FASHION

27 Februari 2026

Max Mara Layangkan Penghormatan Terhadap Gaya Italia dan Energi Neapolitan Penuh Semarak Lewat Koleksi Resor 2026


PHOTOGRAPHY BY MAX MARA

Max Mara Layangkan Penghormatan Terhadap Gaya Italia dan Energi Neapolitan Penuh Semarak Lewat Koleksi Resor 2026

Tahun 1951 merupakan tahun yang begitu penting, tak hanya sebagai tahun berdirinya Max Mara namun juga tahun di mana Ruth Orkin memotret 'American Girl in Italy'. Pada saat itu, seorang perempuan yang dengan bangga, santai, dan sendirian, merupakan pemandangan yang patut diperhatikan di trotoar Florence, Roma, Napoli, atau kota Italia lainnya. 75 tahun kemudian, ia telah menempuh perjalanan panjang dan Max Mara selalu berada di sisinya di setiap langkahnya.

Tahun 1951 berada tepat di tengah-tengah pemulihan pasca-perang Italia yang spektakuler; Achille Maramotti tahu ke mana arah angin bertiup ketika ia mengatakan ingin mendandani istri-istri dokter dan pengacara setempat. Ia tahu bahwa merekalah yang akan memimpin perubahan global. Di Roma, para perancang busana bersaing memperebutkan perhatian para bangsawan perempuan dan para putri; di Reggio Emilia, Maramotti melanjutkan tugasnya membuat pakaian yang cerdas, bermanfaat, dan cukup terjangkau untuk kader baru yang semakin makmur.







Para perempuan seduktif dari Italia Selatan yang penuh gairah seksual serta para ibu rumah tangga nan hemat dari Italia Utara yang giat mungkin sekilas terlihat seperti kutub yang berlawanan, tetapi mereka didorong oleh cita-cita yang sama; 'bella figura'. Orang Italia memukau dunia; apa pun yang mereka lakukan, mereka melakukannya dengan lebih baik, dan mereka terlihat lebih baik. Di pertemuan puncak yang mengubah dunia atau saat bersantai di pesta pantai, mereka melakukannya dengan campuran karakteristik antara keanggunan yang tak terbebani dan daya tarik seksi yang kemudian dikenal sebagai gaya Italia.

Sinema Italia pun mempopulerkan gaya tersebut. Film karya De Filippo, Napoli Milionaria, karya De Sica, L’Oro di Napoli, dan karya De Santis, Riso Amaro, menggambarkan semangat pantang menyerah para perempuan Italia. Silvana Mangano, Sophia Loren; Naples 1951 membangkitkan kecantikan yang sensual, membara, dan menggoyangkan pinggul, serta seorang scugnizzo yang rapi dan bergaya. Hadir pula E. Marinella, yang dasi-dasinya yang indah merupakan simbol keanggunan. 









Kolaborasi Max Mara dengan E. Marinella memperkenalkan serangkaian desain motf cravatte yang dibuat pada tahun 1951. Temukan desain tersebut pada piyama sutra yang terlalu bagus untuk dikenakan di tempat tidur, dan bordir berukuran besar pada jajaran sweter kasmir. Chiattillo modern—seorang dandy Neapolitan yang sadar gaya dan sedikit sombong—juga mengenakan kemeja garis-garis permen berwarna merah muda dan biru dengan kerah dan manset putih yang rapi, topi fedora yang miring dengan gagah, dan jaket dengan konstruksi yang lebih ringan dipelajari dari sarto napoletano. Sebagai kontras, ada celana pendek yang digulung dengan berani seperti yang dipopulerkan Mangano dalam film Riso Amaro, rok berpotongan penuh dengan kantong berbentuk belah ketupat yang menonjol, atasan dengan kerah potret, bra tanpa tali yang serasi, dan gaun slip.

Koleksi musim resor 2026 Max Mara menampilkan mantel-mantel klasik yang tak lekang oleh waktu; berikat pinggang, berkerah selendang, berleher funnel, atau berumbai; semuanya benar-benar abadi. Saat siang berganti malam, ada gaun tanpa tali berbahan panno tebal yang bertabur kristal, menampilkan struktur internal bertulang dari kain kasa sutra yang mengintip dari belahan dada. Kesederhanaan dan dramatisnya adalah ciri khas Italia; didasarkan pada penampilan dan perasaan percaya diri yang kuat.







Untuk menyempurnakan tampilan tersebut, Max Mara mempersembahkan iterasi terbaru dari Tas Whitney yang ikonis dan syal sutra yang halus dan elegan. Empat model eksklusif baru dari Tas Whitney dan lima syal abadi akan tersedia mulai 18 Juni 2026 mendatang di maxmara.com.