightley interview elle indonesia

Wawancara eksklusif Keira Knightley bersama ELLE Indonesia tentang kesetaraan dan peran terbaiknya di luar film.

Keira Knightley menyedot seluruh perhatian kala tiba di ekshibisi Chanel Mademoiselle Privé Shanghai pada 18 April 2019 silam. Berbalut busana Chanel warna hitam, sang aktris yang tengah mengandung anak kedua begitu ramah menyapa tamu undangan lain, termasuk kami.

Ia pun sempatkan duduk bersama kami dan berbincang mengenai isu kesetaraan gender yang tengah hangat. Sosok Gabrielle Chanel turut diakui Keira Knightley sebagai salah satu figur perempuan kuat dalam hidupnya.

ELLE: Apa artinya menjadi seorang feminis di 2019?

KK: “Gagasan saya mengenai menjadi seorang feminis saat ini adalah mengenai pilihan-pilihan perempuan. Saya rasa ini semua tentang kemampuan perempuan untuk mendapatkan upah setara dengan laki-laki, dan mengenai kebebasan. Terlebih ketika kita masih hidup di dunia dimana, di Inggris dan di Amerika, perempuan masih mendapatkan upah 17% lebih sedikit dari laki-laki untuk pekerjaan yang sama. Hingga kita memiliki kesetaraan finansial, hak atas tubuh kita sendiri, memiliki suara apabila kita diperlakukan tidak adil dan kepercayaan akan adanya konsekuensi, kita belum memiliki kesetaraan. Feminisme adalah tentang kesetaraan. Feminisme bukanlah soal menjadi lebih baik dari laki-laki, nemun menyoal mendapatkan hak yang sama dengan laki-laki.”

ELLE: Anda telah memainkan begitu banyak peran perempuan kuat dalam periode waktu berbeda-beda. Apakah menurut Anda menjadi seorang perempuan saat ini lebih sulit ketimbang di periode waktu lampau?

KK: “Tidak, saya rasa dalam berbagai periode waktu lampau lebih sulit dari hari ini. Terutama dalam hal kesehatan. Saya hanya dapat berbicara tentang Inggris tentang ini, tapi masih ada begitu banyak isu, terlebih ketika Anda berbicara soal maternal health. Salah satu isu feminis terbesar seharusnya lebih banyak mengenai keberlanjutan perawatan. Karena saat ini, kita tidak memiliki bidan sebelum, saat, dan setelah melahirkan. Perempuan berurusan dengan orang asing selama ini dan hal ini dapat membuat mereka merasa kesepian, serta mendatangkan kesulitan-kesulitan secara mental maupun fisik. Saya rasa isu ini akan menjadi perhatian saya di Inggris, saat ini.”

 

keira knightley interview elle indonesia

ELLE: Anda menulis sebuah esai menarik untuk buku Feminists Don’t Wear Pink (and Other Lies), yang membicarakan tentang kehidupan pasca melahirkan. Sebagai seorang ibu, apa yang ingin Anda ajarkan pada putri (atau putra Anda di masa depan) tentang kesetaraan?

KK: “Saya ingin mengajarkan mereka untuk memperjuangkan hak-hak mereka. Jangan menerimanya apabila itu tidak adil. Saya rasa, untuk bertahun-tahun, kita, perempuan, di Inggris kami menyebutnya ‘gas-lighting’, yaitu ketika seseorang membuat Anda berpikir bahwa Anda gila karena Anda mengatakan sesuatu ada yang tidak benar. Apabila itu tidak adil, Anda tidak gila karena mengatakan itu tidak adil. Karena itu, kita perlu melanjutkan perjuangan kita untuk membuatnya adil. Saya berharap dapat membesarkan putri saya dengan pola pikir bahwa ia dapat melakukan apapun yang ia inginkan selama ia mengusahakannya. Akan selalu ada batasan-batasan dalam perjalanannya, dan ia harus bisa mempertanyakan dirinya bagaimana cara untuk melalui batasan-batasan tersebut. Apabila ia tidak mampu, secara legal maupun politik, lalu bagaimana ia menjadi bagian sebuah grup atau sebuah pergerakan yang dapat memajukan sesuatu.”

ELLE: Pemberdayaan perempuan merupakan salah satu semangat terpenting rumah mode Chanel, di mana Anda menjadi ambasadorny. Bagaimana Anda menghubungkan diri Anda dengannya?

KK: “Saya selalu merasa tertarik dengan Chanel karena kisah di baliknya dan fakta bahwa ia menciptakan segalanya pada waktu di mana tidak ada ruang bagi perempuan untuk berbisnis. Fakta bahwa ia tak hanya sekadar membuat bisnis, tapi membuat bisnis yang bertahan bahkan melampaui hidupnya. Ketika saya mencari peran dalam film, kadang kala, saya suka menjadi terinspirasi dari perempuan-perempuan yang saya perankan. Saya merasa beruntung telah bekerja sama dengan Chanel untuk waktu yang cukup lama karena Gabrielle Chanel adalah seorang perempuan yang inspiratif. She broke rules, she rewrote the rules, she’s a trailblazer. Saya rasa sosoknya menjadi aspirasi kita semua.”

ELLE: Anda telah menjadi ambasador Chanel untuk waktu yang cukup lama. Apa Anda masih ingat memori paling awal Anda dengan Chanel?

Keira Knightley (KK): “Memori pertama saya tentang Chanel mungkin tentang fakta bahwa nenek saya mengenakan Chanel No.5. Saya ingat sekali parfum tersebut ada dalam sebuah botol di mana kami semua tidak ada yang boleh bermain dengannya, karena itu merupakan sebuah harta baginya. Produk Chanel pertama yang saya beli adalah sebuah lipstik merah. Lipstik Chanel ini saya beli saat saya masih remaja, dan tak seorang teman pun saya perbolehkan untuk meminjamnya!”

(Photo: DOC. CHANEL)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *