Lady Gaga Menaklukan Dunia dengan Kebaikan

lady gaga cover elle indonesia december 2019

Lady Gaga duduk bersama Oprah dan membicarakan gangguan kesehatan mental yang telah membangkitkan stigma di masyarakat. Keduanya berencana mengambil peran.

Lady Gaga pernah diundang Pangeran William di London untuk mendiskusikan upaya kerja sama dalam menggagas berbagai inisiatif penanggulangan gangguan kesehatan mental (namun kala itu ia tidak dapat hadir karena tengah dalam penanganan dokter); Oprah Winfrey bekerja sama dengan Pangeran Harry untuk membuat film dokumenter yang mengulas dan menjelajahi isu tersebut (akan dirilis tahun 2020).

Saat berhadapan dengan idoalnya, sosok perempuan yang menguasai berbagai bidang itu, Gaga bercerita perjuangannya melawan gangguan kesehatan mental dan pertumbuhan kariernya (Musik, film, dan baru-baru ini merilis label makeup Haus Laboratories) yang ditempa lewat penderitaan serta perjalanannya menuju kebaikan.

Orah (O) : “Menurut saya, hal paling baik dengan dampak paling besar yang pernah Anda lakukan adalah saat mendirikan Born This Way Foundation. Kala itu Anda seolah membuat pernyataan kepada orang-orang bahwa apa pun karakter Anda, harusnya menjadi cara untuk menjalani hidup seutuhnya. Saya ingin tahu, nasihat apa yang Anda berikan kepada orang-orang yang masih takut menjadi dirinya sendiri dan yang menjalani kehidupan dengan kepalsuan.”
Lady Gaga (LG) : “Sebetulnya bukan palsu. Jika Anda belum menerima diri Anda apa adanya, maka artinya Anda belum siap. Dan saya akan menguatkan Anda dengan kasih sayang untuk tidak menyerah dalam mengambil langkah menuju kejujuran setiap hari.”

O: “Itu sangat baik hati.”
LG: “Mudah untuk mendorong orang lain menjadi berani, tapi sejujurnya hal itu sangat sulit untuk dilakukan. Rasa malu itu berkuasa. Sebaiknya beri waktu untuk diri sendiri. Dorong diri untuk mengambil langkah-langkah kecil setiap hari. Itu bukan hidup yang palsu, malahan sebuah realita. Tapi realita bisa berubah. Hal itu yang menjadi alasan saya mendirikan Haus Laboratories.”

lady gaga cover elle indonesia december 2019
Busana: MARC JACOBS (Blazer, topi, scarf), CARTIER (anting).

O: “Apa yang membuat Anda merasa siap untuk menjadi seorang pengusaha di industri kecantikan?”
LG: “Saya ingin melakukan ini karena (a), saya punya waktu—saya ingin mencurahkan segalanya pada kegiatan ini, karena memang saya selalu terjun langsung di tiap pekerjaan. Sidik jari saya ada di seluruh kegiatan pekerjaan, layaknya sebuah TKP. Dan (b), saya merasa bahwa sudah ada panggung yang berdiri dari segala hal yang telah saya perjuangkan. Jadi perusahaan ini akan muncul layaknya sebuah pemberontakan atas nama kebaikan yang melawan status quo industri kecantikan masa kini, yang kerap tampak di media sosial, yaitu berbagai ajang kontes kecantikan. Perusahaan ini hadir dengan prinsip, ‘Our Haus. Your Rules.’ Dan semua orang disambut di sini— setiap identitas maupun gender.”

O: “Kekuatan yang dimiliki sebuah produk kecantikan untuk meningkatkan percaya diri seseorang sangat mengagumkan. Saya ingat sewaktu berada di sebuah rumah sakit di Etiopia, di mana para perempuan sedang melakukan operasi fistula dan kami membagibagikan lipstik. Mereka betul-betul mencoba sekuat tenaga untuk merangkak keluar dari tempat tidur untuk mengambilnya.”
LG: “Di usia muda, saya tidak merasa cantik. Berjuang menjadi musisi, saya punya tiga pekerjaan di saat bersamaan, saya membayar uang sewa apartemen sendiri, dan masih menyempatkan membeli makeup. Saya bereksperimen dengan warna dan melihat diri sendiri di depan kaca. Saya menemukan ‘Lady Gaga’. Dan hal itu membuat saya merasa kuat dan berkuasa. Saya telah menderita depresi sejak masih kecil, tapi sosok ‘pahlawan’ yang berada di dalam diri saya ini seolah tersibak, layaknya Clark Kent dan Superman—ini memberi saya sayap untuk terbang.”

O: “Anda mencurahkan energi besar untuk film A Star is Born, dan kemudian menjadi salah satu film terbesar di tahun itu. Bagaimana rasanya saat semua selesai? Bagaimana Anda berpisah dengan karakter Ally dan seluruh pengalaman tersebut?”
LG: “Sebetulnya karakter Ally bertahan di dalam diri saya untuk waktu lama. Saya harus menjalani kembali karier lampau saya untuk menghidupkan peran itu. Itu merupakan sebuah momen di hidup saya pribadi. Karena itu butuh waktu sangat lama untuk melepasnya. Saat saya memenangkan Oscar untuk lagu Shallow, seorang wartawan bertanya, ‘Saat Anda memandang piala Oscar di tangan, apa yang Anda lihat?’ Saya menjawab, ‘Saya melihat banyak penderitaan.’ Saya tidak bohong. Saya pernah diperkosa saat berusia 19 tahun, berulang kali. Saya pernah dihantui rasa trauma dalam berbagai cara yang berada dalam karier saya selama bertahun-tahun. Namun saya bertahan dan tetap berjuang. Dan ketika saya memandang piala Oscar di tangan, saya melihat rasa sakit.”

lady gaga cover elle indonesia december 2019
Busana: LOUIS VUITTON (Cape dan crop top), YEPREM (aksesori tangan).

O: “Penderitaan yang harus Anda lewati untuk mencapai titik keberhasilan. Karena saat Anda diperkosa, di usia semuda itu dan terjadi berulang kali, Anda pasti akan mengalami PTSD (post-traumatic stress disorder) bertahun-tahun lamanya.”
LG: Saya memiliki PTSD dan penyakit kronis. Respon terhadap trauma berupa nyeri neuropatik adalah kegiatan mingguan saya. Saya sedang dalam masa pengobatan yang melibatkan beberapa dokter. Ini cara saya untuk bertahan. Tapi tahukah Anda, Oprah? Saya tetap bertahan dan berjalan. Orang-orang di luar sana yang pernah melewati begitu banyak hal buruk dalam hidupnya harus tahu bahwa mereka juga mampu untuk tetap bertahan dan berjuang untuk memenangkan ‘Oscar’ mereka. Saya pun ingin mengajak siapa pun untuk mencari bantuan saat mereka merasa siap. Dan jika mereka melihat seseorang tengah menderita, maka datangi dan katakan, ‘Hey, I see you… dan saya ada di sini untuk membantu. Tell me your story.’”

O: “Menurut Anda, apa yang sebetulnya hidup ini inginkan dari kita?”
LG: “Saya percaya, hidup menginginkan kita untuk siap menerima tantangan, yakni tantangan untuk tetap berbaik hati. Hidup bisa menjadi sangat gelap dan penuh masalah; perang, kelaparan, kebencian, dan kekejaman hidup. Dan saat situasi buruk, bisakah Anda tetap berbaik hati?”

Wawancara lengkap Lady Gaga dan Oprah dapat dibaca dalam cover story ELLE Indonesia Desember 2019 (terbit 25 November 2019).

lady gaga cover elle indonesia december 2019

Foto: DOC. ELLE; photography SØLVE SUNDSBØ styling TOM EEREBOUT dan SANDRA AMADOR, hair FREDERIC ASPIRAS FOR JOICO makeup SARAH TANNO for HAUS LABORATORIES manicure MIHO OKAWARA for MIHO NAILS produced by JOY ASABURY at JOY ASBURY PRODUCTIONS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *