4 Bahan Kandungan Skincare Paling Dibicarakan Tahun Ini

empat bahan kandungan skincare paling populer tahun ini

Menyimak empat bahan teranyar dengan formula alami yang terkandung dalam produk perawatan kulit.

Apakah Anda masih mengingat saat sederet produk pelembap dengan kandungan snail mucin menjajaki rak paling strategis di pusat perbelanjaan? Layaknya lendir siput, sederet bahan unik secara bergantian dipopulerkan oleh lini ternama dan paling berpengaruh dari Korea Selatan. Tren tersebut belum usai. Tahun ini, Anda patut mengenal dan mendekatkan diri dengan bahan alami lain yang tak kalah menarik. Baik dipopulerkan oleh K-beauty ataupun tidak, berikut empat bahan kandungan yang diyakini segera menjadi perbincangan.

CICA

Selama beberapa tahun belakangan, produk skincare asal Korea Selatan sepertinya memiliki satu kesamaan, yakni mengandung cica, atau centella asiatica. Di dalam serum, pelembap, masker, hingga peeling pad, manfaat dari kandungan cica yang ampuh membuat tidak sedikit label kecantikan asal Eropa yang kini turut menjadikannya sebagai bahan utama dalam produknya.

Awalnya, selama berabad-abad cica telah digunakan dalam pengobatan Tiongkok untuk mengobati luka. Tumbuh di dataran tinggi di berbagai wilayah Asia, cica juga akrab disebut Indian pennywortgotu kolatiger grass, hingga daun pegagan (di Indonesia). Secara alamiah, hewan macan seringkali meregenerasi kulitnya yang terluka dengan menggunakan daun cica dengan cara berguling di atasnya.

Manfaat: Di Korea, tingginya tingkat polusi menjadikan sebab mengapa cica menjadi bahan idaman. Kandungan ini juga dicintai para pemilik kulit sensitif dan acneprone. Bahan cica dipercaya ampuh mengatasi kulit kusam akibat dehidrasi, iritasi, hingga penuaan dini yang ditandai garis halus dan keriput, serta berbagai persoalan kulit yang umumnya disebabkan akibat polusi. Cica sendiri dipercaya memiliki manfaat utama yaitu menenangkan, memperbaiki kulit, serta mengobati jerawat yang meradang. Manfaat cica didasarkan pada komposisi aktifnya yakni asam amino, beta-karotena, asam lemak, dan fitokimia—termasuk vitamin C, A, B1, dan B2. Paduan komposisi tersebut membantu kulit memerangi efek samping dari agresor luar dengan merangsang produksi kolagen karena dikemas oleh antioksidan yang memberikan dorongan antimikroba dan antiinflamasi. Jika kulit mengalami kekeringan (yang mengakibatkan tampilan kusam dan kurang elastis), cica juga dipercaya efektif untuk meningkatkan kelembapan pada lapisan terluar kulit dengan cara meningkatkan sirkulasi dan aliran darah.

MUGWORT

Di Indonesia, mugwort lazim dikenal dengan nama ‘daun Cina baru’. Bahan mugwort memiliki relasi erat dengan legenda penciptaan dinasti pertama Korea, Gojoseon. Ia dianggap efektif sebagai herba penyembuhan lewat manfaat antibakteri, melawan jamur, serta mengatasi inflamasi. Kini tidak hanya obat tradisional, berbagai makanan—termasuk kue beras—dan minuman di Korea. Dalam beberapa tradisi negara di dunia, perempuan kerap rutin mengonsumsi mugwort dalam bentuk teh. Kebiasaan tersebut dipercaya ampuh untuk meredakan kram dan membantu mengatur siklus menstruasi. Pada zaman Yunani Kuno, perempuan juga kerap berendam di pemandian dengan air campuran mugwort. Barangkali karena alasan itulah, mugwort atau artemisia vulgaris dianggap memiliki koneksi mitologi erat dengan Artemis, dewi kelahiran Yunani yang dikenal sebagai pelindung perempuan.

Manfaat: Mugwort seringkali dianggap mirip dengan tea tree yang secara alami membunuh bakteri dan meminimalisir jerawat. Namun perbedaannya, mugwort memiliki aroma yang lebih pekat.

Primera Water Organience

Tidak sedikit lini kecantikan Korea memilih bahan alami ini untuk secara khusus merancang produk yang berfungsi sebagai penenang kulit sensitif dan berjerawat. Selain itu mugwort juga secara efektif mampu mengatasi kulit kering dan gatal, radang dan beruntus, ataupun iritasi. Kandungannya juga sesuai untuk menanggulangi kondisi kulit eksem— dermatitis atopik—dan psoriasis. Di dalamnya, mugwort turut mengandung vitamin E yang dapat membantu mempertahankan kelembapan kulit sekaligus meredakan kemerahan. Meski uji klinis pada pengobatan jerawat belum dilakukan, mugwort juga diyakini membantu meminimalisir peradangan dan membunuh bakteri sehingga kerap digunakan untuk mengobati jerawat. Tumbuhan ini juga memiliki kekuatan pelindung yang tepat sebagai bahan utama dalam produk perawatan antipenuaan. Ia memiliki kemampuan untuk bertindak sebagai antioksidan dalam mencegah efek samping yang disebabkan oleh sinar ultraviolet, misalnya kemunculan garis halus.

BAKUCHIOL

Kabar baik bagi pemiliki kulit sensitif. Akhirnya, industri kecantikan mulai melirik opsi lain sebagai alternatif alami dari retinol dengan formula yang lebih ramah dan tak mengiritasi. Bahan tersebut adalah bakuchiol.

Bakuchiol adalah antioksidan yang ditemukan dalam biji tanaman psoralea corylifolia atau tanaman babchi, yang telah memiliki sejarah panjang dalam pengobatan tradisional Ayurveda dan Tiongkok. Kemampuannya beragam, termasuk meredakan kemerahan, hingga menyembuhkan luka.

Manfaat: Memiliki fungsi serupa retinol, bakuchiol juga bekerja meningkatkan pergantian sel kulit dan merangsang produksi kolagen yang kemudian menghasilkan berkurangnya tanda-tanda penuaan seperti garis halus dan kerutan yang disebabkan sinar ultraviolet. Meski retinol masih sering digunakan dan disarankan dalam perawatan antipenuaan, namun bahan bakuchiol cenderung dapat ditoleransi dengan lebih baik oleh kulit sensitif, sehingga aman digunakan saat hamil atau menyusui. Kendati tetap membutuhkan waktu yang lebih lama untuk melihat hasilnya secara kasat mata. Gunakan pada malam hari sebelum tidur, seperti halnya pemakaian retinol, bakuchiol mampu menjadikan tekstur kulit tampak lebih halus sekaligus kenyal, meminimalkan hiperpigmentasi, serta menawarkan elastisitas kulit yang lebih baik.

SEA BUCKTHORN

Memiliki nama ilmiah hippophae rhamnoides, sea buckthorn juga dikenal sebagai vitamine tree dan sea berry. Ia merupakan buah yang tumbuh di sepanjang wilayah pegunungan Asia dan Eropa. Selama beberapa abad, buahnya digemari di daerah Rusia, Tiongkok, dan Tibet, sebab dipercaya mampu memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Meski sering ditemukan dalam bentuk suplemen, bahan ini kian muncul dalam produk perawatan kulit dengan manfaat melembapkan. Kandungan sea buckthorn kaya akan unsaturated fatty acids yakni asam palmitoleic (omega 7) yang terbilang cukup langka. Kerap diekstraksi menjadi minyak, sea buckthorn baik dikonsumsi secara oral ataupun topikal.

Kora Organics Noni Glow Face Oil

Manfaat: Ia juga memiliki kemampuan untuk memperbaiki kulit yang kering dan kusam, termasuk meminimalkan peradangan kronis pada kulit dengan cara memaksimalkan regenerasi sel kulit. Selain memiliki manfaat antibakteri dan antiinflamasi, sea buckthorn juga dapat mengontrol sebum berlebih yang menjadi salah satu faktor penyebab jerawat. Bahan sea buckthorn turut mengandung vitamin C tinggi, setidaknya 12 kali lebih tinggi dari buah jeruk. Bahan alami ini juga dapat menyamarkan bekas jerawat dan membuat kulit tampak lebih segar. Dengan kandungan 200 nutrisi berbeda, termasuk karotenoid, likopen, vitamin A dan E kaya antioksidan, serta asam lemak omega 3, 6, dan 9; kandungan sea buckthorn dapat memaksimalkan efektivitas produksi kolagen dan kualitas pertahanan kulit dalam mengunci kadar air sekaligus memelihara kelembapan kulit.

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.