15 Mei 2026
Di Kepulauan Belitung, Tanjung Kelayang Reserve Memuliakan Prinsip Hidup Harmonis Bersama Alam
photo DOC. Tanjung Kelayang Reserve
Hidup bersama alam. Adalah semangat yang menyelimuti resor-resor kepulauan. Tanjung Kelayang Reserve tidak terkecuali. Terlebih semenjak ditasbihkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), mulai beberapa tahun belakangan, konsep destinasi eco-luxury semakin aktif diterapkan selayaknya naluri kehidupan. Seluruh bangunan di kawasan seluas 350 hektar ini memanfaatkan bahan baku material lokal yang terbarukan. Sumber air bersih diproses melalui instalasi penyulingan alami dengan memanfaatkan kaolin. Bahkan, areanya memiliki waduk pengelolaan air hujan setinggi hingga 12 meter yang menjaga ketersediaan pasokan sepanjang musim, sekaligus untuk menopang kehidupan satwa liar tatkala musim kemarau.
Usai mendarat di bandara Tanjung Pandan setelah menempuh hanya 50 menit penerbangan dari Jakarta, perjalanan dilanjutkan dengan berkendara 20 menit menuju wilayah utara Kepulauan Belitung. Jalurnya sudah mulus beraspal. Ada beberapa tikungan cukup tajam yang buat tegang, namun para pengguna jalannya cukup ramah lalu lintas. Barangkali tantangan terbesar bagi pengemudi, sebagaimana diutarakan supir kami hari itu, ialah minimnya penerangan di kala malam. "Di satu sisi tidak bisa terlalu terang, karena kawasan ini seperti cagar alam. Hewan-hewan hidup bebas. Tapi tenang saja, para hewan hampir tidak mengganggu jika tidak lebih dulu diganggu," ujarnya.

photo DOC. Tanjung Kelayang Reserve.
Di kawasan ini berdiri dua akomodasi mewah untuk pilihan tempat singgah: Sheraton Belitung Resort dan Billiton Ekobeach Retreat. Keduanya sama-sama berdiri di garis pantai, hanya beda format penginapan. Pada perjalanan ini, kami menginap di Sheraton Belitung Resort. Propertinya hadir dalam wajah hotel berfasilitas bintang lima—dengan kolam renang, restoran dan lounge, perpustakaan mini, serta akses privat menuju pantai. Garis arsitektur resor mengadaptasi gaya naturalis-modern. Material bata kaolin membangun dinding bangunannya dominan berpalet warna putih nan hangat, sementara atap resort dijalin oleh susunan ranting pohon yang dipanen secara alami dari kawasan Tanjung Kelayang. Unit penginapan resor terbagi ke dalam tiga kategori; tipe standar, suite, dan vila. Masing-masing kamar didesain lapang serta terang dengan tatanan ruang minimalis yang memberikan kenyamanan gerak maksimal.

Sheraton Belitung Resort (photo DOC. Tanjung Kelayang Reserve).

Sheraton Belitung Resort (photo DOC. Tanjung Kelayan Reserve/Sheraton Belitung Resort).
Di Billiton, unit penginapannya berwujud vila retret eksklusif di pulau tersembunyi. Konstruksi desainnya memanfaatkan material kayu yang disusun alami membentuk kabin. Interiornya digubah berparas rustic. Tidak ada televisi, tetapi air conditioner dipasang untuk mengantisipasi hari-hari bersuhu luar biasa panas.

Billiton Ekobeach Retreat (photo DOC. Tanjung Kelayang Reserve).
Di luar dari format penginapan, pengalaman menginap yang disuguhkan hampir serupa: kembali pada alam (grounding), reflektif (healing), dan jauh dari hiruk pikuk dunia lewat berbagai kegiatan eksploratif. Area sekitar resor terbilang masih hening, kendati jalur penerbangan langsung dari Singapura telah dibuka mulai awal bulan Mei ini. Dalam kedamaian itu, relaksasi mendekatkan diri dengan berpijak pada bumi pun terasa lebih utuh.

Pulau Batu Berlayar (photo DOC. Tanjung Kelayang Reserve)
Di setiap pelesir kepulauan, laut lebih dari sekadar lanskap. Laut merupakan jejak cakrawala. Belitung era lampau merupakan salah satu jalur sentral maritim. Jejak sejarah dan geologi lekat membingkai pengalaman ekspedisi kepulauan di Tanjung Kelayang Reserve. Pelayaran menggunakan kapal nelayan berdesain khusus. Alur destinasinya meliputi: Pulau Babi Kecil, Pulau Batu Berlayar, Pulau Pasir, hingga Pulau Lengkuas yang menaungi mercusuar peninggalan zaman Belanda sejak tahun 1882. Demi memaksimalkan pelayaran, staf resor turut menyiapkan sebuah piknik istimewa yang bisa Anda nikmati selagi menikmati matahari terbenam.

Pulau Lengkuas (photo DOC. Tanjung Kelayang Reserve).

photo DOC. Tanjung Kelayang Reserve.
photo DOC. ELLE Indonesia. |
photo DOC. ELLE Indonesia. |
Laut biru dibingkai pasir putih bukan satu-satunya daya tarik lanskap Kepulauan Belitung. Sebagai bagian dari jaringan UNESCO Global Geopark (ditetapkan pada 2021), lebih dari setengah area lahan Tanjung Kelayang Reserve dilestarikan menjadi kawasan hutan lindung serta kediaman bagi segenap satwa langka. Di sini, Anda bisa menelusuri hamparan lanskap hijau nan menyegarkan lewat pendakian Whistle Trail yang membawa Anda mengenal rupa-rupa jenis pohon hingga berinteraksi langsung di antara para fauna. Bilamana beruntung, Anda bisa bertemu dengan Tarsius Belitung yang tengah turun mencari makan pada malam hari.

Tarsius Belitung (photo DOC. Tanjung Kelayang Reserve)

