FASHION

10 Juli 2026

Matthieu Blazy Kian Imajinatif Menarasikan Daya Magis Fiksi Dalam Desain Haute Couture Chanel Koleksi Musim Gugur-Dingin 2026


Matthieu Blazy Kian Imajinatif Menarasikan Daya Magis Fiksi Dalam Desain Haute Couture Chanel Koleksi Musim Gugur-Dingin 2026

photo DOC.Chanel

Ketika Matthieu Blazy mulai merancang Haute Couture untuk Chanel, ia menempatkan busana sang rumah mode selayaknya ruang magis. Tempat di mana sebuah kisah hidup, dan bertaut dengan figur pemakainya. Hasilnya adalah koleksi yang estetis sekaligus puitis. Garis rancangnya tampak jelas kaya akan teknik. Setiap material, potongan, serta detail ornamen mengeksplorasi batas antara imajinasi kreatif dan realitas. Presentasi koleksinya pun dirancang simbolis sebagai bagian yang memperkuat visual narasi tersebut.

Pada 7 Juli 2026, Blazy kembali bernarasi tentang dunia magis Chanel. Koleksi Haute Couture musim gugur/dingin 2026 rancangannya terinspirasi oleh buku Les Fées, Contes des Contes, yang mengoleksi kumpulan dongeng klasik Prancis, meliputi Jack and the Beanstalk hingga Goldilocks and the Three Bears. Buku yang ia temukan di perpustakaan pribadi Gabrielle Chanel itu memantik sebuah gagasan untuk merancang busana yang bersuara sebagaimana buku bercerita. Namun, meski berlatarkan dongeng, kreasinya tidak menjelma sebagai kostum. Di tangan Blazy, fantasi diterjemahkan menjadi detail-detail subtil yang menyatu dengan konstruksi khas, teknik tailoring, dan savoir-faire rumah mode.





Pagelaran dibuka dengan konstruksi busana bermaterialkan guipure yang menyerupai sulur tanaman merambat—sebagaimana kisah Jack and the Beanstalk—di atas bahan sutra mousseline transparan. Siluetnya tampak ringan bergerak dinamis mengikuti tubuh. Referensi dongeng muncul layaknya kejutan-kejutan kecil dalam detail yang terlihat ketika diamati dari dekat. Sulur tanaman merambat di tumit sepatu, sesekali kacang-kacangan, buah, hingga kupu-kupu memperkaya detail desainnya. Minaudière disuguhkan berkonsep mikro, sebagai manifestasi Goldilocks and the Three Bears. Kancing pakaian bertransformasi dari rupa anak itik menjadi angsa. Lebih jauh menyoroti bagian dalam pakaian, lapisan sutra yang langsung dilukis tangan. Pendekatan ini menitikberatkan nilai haute couture ke dalam sesuatu yang kian personal,alih-alih gambang terlihat di permukaan.




Di balik seluruh simbolisme fantasi tersebut, koleksi ini tetap bertumpu pada identitas craftsmanship rumah mode. Keahlian atelier, flou, galon, serta para perajin di le19M tetap menjadi pusat dari setiap rancangan. Potongan busana dibangun mengikuti anatomi tubuh sebagai modifikasi untuk menciptakan kebebasan bergerak. Couture, sebagaimana filosofi Gabrielle Chanel, diciptakan untuk bernapas bersama pemakainya.





Dipresentasikan di Grand Palais, Paris, Chanel memperkuat narasi magis yang dibangun Blazy dengan latar panggung serupa negeri ajaib. Sebuah taman liar dengan sulur tanaman dan bunga-bunga beracun berukuran raksasa yang membingkai pertunjukan. Duduk di barisan depan, Alexa Demie, Pedro Pascal, Tilda Swinton, Teyana Taylor, Lupita Nyong’O, dan Sarah Pidgeon larut dalam semesta imajinasi Chanel.