5 November 2026
Jakarta Fashion Week 2027 Mempertemukan Ragam Perspektif dan Kreativitas Baru di Panggung Mode Indonesia
text by Namira Ariestiara; (Photo DOC. Jakarta Fashion Week)
Jakarta Fashion Week tampak seperti denyut yang tak pernah berhenti—tempat ide, semangat, dan karya saling bertemu dalam satu ruang yang sama. Semangat tersebut kembali hadir dalam perhelatan Jakarta Fashion Week 2027 yang mengusung tema City of New Lights. Sebuah refleksi atas energi baru, perspektif segar, dan talenta kreatif yang tengah membentuk arah perkembangan mode Indonesia. Berlangsung pada 26 Oktober hingga 1 November 2026 silam di City Hall, Pondok Indah Mall 3—perhelatan ini mempertemukan 111 desainer yang masing-masing membawa karya, inspirasi, dan pendekatan berbeda dalam satu rangkaian peragaan busana yang megah.
Lebih dari sekadar perayaan tren dan desain kontemporer, Jakarta Fashion Week 2027 turut menyoroti pentingnya memahami warisan budaya sebagai sumber inspirasi bagi masa depan mode. Semangat itu tercermin lewat SEA WAVES, kolaborasi bersama Kementerian Pariwisata Republik Indonesia bertajuk Two Expressions of Southeast Asian Heritage. Kerja sama ini menampilkan instalasi dan rangkaian pameran yang mengangkat kekayaan warisan budaya. Keberagaman warisan budaya tersebut menjelma menjadi kekuatan yang memperkaya lanskap mode Tanah Air dan membangun relevansinya di panggung global.
|
SAUL |
|
Oscar Lawalata Culture |
Selama tujuh hari penuh, panggung Jakarta Fashion Week dihiasi kreasi para desainer dan label kebanggaan Tanah Air. Hari pertama dibuka dengan Grand Final LPMM & LPA 2026 yang menampilkan karya-karya terbaik para perancang mode. Rangkaian show setelahnya menghadirkan busana dengan perspektif segar yang selaras dengan tema tahun ini. Sebut saja koleksi KALLA rona, SAUL, Tokodidiyo x MKS, VAIA, dan Drunk Dad, juga tampilan kasual dari Sabamodest, Shop at Velvet, dan Morteils. Ada pula JFW 2027 Signature Show: City of New Lights yang menampilkan busana dari para JFW Fashion Force Members. Memasuki hari kedua, panggung dipenuhi rancangan desainer lokal. Sejauh Mata Memandang tampil mencolok lewat detail unik dan warna-warna berani, sementara Oscar Lawalata Culture menghadirkan busana penuh garis yang sarat karakter.
|
ISSHU |
|
Othman |
Deretan label desainer dengan keahlian dan identitas rancangan masing-masing turut mencuri perhatian, menyuguhkan perspektif baru yang menjadi napas panggung tahun ini. Busana dan aksesori hadir melalui interpretasi kreatif masing-masing label, mulai dari BINhouse, Hunting Fields, ISSHU, KLÉ, Danjyo Hiyoji, Othman, Ivan Gunawan, dan Studio Vian, hingga Rounn yang berkolaborasi dengan Hian Tjen. Perhelatan mode mereka menjadi agenda yang begitu ditunggu para penikmat mode. Tak lupa, Jakarta Fashion Week turut melengkapi agenda perhelatannya dengan koleksi modestwear yang diperagakan sejumlah rumah mode seperti Greisy dan KAMI. Mereka memperlihatkan busana dengan volume yang terukur serta siluet rapi.
|
Priyo Oktaviano |
|
Julianto |
Mendekati penghujung pekan mode, kekayaan wastra Indonesia kembali disorot dalam Cita Tenun Indonesia Presents: Textum. Tiga desainer mempertemukan kreativitas masa kini dan kekayaan tradisi dengan membawa tenun ke tampilan yang lebih segar dan kontemporer, Eridani dengan busana yang presisi dan pola yang indah, Priyo Oktaviano tampil dengan warna- warni cerah dilengkapi detail mewah, serta Wilsen Willim dengan siluet tegas yang penuh karakter. Di panggung lain, Dewi Presents: Myth of Love menghadirkan deretan busana feminin yang anggun dari Julianto, Pamela Usanto, dan The Rizkianto.
TANDT |
|
|
Shiyo |
Pada penghujung pekan, panggung Jakarta Fashion Week bergema lebih jauh lewat kehadiran desainer internasional. The Ministry of Tourism of the Republic Indonesia Presents: South East Asia (SEA) Fashion Parade menampilkan Ginlee dari Singapura, Renz Reyes dari Filipina, TANDT dari Thailand, Rizman Ruzaini dari Malaysia, Natacha Van dari Kamboja, serta THAT dari Vietnam. Masing-masing menghadirkan tampilan busana yang begitu memikat untuk disaksikan, sekaligus memperlihatkan keragaman estetika mode di Asia Tenggara.
Rangkaian dilanjutkan dengan Australia–Indonesia Creative Exchange Showcase yang mempertemukan tiga label dari dua negara. Studio Jeje tampil dengan koleksi kebaya berdetail floral nan anggun, sementara ANW menyuguhkan siluet feminin dengan proporsi yang pas. Dari Australia, Shiyo hadir dengan tampilan tegas dan potongan yang tak biasa, menutup showcase ini dengan sudut pandang yang berbeda.

BINhouse Runway
Tak hanya menjadi ajang perhelatan mode, Jakarta Fashion Week 2027 turut menjadi ruang bagi tumbuhnya ekosistem mode Indonesia. Lewat kurasi desainer, program seperti Fashionlink dan Dewi Luxe Market, hingga JFW Fashion Force Awards yang menyorot talenta baru, perhelatan ini memberi panggung bagi karya-karya inovatif Tanah Air. City of New Lights menjadi penanda bahwa masa depan mode Indonesia terus bergerak dan bersinar dari beragam perspektif.
KALLA rona 
Sejauh Mata Memandang 
BINhouse 
Danjyo Hiyoji 
Eridani 
The Rizkianto

Ginlee
Studio Jeje 