1 Januari 2026
Desain Baru Como Metropolitan Bangkok Tawarkan Ketenangan Di Lanskap Gemerlap Thailand
photo DOC. Como Metropolitan Bangkok
Gegap gempita kota Bangkok yang dinamis seakan-akan teredam manakala menginjakkan kaki di COMO Metropolitan Bangkok. Lobinya, yang dikemas bergaris rancang minimalis dengan palet dominan warna hitam, jauh dari aura dingin. Pencahayaan natural yang mengalir masuk lewat jendela transparan dan tinggi menjulang berhasil menghidupkan visual nan hangat. Di antara rupa monokromatik itu, penataan interior yang memadukan berbagai elemen material bahan kayu, keramik, kulit, dan marmer, turut membuat lanskap ruang monokromatik itu kian hidup. Sejumlah area duduk turut dibangun untuk menata titik-titik ruangnya yang berkonsep open-space. Jaraknya cukup lapang, sehingga setiap tamu yang singgah senantiasa mendapatkan ketenangan meski di tengah area komunal.
Sejak berdiri 22 tahun silam, Como Metropolitan Bangkok konsisten menawarkan konsep liburan yang tenang di jantung Ibu Kota Thailand. Tahun ini, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan para tamu, Como menggarap ulang desain sejumlah ruang propertinya. Lobi, selaku ruang pertama yang menyambut kedatangan, menjadi salah satu titik yang menerima peremajaan. “Kami bekerja sama dengan Paola Navone. Ia merupakan desainer asal Italia yang memiliki gaya rancang modern dengan menggabungkan unsur-unsur tradisional. Saat merancang desain baru area receptionist ini misalnya, kami menggunakan material batu bertekstur yang terinspirasi oleh dinding kuil Thailand, serta panel bambu seperti pada rumah-rumah tradisional,” cerita Jocelyn Whiteside, sang Cluster Director of Sales & Marketing, “Terlepas dari visual yang memikat, kami ingin menciptakan sebuah atmosfer yang nyaman, jauh dari kebisingan kota, yang dapat membuat pengunjung bernapas lebih tenang.”

Manifestasi kenyamanan melalui desain berlanjut ke dalam kamar-kamar tamunya. Kontras dari lobi yang tampil elegan dibalut rona hitam, ruang istirahat personal dirancang serba putih bersih dengan sedikit sentuhan abu-abu. Suasananya terang-benderang, namun pencahayaan kuning menciptakan alurnya tetap teduh. Tidak begitu banyak perubahan yang tampak dari segi denah ruang. Peremajaan lebih fokus dituangkan lewat kekayaan material yang mengemas interiornya. Bahan tenun nan lembut menyelimuti alas lantai, sementara coffee table berpermukaan metal yang tampil sophisticated di antara sofa-sofa kayu, serta penerangan menyerupai lampion gaya post-modernisme tergantung di langit-langit. Di balik energi kedinamisan Bangkok—yang sekarang kian bertambah ramai—Como seolah-olah menawarkan ruang kembali yang terapeutik.

Terapeutik itu juga hadir melalui pengalaman kulinernya. Di lantai dasar, restoran Nahm, yang berbintang 1-Michellin, pimpinan Chef Pim Techamuanvivit menyuguhkan masakan Thailand autentik yang menyalakan eksplorasi kelima indera. Cita rasa manis, asin, pedas, dan asam diolah menjadi kesatuan komposisi lezat. Sementara bagi Anda yang tiba lebih malam, COMO Cuisine hadir sebagai pendamping ideal. Ini merupakan restoran all-day dining pertama COMO di Thailand, sekaligus dilengkapi pilihan menu sehat dari COMO Shambhala Kitchen yang diracik dengan memperhatikan keseimbangan tubuh serta pikiran.

Selain mengembalikan energi tamu lewat perut, COMO Shambhala Metropolitan Bangkok turut merancang rangkaian perawatan spa yang ditujukan untuk terapi detoksifikasi hingga restorasi tubuh. Dilengkapi pusat kebugaran, kolam renang luar ruangan sepanjang 25 meter, fasilitas hidroterapi, serta ruang sauna. Pada waktu-waktu tertentu, sebuah program khusus seperti sound bath pun dirancang untuk memaksimalkan waktu relaksasi.


“Kami berada dekat dengan kota. Tapi kami ingin tamu bisa merasa rileks seutuhnya,” ujar Joyce. Sebab itu, program Iconic Experiences diramu untuk memperkenalkan para tamu kepada cara baru dalam menjelajahi energi Bangkok. Anda bisa mengikuti tur belanja privat bersama Club 21 hingga melakukan perjalanan yang mengungkap sisi baru vitikultur Thailand. Salah satunya dengan mengunjungi perkebunan anggur Monsoon Valley Siam Winery. Berjarak sekitar 3 jam dari kota, di sana Anda akan dibawa mencicipi kekayaan rasa wine produksi asli Thailand.
Berdiri di kota yang tersohor akan akan kuliner jalanan serta ingar-bingar kehidupan yang tak pernah redup, COMO Metropolitan Bangkok layaknya sebuah oasis. Tatkala kembali ke hotel usai larut dalam atmosfer kota gemerlap, Anda bisa mengisi ulang daya raga juga jiwa. Lalu pulang ke Tanah Air dengan hati lebih ringan, dan bebas dari penat.