Taylor Swift Representasikan Realita Bercampur Imajinasi Dalam ‘Folklore’

taylor swift folklore album cover

Vokal lembut menyanyikan lirik menyentuh hati. Ekplorasi musik folk lewat kombinasi alternative rock dan musik khas indie menjadi titik utama karya kedelapan Taylor Swift.

Apa Anda sudah mendengar album baru Taylor Swift? Jika belum, Folklore telah dirilis dan mengudara di berbagai layanan streaming musik mulai 24 Juli 2020. Salah satu lagunya yang berjudul ‘Cardigan’ diluncurkan lengkap dengan sebuah video musik bernuansa rustic-dreamy.

taylor swift folklore album artwork
photography Beth Garrabrant/Image coutesy Taylor Swift

Saat Taylor Swift mengumumkan peluncuran Folklore, 20 jam lalu, lewat akun media sosialnya; atmosfernya jauh dari Lover (rilis tahun 2019) yang sarat nuansa festive. Pertama, mari bicarakan artwork albumnya. Rangkaian foto besutan Beth Garrabrant yang ia unggah menunjukkan aura sedikit muram. Swift tengah berdiri di tengah hutan. Penampilannya minim kesan glamor, hanya mengenakan mantel panjang, dan bahkan sweater di foto yang lain. Potretnya dalam gambar hitam-putih dilatari deretan pohon menjulang tinggi—meskipun sangat indah—tampak seolah berasal dari era lampau. Bahkan dalam visual warna seperti terlihat di situs resminya, fotonya penuh kabut.

taylor swift folklore
photography Beth Garrabrant/Image coutesy Taylor Swift

Lalu ketika mendengarkan albumnya, terasa suasana hati moody Taylor Swift tengah berada di level berbeda. Mengikuti perjalanan tujuh album studionya, dunia telah menyaksikan transformasi musik Taylor Swift dari ranah country hingga menjelma seutuhnya menjadi ratu pop kontemporer lewat 1989 (2014). Di album ke-8, Swift menyelam dalam ke alam indie-folk.

Permainan piano menjadi titik pembangkit nyawa dalam aransemen lagu-lagu Folklore. ‘Exile‘ yang memperdengarkan kekuatan duet Taylor Swift dan Bon Iver, digarap dramatis dalam cara minimalis. Nuansa dreamy-folk mengisi ‘This is Me Trying‘, ‘Mad Woman‘ ‘Mirrorball‘, dan ‘Seven‘. Swift bekerja sama dengan Aaron Dessner, anggota band The National, dalam menciptakan 11 lagu, di mana terdapat 16 lagu mengisi album tersebut. Nama Jack Antonoff masih terdaftar dalam salah satu kolaboratornya; bersama dengan William Bowery yang menurut spekulasi beredar merupakan alias untuk sang kekasih, Joe Alwyn.

taylor swift folklore album set list
photography Beth Garrabrant/Image coutesy Taylor Swift

Folklore merupakan wujud lain atas kapabiltas Taylor Swift sebagai penyair cinta. Merangkai lirik patah hati yang menggugah emosi, hingga membuat penggemar berasumsi hubungannya dengan Joe Alwyn telah berakhir. Sebab, sebagaimana dunia telah mengenal Taylor Swift, lagu-lagunya kerap dilandasi narasi kehidupan pribadinya.

“Di tengah isolasi imajinasi saya telah berjalan liar dan album ini adalah hasilnya. Sebuah kumpulan lagu dan cerita yang mengalir seiring laju kesadaran. Folklore adalah cara saya melarikan diri ke dalam fantasi, histori, dan memori,” kata Taylor Swift dalam catatan Instagramnya. Sang pujanggan menekankan bahwa Folklore merupakan campuran kehidupan nyata, dan tidak semua tentang pribadinya, dengan fantasi atas karakter-karakter imajinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.