2 Oktober 2026
Stuart Vevers Mengolah Memori Untuk Koleksi Perayaan Ulang Tahun Coach ke-85
Merayakan 85 tahun sejarahnya, Coach persembahkan koleksi Spring 2027 di downtown New York. Alih-alih menghadirkan sebuah retrospektif, Creative Director Stuart Vevers memilih meneliti kembali ciri khas Coach melalui gagasan tentang memori, familiarity, dan bagaimana sesuatu yang sudah kita kenal dapat berubah seiring berjalannya waktu. “Kami mengambil ide lama Coach yang sudah familier dan mengubahnya dengan cara yang tidak terduga,” ujar Vevers, “Memperlihatkan konstruksinya, melembutkan strukturnya, lalu menambahkan sentuhan perayaan. Memiliki 85 tahun pengalaman perjalanan memberikan kami kepercayaan untuk melangkah maju.”
|
|
Koleksi ini mengambil elemen-elemen yang telah membentuk visi Vevers untuk Coach, termasuk trench coat, jaket kulit, tuksedo, gaun bias-cut dan Sepatu bot Western. Potongan siluetnya hadir dalam proporsi ramping dengan bahu yang clean, lengan yang menyempit dan celana panjang yang jatuh hingga menumpuk di pergelangan kaki. Ketepatan tailoring berpadu dengan keleluasaan streetwear dan semangat rebel yang menjadi ciri khas interpretasi Vevers.
|
|
Pendekatan inside-out menjadi salah satu elemen utama, terutama pada overcoat, blazer dan trench coat yang memperlihatkan garis jahitan serta struktur internal. Kulit Nappa yang lembut memberikan fleksibilitas pada siluet, sementara kisslock pocket merujuk pada sejarah desain Coach. Weighted jersey dengan efek sun-faded menghadirkan kesan worn-in, menyerupai hoodie kesayangan yang telah lama menjadi bagian dari keseharian. Gaun bias-cut dan rok hadir dalam berbagai material, mulai dari kain bermotif yang digunakan kembali, georgette, denim daur ulang, lamé hingga sequin. Tepian yang dibiarkan terbuka dan jahitan dekoratif menjadikan proses pembuatan sebagai bagian dari estetika. Sementara itu, implementasi knit dan crochet memberikan sentuhan spontan pada dress, atasan dan luaran. Palet warna bergerak dari abu-abu muda, cokelat, hitam, putih dan rona natural menuju biru pucat, powder pink dan mint, dengan aksen permukaan metalik dan sequin. Nuansa after-dark terasa sepanjang koleksi, memungkinkan tailoring, leather, shimmer dan bias-cut dress bergerak dari siang hingga malam.

Semangat selebrasi hadir dalam detail yang menyerupai jejak dari sebuah pesta yang telah usai. Kulit diberi sapuan emas dan perak metalik, confetti menghiasi tas dan sepatu, sementara glitter dan cat kuku merah menciptakan efek retak yang diaplikasikan dengan tangan. Mahkota, topi pesta, pita, kado dan kartu ucapan ulang tahun turut diterjemahkan menjadi kreasi leatherwork. Penggunaan kembali material menjadi bagian penting dari koleksi ini. Kulit dan bahan denim sisa yang tak terpakai diolah menjadi desain baru, sementara pouch vintage Coach dirangkai kembali menjadi tas. Turnlock Tote terbaru mengambil inspirasi dari desain Coach era 1970-an dengan turnlock hardware yang pertama kali diperkenalkan oleh Bonnie Cashin. Tas Inside-Out Brooklyn mengekspos struktur internal salah satu siluet Coach yang dikenal luas, sementara Tabby hadir dalam interpretasi patchwork yang menggabungkan sejumlah pouch vintage. Untuk alas kaki, sneaker Hudson mengambil inspirasi dari sepatu tenis era 1970-an dengan proporsi ramping, sementara sepatu bot Western hadir dalam bahan calfskin yang lembut. Sapuan metalik, confetti, glitter dan detail cat kuku memberikan karakter individual pada setiap pasang.
|
|
Aksesori meneruskan tema perayaan melalui liontin kristal yang terinspirasi prisma chandelier, jam tangan bergaya art deco yang dikenakan sebagai kalung, serta bros berbentuk pita. Berbagai objek pesta, dari mahkota dan topi kerucut hingga gift tag, diterjemahkan menjadi aksesori kulit, berdampingan dengan benda sehari-hari seperti kacamata hitam, koran, pulpen dan kunci.

Musik membawa perayaan ke dalam konteks New York yang lebih luas. Soundtrack bergerak dari Marz oleh John Grant menuju Love Is the Message dari MFSB, lagu yang lekat dengan pesta-pesta David Mancuso sejak 1970. Semangat kebersamaan dan pengalaman menari yang menjadi bagian dari warisan nightlife New York tersebut menjadi penutup yang tepat untuk presentasi. Ketika tirai runway terangkat, para pelajar musik dari UpBeat NYC tampil membawakan Love Is the Message, diikuti delapan penari voguing yang diarahkan Arturo Lyons sebelum perayaan ulang tahun Coach malam itu ditutup dengan letupan confetti.

Dalam koleksi Spring 2027, Coach tidak sekadar mengilas balik 85 tahun sejarahnya, melainkan memperlakukan warisan desain sebagai sesuatu yang terus bergerak, bertumbuh, dan turut mengukir masa depan. Sejumlah bintang ternama dunia turut hadir untuk merayakan milestone besar ini, antara lain Elle Fanning, Troye Sivan, Syifa Hadju, Yasmin Napper, Soyeon, Storm Reid, dan Gigi Yim.
|
|
|
|
|
|











