Aturan Baru Pelesiran Ke Bali

nusa penida bali

Rapid Test. Formulir pernyataan kesehatan. Apa saja dokumen yang perlu dilengkapi untuk turis singgah dengan nyaman dan aman di Bali.

Bali kembali menyambut turis. Mulai 31 Juli 2020 (ya, tepat hari ini), Pulau Dewata terbuka untuk wisatawan lokal; sementara warga mancanegara yang ingin melancong perlu sedikit bersabar hingga 11 September 2020. Kabar tersebut disampaikan oleh Gubernur Bali, I Wayan Koster, dalam webinar bertajuk Reaktivasi Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Memasuki Adaptasi Kebiasaan Baru pada 22 Juli 2020.

Deburan ombak di tepian pantai berpasir hangat. Jajaran kafe dan restoran estetis sarat nuansa kultur, berpanorama hamparan hijau kaki-kaki bukit. Bali secara resmi memanggil para pelancong yang ingin mengembalikan suasana jiwa usai pandemi. “Canggu terlihat sudah hidup. Restoran-restoran, meski belum seluruhnya, mulai beroperasi. Beberapa orang juga terlihat berjalan-jalan di pantai, tapi masih belum ramai,” kata Dion Wiyoko saat wawancara ELLE Talk melalui telepon video Instagram pada 26 Juli 2020.

bali seminyak
photo Jeremy Hanson/EyeEm/GETTY Images

Dion berkesempatan mengunjungi Bali lebih awal bersama Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Ia mendarat di Pulau Dewata pertengahan bulan Juli 2020, dan menetap tiga malam di Nusa Dua. Menyimak perjalanan sang aktor, Bali di era New Normal telah siap membuka diri dengan serangkaian regulasi kesehatan yang tegas. “Sebelum berangkat, turis perlu melengkapi diri dengan surat keterangan sehat, termasuk menjalankan uji Rapid test,” cerita Dion mengenai salah satu regulasinya.

Faktanya, pelesiran pascapandemi Covid-19 tidak akan lagi sama seperti masa sebelumnya. Berbagai aturan membuat perjalanan terkesan tidak sebebas dulu—tentu saja dengan alasan yang sangat baik. Walau begitu, tidak berarti agenda travelling Anda ke Bali menjadi rumit. “Regulasi yang diterapkan tidak menyulitkan dan semua prosesnya cukup mudah,” kata Dion.

nicholas saputra interview elle indonesia januari 2020 - photography Chris Bunjamin - styling Ismelya Muntu - interview by Rianty Rusmalia
Lokasi Karangasem, Bali | photography Chris Bunjamin styling Ismelya Muntu

Dilansir melalui Surat Edaran (SE) Gugus Tugas Percepatan Penangan COVID-19 setempat nomor 305/GUGASCOVID-19/VI/2020, pemerintah provinsi Bali mengizinkan turis lokal berkunjung dengan memenuhi sejumlah aturan. Kami tidak mendorong Anda untuk leluasa bepergian—mengingat saat ini kita masih hidup berdampingan dengan virus korona—tetapi jika Anda tengah mempersiapkan perjalanan ke Bali, pahami aturan keamanan dan kesehatan yang perlu Anda ketahui.

Apa saja dokumen yang perlu dilengkapi?

Selain membawa identitas diri resmi (KTP atau paspor untuk turis internasional); yang utama adalah surat keterangan sehat, meliputi hasil uji tes Rapid dengan masa berlaku 14 hari. “Kalau sebelumnya rapid test berlaku untuk 3 hari sampai 7 hari, kini pemerintah telah memperpanjang masa berlaku hasil rapid test valid hingga 14 hari,” kata Dion. Nantinya, turis wajib melakukan verifikasi data-data dokumen tersebut di bandara kota keberangkatan. Prosesnya tidak rumit, “dipermudah lewat aplikasi smartphone, eHac, yang dapat di download di ponsel.”

Sebelum memasuki wilayah Bali, turis wajib mengisi formulir data diri lengkap dengan informasi deteksi kesehatan. Untuk efisiensi proses pendataan dan meminimalisir kontak, turis dapat mengakses aplikasi form lewat situs cekdiri.baliprov.go.id. Di bandara tujuan, Anda hanya perlu menunjukkan QR Code kepada petugas verifikasi data untuk mendapatkan ‘Surat Kuning’ yang menyatakan Anda telah memenuhi syarat protokol kesehatan.

“Proses berangkat dan pulang berlaku sama,” jelas Dion.

Apakah perlu Tes SWAB?

Aturan dalam Surat Edaran pemerintah mewajibkan turis membekali diri dengan surat keterangan sehat yang dapat berupa: hasil non reaktif uji Rapid Test (sebagaimana telah dijelaskan di atas), atau hasil negatif uji SWAB berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR).

photography by Davy Linggar
Lokasi: Canggu, Bali | photography Davy Linggar

Apakah perlu karantina mandiri saat tiba di Bali?

“Saya menghabiskan tiga malam di Bali dan secara khusus tidak diharuskan karantina mandiri. Namun, saya pribadi lebih banyak menghabiskan waktu relaksasi di hotel,” kata Dion. Dalam Surat Edaran yang berlaku disebutkan, turis yang tidak memiliki KTP wilayah Bali—namun dengan alasan khusus tinggal di Bali—diizinkan masuk dengan melengkapi persyaratan yang berlaku (seperti dijelaskan di atas) dan melakukan karantina mandiri.

Bagaimana jika hanya singgah untuk transit perjalanan?

Tturis yang sekadar melintas perjalanan (transit) di bandar udara Bali, dan tidak bermaksud berkunjung, wajib menunjukkan surat keterangan hasil non reaktif uji Rapid Test yang masih berlaku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.