19 Januari 2026
Bagaimana Chanel Mentransformasikan Kreasi Klasik Rouge Noir Jadi Makeup Ikonis Tahun 2026?
Sesekali, dalam satu periode tertentu, kerap hadir kreasi yang melampaui tren. Sebuah kreasi yang menjadi cult, dan termasyhur melintas zaman. Cat kuku Chanel Rouge Noir adalah salah satu di antaranya. Lahir pada tahun 1994 di atas runway rumah mode Chanel musim gugur/dingin, cat kuku berona vampy itu dengan cepat menorehkan reputasi. Mendandani jari-jari kuku para selebritas dunia, hingga masuk dalam moodboard gaya busana film-film Hollywood. Orang-orang terpesona akan kombinasi warnanya yang memanifestasikan romantisme tampilan Gothic serta aura rock ‘n’ roll khas era ‘90-an. Ketika akhirnya rumah mode Chanel secara resmi merilis cat kuku tersebut ke dalam barisan lini kosmetik Chanel Beauty, Rouge Noir telah menjelma sebagai ikon populer—bahkan hingga hari ini, 30 tahun kemudian.
Di tahun 2026, kreasi Rouge Noir dimuliakan dalam koleksi makeup multidimensi berpalet warna vibrant. Dari maskara dan lipstik rona wine; hingga blush on dan palet eyeshadow dominan merah muda dan ungu. Dirilis mulai 21 Januari 2026 di Indonesia, ELLE Indonesia bicara dengan Ammy Drammeh dari Commetes Collective, sang kolaborator kreatif yang dipercaya terlibat penciptaan kreasinya.

Ammy, ceritakan visi di balik transformasi kreatif cat kuku Rouge Noir menjadi koleksi makeup multidimensi untuk Chanel Beauty 2026.
“Saat berkreasi dalam menginovasikan landasan konseptual yang ikonis, tantangan besarnya ialah bagaimana Anda menciptakan kebaruan, sesuatu yang segar, dan bukan repetitif. Kami berfokus pada karakter esensial Rouge Noir, yaitu kedalaman warnanya yang berada di antara spektrum warna merah dan hitam. Tetapi tentu saja kami tidak ingin sekadar ‘memindahkan’ warna ke dalam palet riasan berbeda. Jadi kami mulai melakukan pembedahan terhadap warna Rouge Noir; kami menelitinya di bawah pencahayaan, dan menemukan beragam semburat warna magenta, ungu, bahkan keabuan. Selanjutnya, kami mulai menerjemahkan pilihan warna-warna tersebut bagi tiap palet riasan mata, pipi, dan bibir.”
Bagaimana Anda menentukan warna untuk tiap palet koleksi makeup Chanel Rouge Noir tahun ini?
“Kami bereksperimen dan mengeksplorasi. Kami memikirkan bagaimana warna-warna tiap palet riasan ini merefleksikan pribadi dan suasana hati pemakainya. Kami membayangkan bagaimana tampilannya dalam editorial kecantikan, dan terutama ketika diaplikasikan dalam aktivitas keseharian seseorang di kehidupan nyata. It’s a long process. Butuh waktu yang tidak sebentar untuk dapat memahami dan menemukan rona yang ideal.”
Warna orisinal Rouge Noir merefleksikan kedalaman karakter yang memikat. Lewat koleksi makeup Chanel Rouge Noir tahun ini, pribadi seperti apa yang ingin Anda hidupkan melalui penggunanya?
“Kami menciptakan rangkaian warna vibrant berlandaskan rona klasik Rouge Noir. Visinya ialah memancarkan kepribadian tiap pemakai dengan cara yang distingtif.”

Seolah-olah riasan mampu menjelmakan identitas pemakainya. Bagaimana koleksi riasan Rouge Noir mengembangkan identitas kreatif Anda?
“Transformatif, sebagaimana sifat dari Rouge Noir itu sendiri. Saya menyukai bagaimana koleksi makeup tahun 2026 ini menyuntikkan karakter yang berbeda bagi pribadi pemakainya—Anda seperti sedang bermain karakter, you know. Inilah hal yang paling saya cintai dari makeup, saya pikir, kemampuannya dapat menjadi ruang ekspresi bagi seseorang menampilkan pribadi mereka.”
Apakah Anda selalu berhasrat dengan warna?
“I think so. Ketertarikan saya pada warna sejatinya berkembang sedari masa kanak-kanak. Saya tidak begitu menggemari matematika manakala duduk di bangku sekolah, hahaha, tetapi seni dan sejarah selalu membuat saya bergairah. Lalu ketika saya mulai mempelajari ilmu tata rias, saya menemukan sebuah dunia yang mendorong kreativitas saya untuk terus-menerus berinovasi. You know, in makeup school, you want to be like this big creative person. Saya bereksperimen dengan warna dan berbagai cara untuk menciptakan ragam rupa riasan yang ekspresif. So yeah, saya pikir, warna telah menempati ruang istimewa dalam pengembangan kreativitas diri saya.
Apa warna favorit Anda?
“Oh that’s too much of a hard question. Saya menyukai semua warna, seriously. Dan jika Anda meminta saya untuk memilih satu warna yang paling saya gemari, sungguh, saya tidak mampu menentukannya. Saya pikir, warna favorit saya cenderung menyesuaikan keseharian saya, termasuk mengikuti suasana hati pribadi setiap harinya.”

Bagaimana Anda melihat tren rias wajah natural yang kian ramai diadopsi sebagai simbol autentisitas, sekaligus pernyataan self-love, di tengah lanskap kecantikan saat ini?
“Saya suka tampilan wajah natural. Meski terlihat sederhana, riasan natural menuntut ketelitian teknis disertai keterampilan yang tinggi. I’m here for it, and I love to do it. Namun, buat saya, autentisitas tidak bergantung pada satu gaya riasan tertentu. Baik tampilan natural atau riasan ekspresif yang penuh warna, apa pun kecenderungan pilihan Anda, semuanya sah merepresentasikan autentisitas pribadi—selama Anda merasa nyaman dengan diri sendiri dan benar-benar menerima diri Anda apa adanya.”
Bagaimana Anda menggambarkan kepribadian Rouge Noir bilamana ia seorang individu?
“Seseorang berkepribadian kuat dan penuh percaya diri. Ia tahu apa yang disukainya. Seleranya khas, dan ia tidak keberatan dipandang berbeda. Ia tidak terlalu memedulikan perkataan orang lain, bahkan ketika ia mengetahui orang- orang memandangi dan membicarakannya. Ia menerima dirinya sendiri seutuhnya.”

Apa yang membuat identitas Rouge Noir terasa relevan mencerminkan kisah perempuan masa kini—terutama di tahun 2026?
“Karakternya yang bold dan transformatif. Ketika dirilis untuk pertama kalinya di tahun 1994 silam, publik tidak langsung terpikat oleh Rouge Noir. Warnanya sangat unik hingga orang-orang ragu untuk mengaplikasikannya. Tetapi, saya pikir, keunikan itu merupakan keistimewaan yang justru membuat Rouge Noir terus hidup sampai hari ini. Now, it stands as the chicest of the classic colours— selayaknya House of Chanel. Saat merancang koleksi ini, kami tidak memikirkan tren. Kami fokus menciptakan lebih dari sekadar produk kecantikan; sesuatu yang mampu bertahan lama, meski dunia terus-menerus bergerak, dan senantiasa hidup selaras zaman.”