Lewat Pameran Karya ‘Divine Touch’ Rayakan Usia 25 Tahun Interni Asia

interni asia - divine touch

Menelusuri pameran ‘Divine Touch’ yang mempertemukan desainer mode dan desainer interior dalam perayaan 25 tahun Interni Asia di Indonesia.

Sudah seperempat abad berlalu sejak Rika Thohir mendirikan Interni Asia pada tahun 1994. Sebagai distributor kain spesialis interior kala itu, merek-merek yang dihadirkan tidak sembarangan, meliputi Robert Allen dan Beacon Hill. Kualitas bertaraf internasional menjadi standar yang tak dikompromikan.

interni asia - divine touch

Kini, kiprahnya telah sampai di era perak. Kuantitas pilihan berkualitas yang ditawarkan kian beragam. Para pelanggan bisa menemukan nama-nama premium penyedia bahan material untuk produk interior mulai dari Armani/Casa, Dominique Kieffer, James Hare, Jim Thompson, Nitas, Rubelli, Sandberg, Thibaut, hingga VC.

Perjalanan panjang Interni Asia dipestakan bulan September 2019 silam. Bersituasikan di showroom-nya di Jalan Barito, Jakarta, sebuah pameran artistik dibuka untuk publik selama tujuh hari (13-19 September 2019). 10 karya meliputi lima instalasi desain perabot dan lima rancangan gaun malam nan megah ditampilkan dalam tema Divine Touch, 25 Years of Weaving Luxury yang terinspirasi legenda King Midas, seorang raja yang mampu mengubah setiap benda menjadi emas hanya dengan menyentuhnya.

Interni Asia menggandeng lima desainer interior serta lima perancang busana Indonesia untuk berkreasi menggunakan kain ruangan. Ruang pameran terbagi dalam dua zona. Menyambut para pengunjung di lantai dasar showroom, empat kursi berwajah atraktif ditata berbaris mujur ke belakang. Shirley Gouw, Sammy Hendramianto, Agam Riadi, dan Prasetio Budhi, masing-masing merancangnya dengan mengaplikasikan kain wallpaper merek Jim Thompson dalam interpretasi gaya pribadi.

Di dekat tangga, sebuah patung kuda menopang tiang besi bercabang serupa ranting dan tersarung kain berserat mencuri perhatian. Karya Thommas Elliott itu mengantarkan para pengunjung menuju lantai atas yang telah disulap menjadi galeri mode. Manekin-manekin berbalut gaun malam bersiluet megah rancangan Adrian Gan, Didi Budiardjo, Eddy Betty, Rinaldy A.Yunardi, dan Sebastian Gunawan ditata menyebar di lantai dua.

Para desainer mode ditantang mengubah kain wallpaper—yang pernah digunakan membuat kostum serial televisi Games of Throne—dari Rubelli dan Dedar menjadi adibusana nan ekspresif. Pengunjung pameran yang hadir pada malam pembukaan dapat menawar gaun-gaun tersebut dalam kegiatan lelang yang digagas demi mengumpulkan donasi sosial.

“Harapan saya karya-karya ini mampu menginspirasi sekaligus membuktikan bahwa kain interior mampu merepresentasikan cita rasa dan gaya hidup,” ujar Rika Thohir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.