24 Juni 2026
Karya Reimajinasi, Kampanye, Animasi, hingga Publikasi Menjadi Medium Perayaan 180 LOEWE
Doc. LOEWE - Julia Garner
Hanya segelintir rumah mode dunia yang bisa bernarasi tentang sejarah hampir dua abad tanpa terdengar nostalgik. Bahkan lebih sedikit lagi yang mampu menjadikan usia tersebut sebagai pijakan untuk bisa terus bergerak maju. Di tahun 2026 ini, LOEWE merayakan ulang tahunnya yang ke-180. Usia fenomenal yang menjadi tonggak penanda perjalanan panjang sebuah label high end, dengan menyiratkan makna mendalam tentang bagaimana warisan, craftsmanship, dan inovasi dapat hidup berdampingan dalam lanskap mode yang terus berubah.
Didirikan di Madrid pada tahun 1846 oleh sekelompok pengrajin kulit, LOEWE lahir jauh sebelum telepon ditemukan, sebelum lampu pijar menerangi dunia, bahkan sebelum manusia menginjakkan kaki di bulan. Dari sebuah bengkel sederhana di jalan berbatu Ibu Kota Spanyol, maison ini berkembang menjadi salah satu kekuatan kreatif paling berpengaruh dalam industri mode global. Meski demikian, di tengah segala transformasi yang terjadi selama hampir dua abad, satu hal tetap menjadi fondasinya, yaitu hubungan intim antara tangan manusia dan karya yang diciptakannya.
Loewe archival image
Perayaan 180 tahun ini diwujudkan lewat sebuah kampanye yang difoto oleh fotografer kenamaan Talia Chetrit. Kampanye tersebut mempertemukan sejumlah sosok lintas generasi dan disipilin kreatif, mulai dari global brand ambassador Julia Garner, brand ambassador GISELLE, Kara Wai, dan Salma Abu Deif, hingga aktris legendaris Sissy Spacek, dan seniman multidisiplin Kara Walker. Pilihan para tokoh ini terasa relevan dalam menyiratkan semangat LOEWE, yakni sebuah rumah yang selalu menemukan kekuatan dalam keberagaman perspektif dan ekspresi kreatif.
|
|
Alih-alih sekadar mengenakan koleksi terbaru, para figur dalam kampanye tersebut tampil bersama tas-tas yang telah membentuk identitas LOEWE selama beberapa dekade. Ada Flamenco clutch yang kali pertama diperkenalkan di era 1980-an dan hingga kini tetap menjadi simbol kelembutan konstruksi kulit khas rumah mode tersebut. Lalu ada Puzzle Bag, desain revolusioner yang diluncurkan pada 2015 dan mengubah cara industri memandang struktur sebuah tas mewah. Sementara itu, tas Amazona 180 menjadi highlight kampanye ini, yang merupakan interpretasi terbaru dari Amazona yang kali pertama diperkenalkan di tahun 1975.
|
|
Tas Amazona memiliki posisi unik dalam sejarah LOEWE. Saat pertama kali hadir di pertengahan dekade ’70-an, desain tersebut muncul di tengah maraknya perubahan sosial di Spanyol. Saat kian banyak perempuan masuk ke ruang profesional dan kehidupan publik dengan tingkat kemandirian yang baru, Amazona seolah menjadi simbol kebebasan, kepercayaan diri, dan mobilitas. Kini, di bawah arahan direktur kreatif baru, Jack McCollough dan Lazaro Hernandez, semangat yang sama kembali dihidupkan lewat gubahan Amazona 180. Siluetnya mempertahankan karakter asli yang telah dicintai selama puluhan tahun, namun diperbarui lewat pendekatan yang lebih sensual, ringan, dan kontemporer melalui penggunaan material suede lembut maupun calfskin yang halus.
Di balik kampanye visual ini, LOEWE juga meluncurkan koleksi kapsul yang merayakan DNA rumah mode ini lewat tas, aksesori kulit kecil, hingga ready-to-wear. Salah satu detail paling menarik hadir dalam bentuk motif singa yang muncul sebagai bordir manik-manik, intarsia kulit, charm, dan detail interior Amazona 180. Referensi ini bukan sekadar dekorasi. Nama LOEWE sendiri berasal dari kata dalam bahasa Jerman yang berarti “singa”—ini menjadi sebuah penghormatan terhadap Enrique Loewe Roessberg, pengusaha asal Jerman yang pada tahun 1872 menyatukan kelompok pengrajin pendiri rumah mode tersebut di bawah satu nama yang kemudian dikenal dunia hingga hari ini.
Enrique Loewe Roessberg
Perayaan 180 tahun ini juga diperluas ke ranah budaya lewat sebuah film animasi yang dinarasikan oleh Antonio Banderas. Film ini menelusuri sejumlah momen penting dalam sejarah LOEWE, mulai dari penyatuan para pengrajin di bawah nama Loewe pada tahun 1872, penunjukan sebagai pemasok resmi Kerajaan Spanyol di tahun 1905, hingga pendirian LOEWE FOUNDATION di tahun 1988. Alih-alih menjadi dokumentasi sejarah yang kaku, film ini mengingatkan bahwa keberlangsungan sebuah rumah mode dibangun seutuhnya lewat keberlangsungan eksistensi produk berkualitas, gagasan, komunitas, serta nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Loewe archival image
Sebagai bagian dari perayaan ini, LOEWE juga menerbitkan publikasi khusus bertajuk 180 Years of Craft yang hadir bersama edisi ke-11 LOEWE Magazine. Publikasi ini membuka akses langka ke arsip LOEWE dan menghadirkan karya-karya signifikan yang selama ini langka terlihat oleh publik, sekaligus, memberikan pandangan mendalam ke atelier LOEWE di Madrid. Di dalamnya, sejarah Amazona tidak semata dibahas sebagai objek desain. Amazona dianggap sebagai artefak budaya yang mencerminkan perubahan sosial dan posisi perempuan dalam marsyarakat Spanyol pada dekade 1970-an.
Amazona Bag
Yang membuat perayaan 180 tahun LOEWE terasa berbeda sesungguhnya adalah caranya memandang usia. Bagi banyak brand, angka besar sering kali menjadi alasan untuk menoleh ke belakang. Sedangkan bagi LOEWE, angka tersebut justru menjadi lensa untuk melihat masa depan. Reimajinasi Amazona, kampanye lintas generasi, film animasi, hingga publikasi arsip menunjukkan bahwa warisan bukan sesuatu yang dibekukan dalam waktu. Warisan adalah sesuatu yang terus ditafsirkan ulang. Dan craft menjadi bahasa kreatif yang memungkinkan masa lalu dan masa depan berbicara satu sama lain—LOEWE mampu mempertahankan dialog tersebut selama 180 tahun.
Loewe archival image
Gucci Hadirkan Kampanye Terbaru untuk Borsetto dan Giglio Dibintangi Kate Moss dan Emily Ratajkowski

Giselle
Kara Wai
Salma Abu Deif
Kara Walker
Enrique Loewe Roessberg
Loewe archival image
Amazona Bag