Max Mara Rayakan Hari Jadi Tas Whitney

Max Mara gandeng seniman Florine Stettheimer untuk rayakan hari jadi tas Whitney yang ke-5.

Tak terasa, lima tahun sudah sejak kepindahan Whitney Museum of American Art ke distrik Meatpacking, kota New York. Museum yang didirikan oleh pematung, Gertrude Vanderbilt Whitney,  pada tahun 1930 ini, kini menempati sebuah bangunan futuristis rancangan Renzo Piano yang beralamatkan di 99 Gansevoort Street, New York.

Whitney Museum of American Art rancangan Renzo Piano.
Tas Whitney kreasi Max Mara.

            Momen istimewa ini juga menjadi hari penting bagi salah satu kreasi gubahan Max Mara, yaitu tas Whitney. Pasalnya, jinjingan unik ini dikreasikan oleh Max Mara dan Renzo Piano Building Workshop untuk merayakan hari pembukaan Whitney Museum of American Art pada tanggal 1 Mei 2015 silam.

            Terbuat dari kulit berkualitas nan lembut, rancangan istimewa ini sepenuhnya terinspirasi dari struktur bangunan Whitney Museum of American Art yang clean dan modern. Permukaan tas yang berhiaskan ribbing, mengingatkan siapapun pada eksterior baja fasad bangunan yang menghadap High Line tersebut. 

Lukisan Sun (1931) kreasi Florine Stettheimer yang menginspirasi 5 warna baru pada tas Whitney.

            Kini, untuk merayakan hari jadinya yang ke-5, Max Mara kembali memberikan napas baru lewat sebuah koleksi kolaborasi edisi terbatas dengan pelukis asal Amerika Serikat, Florine Stettheimer. Salah satu karya Stettheimer yang bertajuk Sun (1931), menginspirasi lima varian warna baru pada kreasi tas Whitney. Tak hanya itu saja, keistimewaan lain turut hadir lewat lining motif flora pada bagian interior tas. Bak sebuah karya seni, jinjingan istimewa ini tentunya layak untuk dikoleksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.