Quentin Tarantino Garap Novel ‘Once Upon A Time In Hollywood’

once upon a time in hollywood 2 - ANDREW COOPERSONY

Quentin Tarantino rencanakan penerbitan novel film ‘Once Upon A Time… In Hollywood’, seiring merilis judul buku tentang.

Dari layar lebar menjadi karya tulis. Quentin Tarantino dikabarkan telah menandatangani kontrak penerbitan buku dengan HarperCollins. Dua judul disiapkan, termasuk salah satunya ialah narasi film Once Upon A Time… In Hollywood yang menuai 10 nominasi Academy Awards ke-92. Dilansir melalui Deadline, novel Once Upon A Time… In Hollywood akan mengembangkan kehidupan baru bagi karakter dan premis filmnya.

“Pada tahun ’70-an, movie novelization adalah genre buku dewasa pertama yang saya baca. Sampai hari ini saya sangat menyukainya. Jadi sebagai penggemar karya-karya movie novelization, dengan bangga saya umumkan Once Upon A Time… In Hollywood akan menjadi kontribusi saya pada subgenre yang kerap terpinggirkan namun disukai sebagai karya sastra. Saya juga antusias untuk mengeksplorasi lebih jauh karakter-karakter yang saya ciptakan,” kata Tarantino.

once upon a time in hollywood 1
Photo courtesy SONY

Novel Once Upon A Time… In Hollywood direncanakan terbit musim panas tahun depan. Perilisannya menghadirkan format fisik, serta e-book dan audio digital. Edisi spesial dibalut sampul keras berwujud mewah akan dirilis menyusul pada musim gugur.

Untuk judul keduanya, Tarantino tidak bermain fiksi. Ia akan menggarap karya non-fiksi bertajuk Cinema Speculation. Dijelaskan oleh pihak penerbit, Cinema Speculation membedah pengalaman mendalam tentang film-film tahun 1970-an. Selama bertahun-tahun, Tarantino mengisyaratkan bahwa ia memupuk gairah menulis tentang film sebagai poros karier masa depan, setelah turun tahta dari kursi sutradara. Cinema Speculation merupakan campuran atas esai, ulasan, tulisan pribadi, dan pengandaian dari berbagai sudut pandang di lingkup sinema.

“Bakat sastra Quentin Tarantino telah terlihat jelas sejak skrip pertamanya. Tetapi kepiawaiannya mengembangkan karakternya dan memberikan kehidupan di setiap halaman, serta bagaimana ia terus-menerus mengejutkan pembaca lewat alurnya dengan cara yang berbeda dari visual filmnya, ialah talenta seorang pendongeng ulung yang menciptakan seni berkatanya sendiri,” ujar Noah Eaker yang menjadi Wakil Presiden dan Editor Eksekutif.

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.