Lady Gaga Kembali Pada Akar Musik Dance-Pop di Album ‘Chromatica’

lady gaga - Ruth Hogben and Andrea Gelardin for ELLE Cover

Menggandeng Ariana Grande, Blackpink, dan Elton John, Lady Gaga suguhkan lirik sarat emosi diiringi irama yang menghentak lantai dansa dalam album ‘Chromatica’.

Album baru Lady Gaga yang bertajuk Chromatica akhirnya siap dirilis secara global. Para Little Monster (julukan penggemar Lady Gaga) diseluruh dunia dapat mendengarkan Chromatica melalui portal musik digital mulai 29 Mei 2020.

Kabar tersebut diumumkan langsung oleh sang musisi melalui media sosialnya, setelah sebelumnya mematahkan hati para Little Monster dengan menunda tanggal perilisan album yang semula direncanakan pada 10 April 2020 silam.

Keputusan Lady Gaga menunda perilisan album studio keenamnya tersebut seiring perkembangan efek pandemi Covid-19. Sang musisi pemenang Grammy itu memilih untuk mengambil jeda waktu dan memfokuskan perhatiannya dalam membantu masyarakat yang terkena dampak pandemi.

“Alih-alih, saya lebih suka kita menghabiskan waktu ini dengan fokus mencari solusi. Penting bagi saya bahwa perhatian dunia tertuju pada pengadaan peralatan medis bagi para tenaga media, memastikan anak-anak tidak kekurangan makanan, terutama mereka yang bergantung pada sekolah dalam hal mendapat makan siang, dan masyarakat yang terkena imbas pandemi,” tulis Gaga dalam surat terbukanya di Instagram. 

Kini, tiga hari menuju peluncuran Chromatica, Lady Gaga mengungkap kejutan-kejutan dalam album barunya tersebut. Pertama, mari bicarakan soal daftar lagu barunya. Ketika Gaga mengunggah 16 lagu yang mengisi Chromatica pada 23 April 2020 silam lewat Instagram, ia mengungkapkan tiga kolaborator besarnya: Ariana Grande, Elton John, dan termasuk grup vokal asal Korea Selatan, Blackpink.

Lagunya bersama Ariana Grande dirilis sebagai single kedua pada 23 Mei 2020. Berjudul Rain On Me, video musiknya segera menduduki peringkat ke-12 trending topic YouTube dan telah ditonton 64.6 juta kali. Liriknya berkisah tentang seseorang yang berani merangkul kesedihan serta merasakan kepahitan dalam hidup, dan tumbuh menjadi kuat karenanya.

Rasa sakit, cinta, dan pesan kuat pemberdayaan diri merupakan tema besar yang disuarakan Lady Gaga lewat Chromatica. “Saya mencurahkan seluruh isi hati di album ini, seluruh perasaan sakit yang saya rasakan… ke dalam musik, yang saya yakin, sangat menyenangkan dan kaya akan energi. Saya ingin orang menari dan merasakan bahagia,” ujar Gaga kepada Zane Lowe, salah satu produser yang terlibat di dalam albumnya.

Proses pembuatan album Chromatica sendiri menjadi proses healing bagi Lady Gaga yang membantunya mengatasi depresi. Lewat wawancara bersama Paper beberapa waktu lalu, ia mengungkapkan, “Saya memulai hari dengan suasana hati yang begitu buruk, hingga kemudian saya akhirnya menari; saya berlatih gerakan sembari melihat ke cermin. Setiap hari adalah pengalaman yang mencerahkan.”

Dibalut aransemen pop yang kaya irama dansa—sebagaimana terdengar lewat Rain on Me dan Stupid LoveChromatica kembali memperdengarkan akar musik Lady Gaga. Gaga telah mengeksplorasi musikalitasnya selama beberapa tahun terakhir. Anda mendengarnya bernyanyi genre jazz lewat duet bersama Tony Bennett, hingga folk-rok mewarnai album Joanne. Sekarang, Gaga kembali dengan tempo cepat yang menghentak, seperti yang ia suguhkan dalam Poker Face dan Bad Romance. Siap-siap untuk berdansa, Little Monster!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.