Mia Egron: Petinggi Perempuan Inspiratif di Plaza Indonesia Realty

Mia Egron berbagi kisah soal kecintaannya pada mode dan industri retail.

Dengan moto “It’s Where I Want to Be”, tersirat makna Plaza Indonesia sebagai destinasi bergengsi bagi mereka yang memiliki hasrat pada hal-hal terbaik dalam hidup. Sejak tahun 1990, Plaza Indonesia telah berdiri mempertahankan posisinya sebagai pusat perbelanjaan premium dan pusat gaya hidup modern di Indonesia. Di bawah PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PIR) yang didirikan tahun 1983, Plaza Indonesia melesat sebagai pusat perbelanjaan yang mengedepankan kemewahan. Berlokasi di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, Plaza Indonesia menempati lahan seluas 38.050 meter persegi. Ada lebih dari 400 penyewa, 65 di antaranya merek luksuri internasional. Plaza Indonesia menjadi opsi utama bagi merek-merek premium internasional yang hendak masuk ke pasar Indonesia. Meski demikian, sejak lima tahun lalu, Plaza Indonesia turut memberikan kesempatan bagi merekmerek lokal agar mengembangkan bisnis dan berkarya di ruang-ruang toko Plaza Indonesia.

Strategi bisnis dan komunikasi dikembangkan demi menyajikan yang terbaik. Termasuk inovasi, programprogram, serta pelayanan berkualitas prima. Komitmen ini melandasi kerja dan karya Mia Egron, salah seorang direktur di tengah jajaran pimpinan PT Plaza Indonesia Realty, Tbk. Sejak 2008, Mia Egron menjabat sebagai Direktur dan sejak 2015, ia menduduki posisi Chief Operating Officer. Perempuan kelahiran Filipina ini fasih berbicara dalam lima bahasa asing serta memperoleh gelar Bachelor of Arts Komunikasi Massa dari Ateneo de Manila University, Filipina, dan Master of Arts Komunikasi Publik dari Fordham University, New York, Amerika Serikat. Ia mengawali karier sebagai General Manager di Rex Communications, New York, Amerika Serikat, lalu menempati posisi President di Rex Public Relations, Amerika Serikat, sebelum akhirnya bergabung dengan PT Plaza Indonesia Realty Tbk.

Mia Egron (Board Director & Chief Operating Officer PT Plaza Indonesia Realty, Tbk)

Bagaimana Anda memulai perjalanan karier di bidang retail?

“Saya sempat bekerja di kantor periklanan dan public relation di New York. Tahun 1991, saya mengundurkan diri sebab harus pindah ke Singapura untuk mengikuti tempat bekerja suami. Saya menjalankan hari-hari di Singapura sebagai ibu rumah tangga dan mengisi waktu dengan ikut beberapa kegiatan sosial. Tahun 1994, keluarga saya pindah ke Jakarta. Kala itu anak perempuan saya mulai masuk sekolah dan saya mulai merasa bosan. Pada momen itu, saya merasakan kejenuhan pada rutinitas. Suatu hari tahun 1995, saya menceritakan perasaan ini pada suatu acara makan malam kepada Bapak Boyke Gozali, Vice President Director PT Plaza Indonesia Realty Tbk. Beliau lantas menawarkan saya agar bekerja di perusahaannya tersebut. It was a great opportunity. Tahun 1997 saya menerima tawaran beliau dan 21 tahun kemudian, I am still here.”

Apakah Anda sejatinya memiliki passion tinggi terhadap industri retail?

“Yes, I love fashion and always been fascinated by the retail industry. Saya menyukai mode serta menyenangi pengalaman-pengalaman saat berada di pusat perbelanjaan atau mal. Sehingga bisa dibilang kegairahan pada industri ini terjadi secara alamiah. Sangat menarik, tetapi sekaligus juga amat menantang. Tidak ada satu hari yang berjalan sama persis. Ekspektasi konsumen senantiasa berubah secara cepat. Dan karena itu, operator pusat perbelanjaan dan pengusaha harus selalu bergerak mengikuti perubahan-perubahan. Terlebih dengan revolusi teknologi, industri retail tidak pernah stagnan.”

Ketika Anda bergabung dengan perusahaan ini, apakah hal-hal yang ‘mengejutkan’ Anda?

“Saya bergabung dengan PT Plaza Indonesia Realty, Tbk pada pertengahan tahun 1997 di mana tengah terjadi krisis finansial di Asia, termasuk di Indonesia. Saat itu merupakan masa-masa sulit bagi Indonesia dan seluruh pelaku bisnis. Kita dituntut segera melakukan manajemen krisis. It was an extremely challenging experience, but I learned a lot. Sebagai perusahaan, PT Plaza Indonesia Realty, Tbk memiliki lingkungan serta suasana kondusif dan hangat. Rasanya seperti berada di tengah-tengah keluarga. Ini sangat berbeda dengan budaya kompetitif yang terbilang keras di New York. Saya senang melihat budaya korporasi di Plaza Indonesia yang begitu terbuka, mengedepankan kebersamaan, dan harmonis dalam kompetisi. The company owes this incredible legacy to its founders.”

Bagaimana Plaza Indonesia memosisikan dirinya sebagai pusat perbelanjaan yang terdepan dalam hal ‘luxury things and style’?

“PT Plaza Indonesia Realty Tbk merupakan perusahaan dengan beberapa produk lansiran: Plaza Indonesia Shopping Center, Grand Hyatt Jakarta, The Plaza Office Tower, Keraton Luxury Collection Hotel, dan fX Sudirman Lifestyle Center. Sejak dibuka tahun 1990, Plaza Indonesia Shopping Center selalu menempatkan dirinya pada segmen high-end. Namun, kami turut melakukan diversifikasi yakni menghadirkan merek fashion kelas menengah, beragam tempat makan, toko produk kecantikan, toko jam tangan dan perhiasan, pusat hiburan dan gaya hidup, serta 6.000 meter persegi lahan yang kami dedikasikan bagi anak-anak. Kami juga menambah beberapa merek lokal (sebagian memulai bisnisnya sebagai e-commerce) yang kami persembahkan bagi generasi millenial.

Kami menyediakan platform untuk masyarakat dalam mengekspresikan kepribadian, selera, dan aspirasi mereka melalui rangkaian opsi yang menyangkut gaya hidup. Berbagai pilihan gaya berbusana melalui merek-merek fashion, ragam tempat makan untuk selera yang berbedabeda, serta ruang sosial untuk bersenang-senang di Plaza Indonesia. Fasilitas personal shopper dan layanan concierge memastikan pengalaman di Plaza Indonesia berskala internasional. Kami turut menggelar Plaza Indonesia Fashion Week, Plaza Indonesia Men’s Fashion Week, Plaza Indonesia Film Festival, Plaza Indonesia Beauty Month, Flavors of the World, dan lainnya. Termasuk acara di tiap-tiap toko. Juli 2018 lalu, kami meluncurkan Plaza Indonesia e-Shop sebagai bagian dari strategi agar semakin dekat dan terlibat dengan para konsumen di era digital.”

Sesungguhnya apa strategi Plaza Indonesia?

“Strategi marketing paling efektif ialah beradaptasi dengan situasi. Dalam industri ini, situasinya tidak pernah benar-benar sama. Namun pada dasarnya, aturan utama ialah fokus pada konsumen, bukan pada kompetisi. Saya percaya bahwa jika kita mengutamakan konsumen, maka posisi kita ada di depan. Fokus pada konsumen artinya selalu berinovasi demi melayani mereka secara lebih baik serta menciptakan pengalaman-pengalaman yang ‘memperkaya’ konsumen. Sebaliknya, jika yang dipikirkan sebatas persaingan dan kompetisi, maka yang kita lakukan cenderung sekadar meniru.”

Tidak sedikit konsumen yang mengandalkan ‘riset’ di internet, termasuk Instagram, sebelum memutuskan untuk membeli. Sejauh mana internet memengaruhi cara Anda menyusun strategi dalam menyiasati jaringan toko-toko di Plaza Indonesia?

“Pertama, meskipun e-commerce berkembang pesat, saya membaca beberapa laporan yang menyatakan bahwa total penjualan serta perdagangan e-commerce di Indonesia tahun 2017 hanya 3,1%, yang mana masih rendah dibandingkan kebanyakan negara-negara barat. Kedua, e-commerce dalam segmen kelas barang mewah di Indonesia belum berkembang. Orang masih menilai penting pengalaman belanja di toko. Ini memungkinkan konsumen bisa memegang, membandingkan, dan mencoba produk serta berinteraksi dengan pelayan toko. Kebijakan pengembalian uang dan barang yang diterapkan pada konsep e-commerce juga tak semudah itu dilaksanakan pada perdagangan barang-barang mewah dan premium. Paling tidak untuk saat ini. Selain itu, banyak produk-produk mewah yang tidak tersedia online dan sebagian besar brand masih menggunakan toko untuk mempromosikan merek dan memperkuat relasi dengan konsumen.

Saya sangat yakin, di samping meningkatnya popularitas e-commerce dan dunia digital, aspek-aspek fisik tidak akan pernah punah. Sebab secara alamiah, manusia memerlukan interaksi sosial. Pelayanan personal, suasana menyenangkan, desain interior toko, aktivitas belanja yang melibatkan pancaindra, serta kesenangan saat kita menenteng kantong belanja bersama teman dan keluarga. Namun ini tidak berarti kami segera puas diri. Secara terus-menerus kami meningkatkan pengalaman berbelanja sambil kami turut memanfaatkan saluran komunikasi marketing digital serta menciptakan berbagai platform untuk media promosi dan komunikasi dengan konsumen e-savvy.”

Bagaimana Plaza Indonesia mempertahankan eksistensi brand dan menjangkau pasar kaum muda melalui platform-platform digital?

“Plaza Indonesia memiliki tim digital marketing, terpisah dengan divisi komunikasi pemasaran yang telah ada. Tim ini berisi kaum muda yang menguasai digital marketing. Kami memanfaatkan Instagram, Twitter, dan Facebook sebagai alat promosi. Plaza Indonesia juga melansir Plaza Indonesia e-Shop sebagai bagian dari strategi marketing untuk menghadapi konsumen-konsumen pada masa digital.”

Sejak pertama Anda terjun ke industri retail, bagaimana industri ini berubah dan berkembang?

“Jika dulu hanya soal transaksi, kini yang dianggap penting ialah hubungan dua pihak, kepedulian pada konsumen, serta kepuasan pelanggan. Jika dulu industri retail dipandang sebatas jual beli, sekarang ada hal-hal lain ikut diperhitungkan: suasana toko, visual merchandising, konsep visual etalase, kualitas pelayanan, dan tentu produknya. Apabila dahulu pendukung sebuah brand lazimnya ialah supermodel, kini marak tren suatu merek memakai selebriti, blogger, influencer, dan key opinion leader. Selain penjualan, yang kini juga penting ialah data konsumen dan data analisis. Dengan revolusi teknologi dan kehadiran e-commerce, industri retail semakin mudah diakses, lebih interaktif, dan menjangkau segala usia serta lokasi geografis.”

On a personal level, what motivates you?

“Keingintahuan dan rasa selalu haus belajar. Anak perempuan saya merupakan sumber inspirasi. Dia menginspirasi agar selalu berjuang menjadi versi terbaik diri saya sendiri. Ini penting sebab sebagai perempuan sekaligus ibu, saya harus hidup dengan memberikan contoh baik. Tentu jauh dari kata ‘sempurna’, namun saya harus berupaya sekeras mungkin menjadi lebih baik dari hari ke hari.”

Aspek-aspek apa yang membuat perusahaan ini bertumbuh dan bertahan hingga berumur panjang?

“Charles Darwin pernah berujar, ‘Bukan spesies terkuat dan terpintar yang bertahan. Namun mereka yang mampu menyesuaikan diri pada perubahan. Setelah 28 tahun, kami berkembang mengikuti zaman dan terus-menerus menciptakan pembahruan. Kita ini selamanya berada dalam status ‘work in progress’. Dengan perubahan, kami menginjeksikan semangat dan energi baru pada Plaza Indonesia untuk memastikan bahwa kami selalu relevan pada zaman dan pasar perdagangan di Indonesia.”

 

styling ISMELYA MUNTU keseluruhan busana, Dior photography MICHAEL TIMOTHY

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *