27 Februari 2026
Manfaat Antioksidan dalam Perawatan Kulit Berbahan Dasar Kandungan Adaptogen
Sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 1947, adaptogen (yang ditemukan di herba dan akar-akaran) kini semakin sering digunakan sebagai kandungan unggulan dalam berbagai produk perawatan kulit yang tengah menjadi sorotan. Di era yang kian mudah terpicu stres—baik stres mental maupun stres pada kulit akibat polusi dan paparan bahan kimia—kandungan adaptogen semakin populer karena sifat antioksidannya. Bila kulit mengalami “stres”, akan ada peningkatan produksi hormon kortisol. Akibatnya, kulit mengalami breakout, kondisi di mana kulit menjadi sensitif, berminyak, kemerahan, dan rentan jerawat.
Bahan herbal yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional di India dan berbagai wilayah Asia ini terbukti membantu mengontrol stres pada kulit, menjadi sumber antioksidan untuk menenangkan kulit iritasi, melindunginya dari radikal bebas, bahkan bersifat memperlambat tanda-tanda penuaan kulit. Selain banyak ditemukan pada ginseng, adaptogen juga terdapat pada jenis akar-akaran lain seperti jamur reishi, holy basil, licorice, serta yang kini paling populer, ashwagandha. Bahan-bahan ini kemudian diolah menjadi inovasi terbaru dalam formulasi berbagai produk perawatan kulit seperti krim muka malam, serum, bahkan makeup.
Herbivore Botanicals Emerald Calming Facial Oil |
Mara Volcanic Sea Clay Detox Masque |
L’essential Rhodiola Blanc Double Ampoule |
Mango People Sun-Kissed Cream Bronzer Stick |
Dr. Andrew Weil for Origins Mega-Mushroom Relief & Resilience Soothing Treatment Lotion |
Ranavat Bakuchi Crème Anti-Aging Smoothing Moisturizer |
Mario Badescu Facial Spray With Aloe, Adaptogens & Coconut Water |






