Laura Basuki: Akting Itu Bukan Keangkuhan

Laura Basuki bercerita tentang tantangan memerankan atlet perempuan cabang bulu tangkis paling legendaris di Indonesia, Susi Susanti, untuk film biopik terbarunya kepada Rianty Rusmalia.

Laura menghabiskan masa kecil dengan kehidupan bak anak perempuan manis yang tidak ‘macam-macam’. Kesehariannya diisi dengan kegiatan belajar dan bermain di rumah. Begitu pun saat ia menempuh studi Ekonomi di Universitas Atmajaya Jakarta. Tak banyak yang ia lakukan selain kuliah dan sibuk dengan kegiatan modeling. Sang ibu mendidik Laura cukup keras soal pendidikan.  Anak perempuannya ini diharuskan mendapat nilai bagus di sekolah dan kampus.

Pada usia 16 tahun, semasa libur sekolah, Laura diikutsertakan pada kegiatan modeling. “Sejujurnya saat itu ikut kelas di OQ Modelling bukan karena ingin jadi model. Tapi karena saya ingin belajar pakai sepatu bertumit tinggi. Eh, ternyata jalannya memang di sini. Saya jadi sering tampil di halaman-halaman majalah dan ikut jalan di panggung-panggung fashion show di Jakarta. Kemudian sempat ikut casting fashion show-nya Mas Biyan dan lolos. Senang dan seru banget rasanya!” cerita Laura.

laura basuki interview elle indonesia

Busana: MIU MIU (gaun sebagai atasan, jaket bomber, dan rok bahan kulit), DIOR (sepatu bot).

Saat saya temui, perempuan kelahiran 9 Januari 1988 ini sedang merampungkan kegiatan syuting film yang mengangkat legenda atlet bulu tangkis Indonesia, Susi Susanti. Laura mengaku pada saya, ia luar biasa senang atas kesempatan memerankan sosok penting di dunia olahraga bulu tangkis Indonesia. Awalnya, Laura menolak peran ini. Ia khawatir tidak mampu berakting maksimal untuk memerankan sosok Susi Susanti. Laura lantas menantang diri dan meyakinkan hatinya bahwa ia pasti bisa melewati apapun. Termasuk tantangan menerima peran apapun.

“Ini salah satu peran dengan persiapan paling lama. Empat bulan latihan fisik, bulu tangkis, dan belajar koreografi saat memegang raket. Saya dilatih oleh pelatihnya Susi Susanti, jadi seru banget! Saya jadi paham seperti apa sesungguhnya gaya Susi di lapangan pertandingan.” sambil dirias wajahnya, Laura tetap asyik bercerita tentang pengalamannya. Laura tidak bisa menyembunyikan kesenangannya atas kesempatan bermain di film ini. Bukan hanya soal aktingnya, tetapi juga peuang untuk mengenal hal-hal yang sebelumnya asing.

laura basuki interview elle indonesia

Busana: PRADA (gaun dan blazer), DIOR (sepatu bot).

“Karena main di film ini, saya jadi tahu karakter Mbak Susi yang ternyata sangat ambisius dan terlihat sekali ia menyukai bidang yang dijalani. Enggak heran dulu beliau sering banget menang pertandingan bulu tangkis. Sebab ternyata, olahraga bukan sebatas perkara skill dan jago di pertandingan, tetapi juga soal mental yang sekuat baja. Saya jadi kagum pada profesi atlet.” Ucap Laura.

Dalam suatu kesempatan, saat syuting film Madre, almarhum Didi Petet bercerita pada Laura. Tentang kehidupan sebagai aktor dan bagaimana menjadi ‘manusia’. “Saya ingat beliau bilang, aktor yang baik adalah dia yang bisa membuat lawan mainnya berakting maksimal. Ia juga mengatakan bahwa akting itu bukan soal keangkuhan. Aktor adalah profesi yang bekerja dengan hati. Dan tidak ada yang perlu disombongkan dari profesi ini. Saya sangat setuju dengan pernyataan Om Didi.” kisah Laura.

“Berada di industri perfilman, saya jadi haus akan peran yang beragam. Saya tidak ingin kemampuan saya hanya itu-itu saja. Saya berharap ke depannya ada peran-peran yang ‘tidak biasa’ untuk saya. Mungkin pembunuh atau seseorang yang mengidap penyakit jiwa. Harus diakui, ada kesenangan luar biasa saat kita berhasil memerankan suatu karakter, apalagi jika mampu menyentuh hati penonton. Dulu bisa dibilang orang yang saya kenal itu tidak beragam. Enggak jauh dari pertemanan dan keluarga. Keberadaan saya di industri ini ternyata membuka lebar pintu kesempatan untuk mengenal berbagai macam karakter manusia.”

laura basuki interview elle indonesia

Busana: LOUIS VUITTON (jaket dan rok lipit), MIU MIU (sepatu).

Sebuah jalan tanpa rencana juga terjadi pada kehidupan romansa Laura Basuki. Laki-laki yang beda usia 11 tahun dengannya ini menjadi sosok yang begitu dicintai Laura. “Tentu ada alasan hingga akhirnya saya jatuh cinta dengannya. Deretan kualitas sifat Leo mampu mengubah ke mana arah hati ini. Leo punya kesabaran tingkat tinggi. Ia sangat sabar, percaya diri, tapi selalu tetap tenang dalam kondisi apapun. Yang paling bikin jatuh cinta, dia sangat percaya dengan saya dan kemampuannya untuk membuat kami merasa saling nyaman. Bagi saya, ia adalah sosok yang selalu memancarkan cinta dan kasih sayang.” senyum Laura menutup kalimat saat berbicara tentang suaminya, Leo Sandjaja.

Adalah Rinaldy Yunardi, desainer aksesori, yang mengenalkan Leo kepada Laura. “Suatu hari Ko Yung Yung (panggilan Rinaldy Yunardi) bilang, ia mengenalkan saya dengan seorang laki-laki yang baik hati. Sebetulnya saya agak malas dengan perjodohan, tapi toh enggak ada salahnya. Akhirnya saya mengenal Leo dan ternyata kami cocok meski dia 11 tahun lebih tua.

Kehadiran sosok suami di hidup Laura membawa kebahagiaan tak terkira. Berbagi rasa senang dan bersama-sama menciptakan bahagia. “Cinta sejatinya membuat manusia memberikan yang terbaik dari dirinya. Ketika memutuskan untuk menikah, saya sadar saya tidak bisa hanya berharap untuk bahagia. Saya harus mengusahakannya dengan menjadi versi terbaik diri saya sendiri sebagai ibu dari seorang anak sekaligus istri dan pasangan hidup Leo. Saya akan melakukan yang terbaik untuk mereka keluarga saya.” pungkas Laura mengakhiri pembicaraan.

(Foto Doc. ELLE Indonesia; photography ANTON ISMAELstyling ISMELYA MUNTUmakeup and hairdo MORIN IWASHITA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *