I CARE A LOT: KISAH SATIRE SANG PREDATOR CERDIK

rosamund pike in i care a lot netflix review film elle

Lewat film satire komedi, ‘I Care a Lot’ mengisahkan karakter manusia yang terjebak di wilayah abu-abu antara baik dan buruk melalui representasi sang tokoh utama, Marla Grayson.

30 menit pertama I Care a Lot berjalan, Anda mungkin akan dibikin geram oleh tingkah Marla Grayson (diperankan oleh Rosamund Pike) yang menipu para lansia kaya raya. Tapi jangan cepat-cepat berusaha menilai dan menebak alur cerita. Penilaian Anda barangkali bisa berubah di tengah jalan. Di suatu adegannya, Grayson berkata, “Tidak ada yang namanya orang baik”. Dan tidak ada juga yang namanya orang jahat. Kita semua hanyalah manusia. Setiap orang mampu melakukan hal baik dan hal buruk. Seringkali bahkan kita dapat melakukan keduanya dalam waktu yang bersamaan.  

I Care a Lot menjelajahi karakter manusia yang terjebak di wilayah abu-abu, antara baik dan buruk. Dan hanya karena kita tidak setuju dengan apa yang mereka lakukan, bukan berarti kita tidak dapat menganggap mereka menarik dan menyenangkan untuk diajak berteman. Film arahan sutradara J Blakeson ini membuat penonton meragu dalam memihak karakternya. Bahkan mungkin, penonton akan mengganti kesetiaan mereka pada satu karakter tertentu di tengah-tengah film. Dan seperti itulah kehidupan nyata manusia. Anda mengagumi seseorang, kemudian orang tersebut melakukan sesuatu yang buruk. Batin Anda pun bergejolak. Naluri kita mengatakan bahwa tidak mungkin mereka bisa berbuat jahat, sebab kita tidak pernah melihat mereka melakukan itu sebelumnya. Namun pada kenyataannya, manusia melakukan banyak hal buruk, termasuk mereka yang Anda kagumi. Dan sebaliknya, orang-orang yang dianggap buruk terkadang melakukan hal-hal baik yang menakjubkan.

i care a lot netflix review film elle
Rosamund Pike sebagai Marla Grayson dalam film I Care a Lot, photo courtesy Netflix.

Selama hidupnya, manusia kerap dibentuk untuk mendukung dan memuji orang-orang sukses. Kita diajarkan untuk menghormati dan mengagumi figur-figur yang sukses. Tanpa kita pernah mempertanyakan jalan mereka menuju kesuksesan atau sekadar memeriksa kekurangannya. Dan maka tidak heran, jika sepanjang film, penonton akan terjebak dalam karakter Marla Grayson yang seolah patut dikagumi atas ambisi, keuletan, kekuatan, dan keberaniannya. Sesuatu yang bisa membuat Anda sedikit gelisah setelah tuntas menonton film ini. 

Film I Care a Lot berkisah tentang Marla Grayson seorang wali profesional yang seharusnya bertugas merawat para lansia dan mengurus kebutuhan mereka. Namun Marla malah melakukan sebaliknya. Ia menjalankan penipuan lewat profesi wali profesional para lansia di rumah jompo, mengambil alih keuangan mereka, dan menyedot harta klien-kliennya. Suatu hari, Marla menemukan Jennifer Peterson (Dianne Wiest) yang ttinggal sebatang kara di pemukiman mewah. Jennifer terlihat seperti stereotip perempuan tua yang kaya dan baik. Namun ternyata Anda akan menemukan kenyataan bahwa perempuan tua tersebut sama rumitnya seperti Marla. Kondisi semakin runyam tatkala Marla harus berurusan dengan gangster mafia bernama Roman (diperankan oleh Peter Dinklage).

i care a lot netflix review film elle
Peter Dinkle dan Rosamund Pike dalam film I Care a Lot, photo courtesy Netflix.

Narasi berdurasi 118 menit merupakan fiksi. Kendati demikian tidak mustahil konflk dalam filmnya terjadi di kehidupan nyata. Film ini mengeksplorasi tema kekuatan dan kekuasaan, masalah sistem birokrasi yang membelit kemanusiaan, serta pertentangan moral antara baik dan buruk. Unsur-unsur yang relevan dengan situasi hari ini dikemas dalam bentuk satire komedi.

Pada saat yang sama, I Care a Lot juga mengangkat persoalan ambisi. Tentang bagaimana manusia memandang dan menghargai kesuksesan. Betapa manusia seringkali melakukan kompromi dengan moralnya demi meraih kekayaan. Lewat film tersebut, penonton seolah diajak memikirkan pertanyaan penting soal bagaimana dunia membentuk manusia dalam cara-cara memperoleh harta dan kekuasaan. Apa yang harus dilintasi setiap orang, serta kehancuran seperti apa yang harus ditinggalkan dalam perjalanan seseorang menjadi kaya dan berkuasa. 

i care a lot netflix review film elle
Dianne Wiest sebagai Jennifer Preston dalam film I Care a Lot, photo courtesy Netflix.

Sang sutradara, J Blakeson, memainkan ide cerita tentang wali lansia yang ambisius, ulet, sekaligus fokus pada kekayaan dan kesuksesan. Tidak ada yang lebih penting daripada menambah jumlah angka di rekening dan meraup harta sebanyak-banyaknya. Mempermainkan sistem, membengkokkan aturan, namun secara teknis tetap mematuhi hukum demi mendapatkan apa yang diinginkannya. 

Gagasan tersebut dieksplorasi dalam kerangka film thriller kriminal. Sang sutradara sekaligus penulis skenario, J Blakeson, menciptakan sosok Marla Grayson sebagai anti-hero. “Ia menyalahgunakan orang-orang lansia yang rentan untuk mendapatkan kekuasaan dan keuntungan. Namun Marla adalah seorang gangster yang legal. Ia patuh pada hukum meskipun kita semua tahu dia mempermainkan aturan. Di tengah cerita, Marla dipertemukan dengan gangster sejati yang tak tersentuh oleh hukum. Seseorang yang kejam dan amoral. Tidak kalah ambisius dengan Marla. Dan sepanjang film, kita pun menyaksikan seberapa jauh masing-masing dari mereka akan memenangkan pertarungan,” ungkap J Blakeson sebagaimana dilansir dalam wawancara bersama Netflix. Karakter ambisius Marla Grayson masuk akal dan tidak terkesan dipaksakan. Dikemas lewat penokohan yang sesuai jalan pikir serta tindakannya di setiap babak kisah.

i care a lot netflix review film elle
photo courtesy Netflix.

Sutradara J Blakeson mengatakan bahwa jika ada satu hal yang bisa direnungi dari I Care a Lot adalah bahwa film ini mengingatkan kita agar jangan main-main dengan orang tua. Bahwa orang tua bukanlah problem yang harus diperbaiki atau disingkirkan. Seperti yang dikatakan Marla Grayson di film ini, “Jangan meremehkan orang tua”. Sebab setiap orang di segala usia adalah individu yang unik yang memiliki kehidupannya sendiri. Film I Care a Lot turut mengungkap fakta bahwa saya, Anda, kita semua harus lebih siap untuk menjadi tua. Mengapa? Sebab orang yang tua seringkali menjadi target utama penipuan dan eksploitasi. Tidak ada pilihan selain harus waspada dan proaktif dalam menyiapkan perlindungan. Bukan hanya untuk orang tua dalam hidup kita, tapi juga untuk diri sendiri. 

Tak hanya menampilan tema cerita yang tidak biasa, I Care a Lot turut menyuguhkan penampilan terbaik Rosamund Pike, aktris kelahiran tahun 1979 asal Hammersmith, London, yang juga memukau lewat karakter seorang penipu di film Gone Girl. Tidak main-main. Rosamund Pike memenangkan piala Golden Globe 2021 untuk kategori Best Performance by An Actress in a Motion Picture – Musical or Comedy atas perannya dalam film I Care a Lot. Selain Pike, film ini juga dibintangi oleh Chris Messina, Islah Whitlock Jr., Macon Blair, Alicia Witt, dan Damian Young.

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.