5 November 2026
Ragam Acara Hiburan, Seni, dan Budaya di Bulan November 2026
November menghadirkan agenda seni dan budaya yang menarik untuk masuk dalam radar. Dari pameran di galeri independen hingga ekshibisi museum, kalender budaya Ibu Kota dipenuhi berbagai perhelatan. Di tengah euforia berkesenian, Jakarta juga bersiap menyambut festival cocktail berskala Asia yang bakal menyemarakkan gegap-gempita kota di kala malam. Berikut sejumlah agenda pilihan yang patut dicatat dalam kalender Anda.
Diskusi dan Screening Film Eliana, Eliana

photo DOC. Miles Films
Kapan: 5 November (19:00–22:00 WIB)
Di mana: Margin Library
Tiket masuk: Rp125.000
Ketika dirilis tahun 2002, Eliana, Eliana tidak hadir dengan angka penonton yang spektakuler. Namun, film garapan Riri Riza tersebut mendapat apresiasi kritis; dan kemudian dikenang sebagai salah satu karya penting dalam momentum kebangkitan sinema Indonesia. Perolehan enam nominasi Festival Film Indonesia jadi bukti nyata (Film Terbaik, Skenario Terbaik, Sutradara Terbaik, Tata Suara Terbaik, dan dua kategori Aktris Utama Perempuan Terbaik). Dua di antaranya berhasil membawa pulang penghargaan. Hampir setengah abad setelah penayangan perdananya, Eliana, Eliana kembali menemukan jalannya ke layar lebar melalui kolaborasi Kinosaurus dan Margin Library. Pemutaran khusus ini tidak berhenti pada pengalaman menonton semata. Seusai film diputar, audiens diajak mengikuti diskusi bersama sang sutradara. Anda bisa mendalami lapisan narasi, gagasan di balik cerita, hingga proses kreatif film yang bercerita tentang kompleksitas hubungan ibu dan anak perempuan.
Iwan Effendi: Pulse for Pulse

photo DOC. Museum MACAN.
Kapan: 14 November 2026 - 4 April 2027
Di mana: Museum MACAN
Tiket masuk: Rp88.000 - Rp110.000
Dalam praktik teater, napas sebuah boneka berhembus melalui dua kutub, yakni dalang dan penontonnya. Gerak dalang memberikan kehidupan pada boneka, sementara perhatian penonton melengkapi ilusinya. Gagasan tersebut menjadi titik keberangkatan persentasi khusus Iwan Effendi di Museum MACAN. Bertajuk Pulse for Pulse, sang pendiri Papermoon Puppet Theatre memasuki galeri pamer melampaui konteks pertunjukan. Relasi manusia dengan benda, infrastruktur, serta lingkungan menjadi bagian dari refleksi. Manifestasinya ialah melihat kembali berbagai bentuk kehidupan dan ketergantungan yang selama ini hadir di sekitar kita. Lebih jauh, pameran ini mengajak pengunjung menimbang bagaimana hubungan antarelemen tersebut memengaruhi cara manusia bertindak, sekaligus mempertanyakan batas kendali yang dimilikinya. Bersamaan dengan presentasi Pulse for Pulse, Museum MACAN juga menghadirkan dua ekshibisi terbaru: Scenic Disorder karya Eko Nugroho dan Ketok Magic, pameran tunggal perdana kolektif seni Tromarama.
Jakarta Cocktail Week

photo DOC. Carrots/Jakarta Cocktail Week
Kapan: 24 - 28 November 2026
Di mana: 20 bar di Jakarta
Tiket masuk: reservasi masing-masing bar
Jakarta bersiap jadi titik temu baru bagi budaya cocktail Asia. Pada 24–28 November 2026, Jakarta Cocktail Week hadir untuk pertama kalinya sebagai festival cocktail berskala kota bagi publik di Indonesia. Sekitar 20 bar dari sembilan negara dan wilayah di Asia akan mengambil alih konter sejumlah bar pilihan di Ibu Kota. Nautilus, St. Regis Bar, Cosmo Pony, Carrots, Salty Fish, Modernhaus, dan The Cocktail Club termasuk di antara bar kenamaan Jakarta yang berpartisipasi sebagai tuan rumah. The Gunawarman akan menjadi titik awal mula perayaan Jakarta Cocktail Week dengan kehadiran tiga bartender dari tiga bar populer di Bangkok. Festival kemudian ditutup di Artesian Bar, The Langham; di mana Andrew Ho dari Hope & Sesame, Guangzhou, yang menempati peringkat pertama daftar Asia’s 50 Best Bars 2026 bakal menyemarakkan suasana. Formatnya tak berhenti pada bar take over. Anda bisa ‘mendaftar’ sesi masterclass hingga satu hari khusus festival terbuka yang dipusatkan di Sudirman Hall, SCBD.
Wet

photo DOC. ROH Gallery
Kapan: hingga 6 December 2026
Di mana: ROH Gallery
Tiket masuk: Gratis
Untuk pertama kalinya, Bagus Pandega dan Kei Imazu melantai bersama. Kolaborasi teranyar praktik artistik pasangan seniman tersebut tersurat dalam tajuk Wet. Judulnya merujuk pada serangkaian instalasi eksperimental yang menggabungkan lukisan hidro-kromik, patung kinetik, dan reaksi kimia. Salah satu karya utama dalam pameran ini: lukisan hidro-kromik berskala besar yang disiram air secara berkala untuk memunculkan gambar-gambar terkait ekstraksi mineral, peperangan, dan kehidupan sehari-hari. Seiring air menguap, sebagian visual menghilang. Di sisi lain, sebuah patung harimau mekanis bergerak berulang dalam lintasan melingkar. Simbol yang memiliki sejarah panjang dalam representasi kekuasaan militer, kedaulatan, dan kolonialisme tersebut ditempatkan dalam konteks penyusutan habitat, ketika keberlangsungan hidup satwa semakin terancam oleh hilangnya hutan. Melalui pendekatan lintas medium tersebut, Wet menyoroti hubungan antara eksploitasi sumber daya alam, industrialisasi, dan narasi pertumbuhan Indonesia.
Realms in Collision

photo DOC. ISA Art.
Kapan: 6 - 8 November 2026
Di mana: Office Tower Ciputra World 2 Jakarta
Tiket masuk: Gratis
Ruang merupakan hasil konstruksi sosial melalui pengalaman dan cara manusia memahami serta menghidupi lingkungannya. Pemikiran filsuf Prancis Henri Lefebvre dalam The Production of Space itu melandasi perspektif pameran kolektif Realms in Collision gagasan ISA Art. Di ekshibisi tersebut, enam seniman dengan pendekatan artistik berbeda dipertemukan. Ardi Gunawan, Dabi Arnasa, Luh'De Gita, Marisa R Ng, Yosefa Aulia, dan Yuki Nakayama. Masing-masing ditantang menginterpretasi bagaimana ruang dibentuk, dialami, dan terus mengalami perubahan.