5 Permasalahan Kulit Kepala yang Perlu Anda Ketahui

Permasalahan kulit kepala mampu memengaruhi kesehatan rambut. Kenali beragam permasalahannya terlebih dahulu untuk menentukan perawatan yang tepat.

Rambut tumbuh kusam, sulit diatur, atau bahkan rontok? Menghabiskan jutaan rupiah untuk sederet produk perawatan mewah, namun belum ada perubahan berarti pada tampilan rambut Anda? Mungkin pokok masalahnya ada pada kulit kepala dan bukan pada batang rambut.

Layaknya bertani, untuk mendapatkan hasil panen yang baik, kita harus merawat dan menutrisi tanah dengan tepat agar akar tumbuh kuat dan batangnya tampil sehat dan berkilau.

Setidaknya terdapat lima permasalahan kulit kepala yang sering ditemui, yakni kering, ketombe, aging tau penman, sensitif, rontok, dan berminyak. Sama seperti kulit pada bagian tubuh lainnya, kering, ketombe, aging, dan sensitif bisa terlihat jelas pada lapisan dermis. Sedangkan rontok dan berminyak terjadi pada akar rambut atau lapisan dermis yang lebih dalam.

Ketombe

Kulit kering dan ketombe memang serupa dan sulit dibedakan. Bila terdapat tumpukan layaknya kulit mati pada kulit kepala, kemungkinan besar Anda berketombe.

Pada dasarnya, ketombe adalah bakteri dan jamur yang dapat menular dan membuat produksi sel kulit berlebih. Biasanya muncul karena frekuensi keramas yang minim, pembersihan sampo yang tidak optimal juga dapat memicu munculnya masalah ini.

Kering

Sedangkan kulit kepala kering dapat dikatakan permasalahan paling ringan dan hanya memerlukan nutrisi yang lebih rutin, layaknya penggunaan pelembap pada kulit wajah yang kering—namun dapat menjadi tanda awal penuaan bila tak kunjung diobati.

Penuaan

Meski disebabkan pula oleh faktor internal yang tak dapat dicegah, seperti genetik dan usia, kurangnya perawatan kulit kepala pasca melakukan proses kimia seperti colouring, bleaching, dan smoothing justru menjadi alasan utama penuaan.

Tak hanya itu, minimnya penggunaan heatprotector serta cara memakai hairdryer yang salah—udara panas diarahkan ke arah kulit—juga turut memengaruhi. Oleh karena itu, kulit kepala aging yang kusam, rapuh, dan tidak elastis, bahkan kini mudah ditemui pada perempuan usia mulai 26 tahun. 

Sensitif

Pada problema kulit sensitif, gaya hidup dan faktor eksternal juga menjadi 80% faktor penyebab. Stres, kurangnya waktu tidur, kondisi tubuh yang tidak optimal, diet ketat atau gizi tidak seimbang, serta perubahan hormon yang terjadi pada ibu hamil dan menyusui, dikatakan sebagai alasan utama.

Adapun agresor luar seperti polutan juga menjadi pendukung karena tak hanya ditemukan di luar ruangan, melainkan pada air yang digunakan saat keramas. Setelah muncul kemerahan, ruam, hingga iritasi, biasanya pori-pori akan tersumbat sebum dan muncul lah jerawat. Selanjutnya, kekuatan akar rambut biasanya akan berkurang dan menyebabkan rambut mudah terlepas atau dapat dikatakan rontok.

Rontok

Meski begitu, rontok perlu perlu dibedakan dengan patah karena masalah rontok terjadi pada kulit sedangkan perawatan rambut patah menargetkan pada batang rambut. Rontok saat keramas itu biasa asal dibawah 100 helai per hari.

Akan tetapi, jika Anda menemukan banyak sekali helaian rambut di atas bantal saat bangun tidur, kini saatnya untuk memulai gaya hidup baru.

Adapun problema produksi minyak berlebih biasanya timbul karena perubahan iklim atau rutinitas—memulai olahraga intens di luar ruangan—yang memerlukan perawatan sederhana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.