Nikita Willy Semakin Bijak Memandang Kehidupan

Nikita Willy for ELLE Indonesia photography Vicky Tanzil styling Ismelya Muntu makeup Rommy Andreas hair Jooe Yunedi

Di tengah gelombang pujian dan kritik datang menerpa, Nikita Willy memenuhi hatinya dengan cinta dan kebahagiaan sehingga hal-hal biasa bahkan buruk sekalipun bisa menjadi begitu indah.

Suatu waktu saya pernah menyelipkan diri ke dalam gerbong kereta. Orang-orang berimpitan di sekitar saya. Pada situasi tersebut, saya bisa merasa jengkel atau justru malah senang karena tidak perlu berpegangan. Setiap orang akan menanggapi situasi yang sama dengan cara yang berbeda. Jika sesekali kita mengamati, maka kita akan memahami bahwa yang mengusik diri kita bukanlah keadaan dunia, melainkan cara pandang kita. Nikita Willy, aktris Indonesia yang namanya populer di negeri ini, memiliki prinsip serupa. Apa pun yang dihadirkan dunia, ia memilih bahagia dan terbuka pada berbagai kemungkinan dan kejadian sehingga hidup tak terasa menjenuhkan.

Keterbukaannya pada tantangan turut membuat Nikita Willy menyenangi traveling. Berawal dari sang ibu yang gemar bepergian, kini Nikita memiliki hobi yang sama. “Saya suka sekali pergi ke destinasi yang bukan kota metropolitan, seperti misalnya Peru, Bhutan, Namibia, Nepal, dan Patagonia. Dan traveling itu banyak mengubah saya. Saat pergi ke suatu tempat, saya belajar mandiri sekaligus percaya diri. Termasuk berlatih menyelesaikan masalah karena selalu ada tantangan setiap bepergian. Mulai dari persoalan bahasa, sampai urusan makanan,” ceritanya.

Nikita Willy for ELLE Indonesia photography Vicky Tanzil styling Ismelya Muntu makeup Rommy Andreas hair Jooe Yunedi
Nikita Willy for ELLE Indonesia October 2021 photography Vicky Tanzil styling Ismelya Muntu fashion Coach makeup Rommy Andreas hair Jooe Yunedi

Nikita Willy memulai perjalanan kariernya di industri hiburan sejak usia 8 tahun. Menyimak ketenarannya hari ini, kita tak pernah mengira bahwa dulu ia sangat pemalu. “Sewaktu kecil saya sangat canggung ketika berada di tengah orang banyak. Saking merasa takutnya, sampai-sampai seorang asisten atau sopir akan menunggu di depan kelas agar saya tak menangis di tengah-tengah pelajaran sekolah,” kisah Nikita. Sifat pemalunya ini lantas membuat sang ibu mendaftarkan Nikita ikut berbagai kegiatan. Saat usianya masih 5 tahun, Nikita mengaku sudah sangat mengidolakan Sherina Munaf. Maka ia meminta sang ibu agar memasukkannya ke sekolah balet yang sama dengan Sherina. “Jadi saya semangat les balet supaya bisa ketemu Sherina. Dan kami sempat beberapa kali satu panggung di pentas teater balet. Sherina yang ketika itu sudah cukup dewasa berperan sebagai seorang puteri, sedangkan saya sebagai kelinci yang mondar-mandir di atas panggung atau menjadi pohon yang berdiam diri di latar panggung,” kenang perempuan kelahiran 1994 ini.

Seorang casting director kemudian tak sengaja ‘menemukan’ Nikita saat perempuan ini ikut mengantar saudaranya casting di sebuah rumah produksi. Tahun 2002, Nikita Willy mulai bermain di sinetron berjudul Hari Potret yang tayang di stasiun televisi swasta. Semenjak itu, puluhan judul sinetron dan film ia perankan. Namanya pun kian dikenal di jagat hiburan Tanah Air. Lebih dari dua dekade menggeluti seni peran, Nikita Willy tercatat meraih berbagai penghargaan, di antara lain, Aktris Terfavorit dalam Panasonic Gobel Awards 2010, Aktris Wanita Favorit di ajang Indonesia Kids Choice Awards 2014, dan Pemeran Wanita Serial Terpuji di acara Festival Film Bandung 2019.

Nikita Willy for ELLE Indonesia October 2021 photography Vicky Tanzil styling Ismelya Muntu fashion Coach makeup Rommy Andreas hair Jooe Yunedi
Nikita Willy for ELLE Indonesia October 2021 photography Vicky Tanzil styling Ismelya Muntu fashion Coach makeup Rommy Andreas hair Jooe Yunedi

“Saya memulai karier saat masih sangat kecil, bahkan belum ada media sosial dan internet. Tidak mudah memperoleh kesempatan casting apalagi mendapat peran di sinetron. Ada masanya saya berkali-kali ditolak atau menunggu casting hingga beberapa jam lamanya tapi akhirnya tidak lolos. Ditambah lagi mesti belajar ekstra keras agar nilai di sekolah tetap bagus. Pengalaman penuh kesukaran sekaligus kecintaan pada apa yang dikerjakan yang akhirnya membuat saya bertahan hingga hari ini. Sesungguhnya saya tidak mengejar apa pun, selain memang senang bisa melakukan sesuatu yang saya cintai,” ungkapnya.

Nikita Willy kini tak hanya dikenal lewat kiprahnya di dunia hiburan. Ia sekarang menekuni bisnis dengan mendirikan merek skincare Dreamy by Nikita Willy dan label aksesori bertajuk Nikita Willy Gold. “Mulai belajar bisnis sejak usia 15 tahun karena saat itu sudah bisa menghasilkan uang sendiri dan uangnya saya pakai untuk membeli properti untuk kemudian disewakan ke orang lain. Tahun 2019, saya melansir Dreamy karena saya suka banget merawat kulit wajah dan tubuh. Tahun lalu meluncurkan
Nikita Willy Gold karena rasanya setiap perempuan menyukai jewellery dan saya ingin kita belajar berinvestasi karena emas bisa menjadi salah satu opsinya. Well, bisnis itu ternyata tidak mudah. Banyak sekali kesalahan yang terjadi dan dunia bisnis penuh risiko. Tidak ada yang namanya benar-benar siap. Bagai petualangan, kesempatan berbisnis membuat saya belajar dan menjadi dewasa,” cerita Nikita.

Nikita Willy for ELLE Indonesia October 2021 photography Vicky Tanzil styling Ismelya Muntu fashion Coach makeup Rommy Andreas hair Jooe Yunedi
Nikita Willy for ELLE Indonesia October 2021 photography Vicky Tanzil styling Ismelya Muntu fashion Coach makeup Rommy Andreas hair Jooe Yunedi

Bagaimana kita bisa tahu apakah seseorang hidupnya benar-benar telah tercerahkan? Hujani dia dengan pujian dan kritikan. Bak batu besar, Nikita Willy menunjukkan sikap yang rendah hati sekaligus tenang saat gelombang pujian dan kritik datang menerpa. “Saya sudah punya pembenci dari usia 10 tahun. Dulu, setiap hari, kotak surat saya penuh. Ada yang memberi dukungan, tak jarang yang isinya marah-marah. Kalau Anda mengetik nama saya di Google, maka Anda akan menemukan banyak artikel tentang saya berusia belasan tahun dicaci maki dan dianggap tua seperti seorang tante hanya karena saya sedang hobi memakai sepatu high heels dan saat itu sedang berperan sebagai orang dewasa di suatu sinetron. Namun masa-masa penuh air mata sudah terlewati. Semakin dewasa, semakin saya bijak menanggapi apa pun. Sebab ketika semuanya berjalan seperti apa yang kita inginkan, kita akan lebih mudah lupa diri. Saat mengalami kesulitan, kita akan semakin kuat. Terkadang orang yang menyulitkan hidup kita hari ini barangkali seorang guru kiriman dari langit, yang sedang bertugas menyamar untuk mematangkan kedewasaan kita,” tutup Nikita Willy.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.