Metode Harmonis Komposisi Desain Doshi Levien

interior design doshi levien

Mengawinkan aspek kultural, teknologi, desain industri, dan craftsmanship nan ulung, karya-karya Doshi Levien mencuatkan esensi keindahan yang mendalam.

Firma desain bernama Doshi Levien merupakan kolektif kreatif berbasis di London yang didirikan oleh duo desainer Nipa Doshi dan Jonathan Levien. Doshi tumbuh besar dalam lingkungan sarat pluralisme yang mengasah kepekaan budaya, sementara Levien berada di wilayah presisi dari desain industri. Sensibilitas craftsmanship, pemahaman terhadap material, didukung oleh riset memadai, dengan proses desain yang meliputi melukis, memahat, dan pembuatan warna. Tumbukan unsur-unsur tersebut menghasilkan kreasi yang memaparkan kekayaan ide dan atensi terhadap detail yang effortless.

Karya-karya yang dihasilkan Doshi Levien terentang mulai dari tekstil, furnitur, lampu, keramik, permadani, hingga sepatu. Menjadi bagian dari kolaborasi dengan berbagai brand kenamaan seperti B&B Italia, Moroso, Kvadrat, Kettal, Cappellini, museum internasional dan institusi kultural yang prestisius (salah satunya Sevres – Cité de la Céramique di Prancis), dan di galeri milik Doshi Levien di Paris, Galerie Kreo.

Belum lama ini mereka meluncurkan sebuah koleksi lampu sculptural bernama Earth to Sky. “Untuk pertama kalinya kami mendesain dan memproduksi melalui kolaborasi bersama seorang pelaku restorasi mobil klasik,” ucap Jonathan Levien, kepada ELLE Indonesia. Selain itu, Doshi Levien juga baru selesai menghelat sebuah ekshibisi furnitur dan lampu di Stockholm. Mereka diberikan area seluas 200 m2 yang dimanfaatkan untuk membuat sebuah instalasi pada bagian entrance. “Kami menerjemahkan filosofi dan proses kreatif Doshi Levien ke dalam bentuk pengalaman spasial.”

Lewat struktur lengkung pada dinding bermaterial lembaran kayu, Doshi Levien memamerkan deretan karya mereka di area entrance ajang Stockholm Furniture & Light Fair pada Februari 2020 silam. Elemen sculptural selalu disajikan, termasuk pada kursi cokelat bertajuk Armada yang dirancang untuk merek Moroso.

Dalam bekerja, Doshi dan Levien memiliki metode masing-masing yang saling melengkapi. Pendekatan Doshi lebih bersifat grafis melalui gambar-gambar yang ditorehkannya di exercise book Cina. Sedangkan Levien membuat format tiga dimensi berupa maket.

Sebuah lounge chair dirancang secara khusus untuk merek Hay dengan mengambil bentuk kipas tangan tradisional Jepang. Bingkai kayu natural pada kaki dipadankan format lekuk sandaran layaknya kipas terbuka, membuat lounge chair bertajuk Uchiwa tersebut kian kontemporer.

“Kami memulai sebuah proyek dengan memikirkan tujuan artistik, yang kemudian diikuti oleh elemen desain. Kami selalu ingin desain kami terlihat ekspresif dan memiliki kualitas sculptural mumpuni yang melampaui aspek fungsional,” ungkap Levien yang mengagumi Enzo Mari,
Vico Magistretti, Ettore Sottsass, Gio Ponti, dan Gino Sarfatti. Mengenai masa depan desain, ia menjawab, “Elegan, sensual, modern.”

All images courtesy DOSHI LEVIEN text HERMAWAN KURNIANTO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.