Pengaruh Karya Wes Anderson Dalam Dunia Mode

Memperingati hari ulang tahun Wes Anderson yang jatuh di bulan Mei ini, kami menelusuri perjalanan sang sutradara sembari menelaah pengaruhnya terhadap industri mode.

Sejak Wes Anderson menembus dunia layar perak 20 tahun yang lalu, ia langsung menancapkan identitasnya yang tiada dua dalam dunia perfilman. Sinematografi yang presisi, atmosfir dunia yang sarat mimpi hingga persona yang penuh karakter. Karya-karyanya seolah memberikan kesempatan bagi individu yang menyaksikan untuk dapat melarikan diri dari realita dan tenggelam dalam dunia penuh mimpi yang ia ciptakan.

Masih terbersit di ingatan pengalaman pertama menonton hasil karyanya. Saat itu, The Royal Tenenbaums, film yang dibintangi oleh Gwyneth Paltrow, Ben Stiller dan Luke Wilson baru saja diputar di gedung pertunjukkan. Gwyneth yang berperan sebagai Margot Tenenbaum langsung menyita perhatian berkat gaya nya yang distingtif bernapaskan geekchic di dalam film tersebut. Tak perlu waktu lama, beberapa majalah mode ternama langsung mengadopsi tampilan khas Margot Tenenbaum ke dalam halaman mereka. Sebagian bahkan mendedikasikan sebuah editorial khusus yang menampilkan cerita mode akan busana yang ia kenakan.

Menelaah kreasi Wes Anderson, terlebih dalam sudut pandang mode, tak mungkin tanpa menyebut dua sosok penting di baliknya. Ialah Karen Patch dan Milena Canonero, dua desainer kostum brilian yang telah bertanggung jawab atas tampilan-tampilan penuh karakter yang ditampilkan dalam setiap filmnya. Karen Patch adalah desainer kostum dari film-film awal Wes Anderson. Ia-lah yang telah sukses menciptakan estetika busana preppyindie dan hip dalam film Bottle Rocket, Rushmore dan The Royal Tenenbaums. Dalam pengerjaannya, ia kerap berkolaborasi bersama para desainer untuk merealisasikan imajinasinya. Salah satu contohnya, mantel bulu ikonis yang ditenarkan oleh Margot Tenenbaum, merupakan mantel bulu berdasarkan pesanan khusus yang dikreasikan oleh rumah mode Fendi. Begitu pula dengan gaun kerah polo Lacoste yang dikenakan Gwyneth Paltrow dalam film tersebut. 

Walaupun pemutaran perdana film The Royal Tenenbaums sudah lewat hampir dua dekade yang lalu namun pengaruhnya masih terasa hingga kini. Mungkin manifestasinya yang paling konkret terlihat pada peragaan busana Gucci musim gugur/dingin 2015. Pada peragaan busana yang menampilkan koleksi perdana Alessandro Michele untuk rumah mode tersebut, terdapat satu tampilan yang tampak jelas diilhami oleh Margot Tenenbaum. Seorang model dengan tatanan rambut bob yang identik, tampil mengenakan mantel bulu dalam bentuk yang serupa. Hanya saja kali ini, alih-alih dipadankan dengan kaus polo, sang model tampil dengan paduan gaun transparan serta topi beret merah. 

Bukan hanya kali ini, tampilan busana dalam film Wes Anderson jadi ilham dalam kreasi desainer dunia. Marc Jacobs secara jelas telah menyebut bahwa film The Royal Tenenbaums merupakan film yang sangat memengaruhi karyanya di tahun 2008. Begitupun Miuccia Prada, yang walaupun tidak secara langsung menyebutnya sebagai sumber inspirasi, namun bagi para pengunjung yang menyaksikan peragaan busananya di tahun 2012, dapat dengan mudah merasakan aura Margot Tenenbaum di dalam koleksinya. 

Prada spring/summer 2012

Dialog antara sinematografi dengan kemahiran merancang kostum busana kembali hadir dalam filmnya yang berjudul The Grand Budapest Hotel. Kali ini, Milena Canonero, perancang kostum yang bertanggung jawab dalam film tersebut, banyak terilhami oleh karya seni dalam proses perancangannya. Contohnya, gaun kuning kreasi Fendi yang dikenakan oleh Tilda Swinton, mendapatkan inspirasinya dari lukisan Adele Bloch-Bauer karya pelukis legendaris, Gustav Klimt. Fendi memang banyak berkontribusi dalam mempercantik film-film Wes Anderson. Begitupun dengan Prada yang turut berperan dalam menyediakan koper-koper indah yang menemani tampilan Tilda sebagai Madame D. dalam film tersebut.

Seperti yang diramalkan – tak perlu waktu lama setelah dirilis – inspirasi busana dari film Wes Anderson lewat The Grand Budapest Hotel, kembali tampak dalam panggung peragaan. Manifestasinya kali ini terlihat dalam koleksi Anna Sui untuk musim gugur/dingin 2014. Anna Sui, desainer yang dikenal akan garis rancang eklektik dan permainan motif yang imajinatif, menampilkan beberapa signature look khas Madame D. di dalam koleksinya. Sebut saja mantel berwarna merah pada tampilan pembuka, ataupun penggunaan corak bernapaskan oriental yang diaplikasikan di hampir semua tampilan. 

Anna Sui fall/winter 2014

Berbicara mengenai film Wes Anderson yang inspiratif seakan tak ada habisnya. Karya-karyanya dengan sukses hampir menyentuh semua aspek kehidupan. Sudah tak sabar rasanya menunggu karya berikutnya dari sang maestro. Happy birthday Wes Anderson!

Photo Courtesy of Buena Vista Pictures/Courtesy Everet/Everett Collection dan Imaxtree.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.