28 September 2026
Perpaduan Warisan Budaya, Siluet Kontemporer, dan Semangat Kolaborasi Hadir dalam Perayaan 20 Tahun Fashion Nation 2026
Text by Namira Ariestiara; (Photo DOC. Fashion Nation)
Dua dekade adalah pencapaian yang layak dirayakan dengan cara istimewa. Momen tersebut digagas Mal Senayan City Jakarta lewat perayaan Fashion Nation 20th Edition: The Icon Edit, yang berlangsung pada 18–26 September 2026. Mengusung tema The Icon Edit, edisi kali ini mempertemukan desainer lintas generasi, talenta baru, institusi mode, serta beragam suara kreatif dari berbagai generasi dalam satu rangkaian presentasi dan kolaborasi. Semangat perayaan dua dekade tersebut turut diwujudkan melalui peluncuran Essence & Presence, coffee table book yang merangkum perjalanan 20 tahun mal tersebut melalui berbagai kisah, tonggak pencapaian, dan kontribusi dari para tenant, desainer, mitra kreatif, hingga media. Malam pembukaan semakin berkesan dengan kehadiran tamu spesial Anggun, yang tampil diiringi pianis.
|
|
Rangkaian acara resmi dibuka pada 18 September 2026 melalui The Era Runways yang menampilan Mel Ahyar Archipelago dan TOTON sebagai due figur desainer pembuka. Mel Ahyar Archipelago menghadirkan wastra modern couture lewat koleksi Tanö Niha yang terinspirasi dari adat dan tradisi Pulau Nias, dengan arsitektur, ornamen, dan busana upacaranya diterjemahkan ke dalam siluet kontemporer berpalet warna kayu dan tekstur tenun.
|
|
Sementara itu, TOTON memperkenalkan TEMPAAN KALA, kelanjutan dari koleksi KALA yang dikerjakan bersama JEUMPA dan berhiaskan sentuhan artistik floral. Koleksi yang nyaris seluruhnya dikerjakan dengan tangan ini mengangkat proses pembuatan yang lambat dan penuh kesadaran sebagai jawaban atas laju fast fashion masa kini.
Di hari-hari berikutnya, panggung Fashion Nation terus diramaikan deretan show dari berbagai rumah mode, menampilkan koleksi yang membawa estetika dan identitas khas masing-masing. SC 20 IN STYLE ft. Gadis Sampul hadir pada 20 September, disusul SC: CONVERGE pada 21 September bersama tiga rumah mode dengan identitas desain yang berbeda, Artkea Stripes, Elima, dan Lanivatti. Pada 22 September, SC: Urban Nomad menampilkan AMOTSYAMSURIMUDA, Cover Me Not x Furry Tales, dan TYGA, yang masing-masing menghadirkan interpretasi khas yang memikat. Di hari yang sama, JFW Fashion Force Awards Alumni hadir bersama Argyle & Oxford, KALLA rona, KLÉ, Mote Mote, dan Tokodidiyo dengan karakter visual yang beragam. Keesokan harinya, SC x MASARI presenting: The Curve menghadirkan ARI, Friederich Herman, Peggy Hartanto, Sean Sheila, dan TOTON, dilanjutkan kolaborasi bersama Cita Tenun Indonesia melalui Lungsara yang menampilkan KMK by Karel Karuniawan, Othman, dan Saroong Atalier.
|
|
ELLE Indonesia mempersembahkan “PEREMPUAN” bersama tiga desainer yang menyuguhkan interpretasi sosok perempuan lewat kacamata masing-masing. fbudi tampil dengan siluet anggun yang memperlihatkan keluwesan disetiap detailnya. Laurencia Irena memberikan permainan volume berani yang terasa percaya diri dengan sentuhan sporty street yang dinamis. Adapun Nila Baharuddin menghadirkan proporsi bervolume dengan karakter tegas yang menonjolkan kepribadian kuat namun tetap elegan.
|
|
Deretan busana dengan corak yang kaya tampil dalam SC x Indonesian Fashion Designers Council (IFDC) yang menghadirkan KANVAS BUDAYA pada 24 September. Dengan proporsi yang terukur, setiap rancangan tak hanya memanjakan mata, tetapi juga menerjemahkan identitas budaya ke dalam interpretasi mode yang lebih kontemporer. Beralih ke SC New Mode pada 25 September dengan menampilkan ddrue, DIB, Studio Vian Heritage, dan Yosafat Dwi Kurniawan. Deretan rumah mode ni melengkapi rangkaian acara dengan beragam karakter, detail, serta warna-warna memukau. Kolaborasi dengan IFDC juga hadir lewat GAYA, sebuah exhibition yang mengeksplorasi gaya, identitas, dan ekspresi kreatif Indonesia.
Lewat spektrum program yang luas, Fashion Nation 20th Edition: The Icon Edit menjadi perayaan atas berbagai suara kreatif yang terus membentuk mode Indonesia. Dari panggung pembukaan yang sarat seni wastra hingga kolaborasi karya lintas generasi yang memukau, rangkaian acara ini memperlihatkan bagaimana fashion terus bergerak, berevolusi, dan menemukan bentuk-bentuk baru.
Mel Ahyar Archipelago
Mel Ahyar Archipelago
TOTON
TOTON
Laurencia Irena
Nila Baharuddin
IFDC Kanvas Budaya
IFDC Kanvas Budaya