CULTURE

13 Mei 2026

Kalender Acara Budaya, Hiburan, dan Pesta Di Bulan Mei 2026


Kalender Acara Budaya, Hiburan, dan Pesta Di Bulan Mei 2026

Empat perayaan Hari Besar, plus dua hari cuti bersama, menandai tanggalan bulan Mei 2026 dalam warna merah (baca: hari libur). Yang lebih menyenangkan hati: segenap tanggal merah tersebut jatuh berdekatan dengan waktu pekan. Bayangkan, berapa banyak hari yang bisa kita raih untuk relaksasi. Sesederhana bersantai di rumah, binge-watch serial teranyar seperti—yang tengah dalam daftar menonton kami—Beef musim kedua, Straight to Hell, If Wishes Could Kill, We Are All Trying Here, atau Luka, Makan, Cinta dengan ditemani kudapan favorit pun terkadang sudah lebih dari cukup. Namun, barangkali Anda merindukan sedikit gempita kota di luar aktivitas kantor, catat sederet acara menarik yang silih berganti digelar untuk memberi Anda alasan melangkah keluar rumah. Tentu saja tanpa kehilangan ritme bersantai yang Anda cari.

Hotel Cosmo


Kapan: 12 - 14 Mei 2026

Di mana: Cosmo Pony (Grand Hyatt Jakarta Lantai 4, Jakarta)

Cara masuk: Reservasi melalui WhatsApp (082110303800)

Ada suatu masa di mana bar-bar hotel tak sekadar menjadi tempat transit untuk menyesap minuman selagi menunggu waktu makan malam, melainkan sebuah destinasi relaksasi. Gagasan akan era keemasan tersebut melatarbelakangi gelaran bertajuk Hotel Cosmo di Cosmo Pony Jakarta. Selama tiga hari, tamu diajak menikmati suasana yang hangat dan hidup, tanpa terasa riuh. Ruangnya ramai, namun tetap memberi cukup jarak bagi percakapan mengalir nyaman di tiap meja. Alunan musik jaz lembut menjaga atmosfer sepanjang malam. Sebagai teman bersosialisasi, 21 menu pilihan cocktail klasik dirancang secara inovatif dengan formula racikan yang di antaranya menggunakan spirit langka dan bahan baku musiman. Salah satu yang—merupakan favorit kami—wajib dicoba: Last Word. Memanjakan lidah lewat nuansa rasa dry martini, namun ada sentuhan manis yang menyegarkan lewat perpaduan spirit herbal populer asal Prancis yang diproduksi oleh biarawan Carthusian sejak tahun 1764, Green Chartreuse, ceri, dan lemon. Menu lain yang patut sesap di antaranya adalah Green Park yang menginovasi karakter whiskey sour dengan paduan hangat absinthe dan basil; serta Horse Neck bila Anda penggemar highball.

Ekshibisi Seni Present Presence


photo DOC. ISA Art Gallery

Kapan: 2 May - 2 Juli 2026

Di mana: ISA Art Gallery, Jakarta

Cara masuk: Gratis, registrasi di lokasi.

Pameran Present Presence digelar ISA Art Gallery dengan menampilkan tiga seniman: A. Sebastianus, Chiara Hardy, dan Chintia Kirana. Dalam tema besarnya yang mengangkat isu tentang kehadiran serta ketiadaan, pameran ini mengeksplorasi bagaimana materi, bentuk, dan persepsi membentuk cara pandang seseorang memahami keberadaan di dalam sebuah ruang. Masing-masing seniman memanfaatkan pilihan material seperti tali terpilin, abu, joran pancing, cahaya, dan bayangan sebagai medium eksplorasi. Unsur-unsur tersebut ditempatkan secara subtil dan dinamis. Alih-alih menawarkan makna yang langsung terbaca, Present Presence mengajak penonton untuk benar-benar hadir dan larut dalam pengalaman karya secara lebih reflektif.

TANGAN Privé 2026 Showcase Instalation

photo DOC. TANGAN.

Kapan: 21 - 22 Mei 2026

Di mana: The Dharmawangsa Jakarta

Cara masuk: Undangan, dan umum registrasi di lokasi.

Instalasi TANGAN Privé 2026 gestur sebagai bahasa utama. Sebuah eksplorasi terkait sentuhan, kerja tangan, dan memori yang tertanam dalam tiap atribut mode kreasi label. Dirancang dalam format yang lebih eksklusif, pameran koleksi Privé kali ini mengajak pengunjung untuk menikmati busana TANGAN secara lebih dekat melalui penelusuran material, tekstur, dan kehadiran bentuk. Pengalaman pameran dihadirkan untuk menciptakan dialog antara karya dan tubuh sang pemakai.

Candlelight Concert

Kapan: 8 May - 18 Juli 2026 (belangsung setiap pekan, Jumat & Sabtu)

Di mana: Selasar Sunaryo Art Space, Bandung

Cara masuk: Tiket tersedia melalui fever.com

Pertunjukan string quartet bernuansa intim membuat gempita di kota Bandung. Suaranya bergema dari Selasar Sunaryo Art Space yang dikenal dengan lanskapnya yang asri. Tata ruang pertunjukan dikelilingi oleh suasana temaram cahaya lilin. Atmosfernya begitu hangat dan personal. Di sini, penonton diajak menikmati karya-karya komposer klasik seperti Antonio Vivaldi, Wolfgang Amadeus Mozart, dan Frédéric Chopin, hingga interpretasi baru dari lagu-lagu populer milik Queen, ABBA, Coldplay, serta Ed Sheeran.

JAVA Jazz Festival


Kapan: 29 - 31 Mei 2026

Di mana: NICE PIK 2, Tangerang

Cara masuk: Tiket tersedia melalui situs resmi JAVA Jazz Festival

JAVA Jazz Festival kembali digelar. Namun pertunjukannya pindah lokasi dari panggung lamanya di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, ke NICE, PIK 2. Untuk memudahkan akses pengunjung, pihak promotor menawarkan fasilitas shuttle yang disebar di beberapa titik di Jakarta. Edisi ke-21 pertunjukan musik internasional yang berfokus pada budaya jaz ini mencantumkan daftar penampil yang cukup masif. Jon Batiste hadir sebagai headline spesial pada hari pertama. Ella Mai dan Wave to Earth meramaikan gelaran hari kedua. Lalu Daniel Caesar akan tampil menutup rangkaian festival di hari ketiga.

Indonesian Women Artists #4


photo DOC. Indonesia Women Artists

Kapan: hingga 30 Juni 2026

Di mana: Galeri Nasional Jakarta - Gedung A

Cara masuk: Gratis, registrasi di lokasi.

Digelar dalam rangka menyambut Hari Perempuan Sedunia, Hari Kartini, dan Dirgahayu Kota Jakarta, pameran bertajuk On The Map: Art, Science, Technology & Culture menghadirkan karya dari 12 perupa perempuan lintas generasi. Melalui beragam pendekatan, pameran ini menelusuri spektrum pengalaman, baik dari yang personal hingga yang bersinggungan dengan isu sosial yang lebih luas. Tubuh, alam, serta pengetahuan yang diwariskan menjadi titik berangkat lahirnya gagasan karya. Seluruhnya, tentu, dilihat dari perspektif perempuan. Benang merahnya jelas: perempuan berbicara tentang hidupnya sendiri dan dengan suaranya sendiri. Di tengah sejarah panjang yang kerap menempatkan perempuan di posisi “pinggir”, pameran ini menjadi penegasan akan keberdayaan perempuan, terutama dalam membentuk lanskap seni dan kebudayaan Indonesia.

Festival Lampion Waisak Borobudur 2026

photo DOC. Taman Wisata Candi Borobudur

Kapan: 31 Mei 2026

Di mana: Kawasan Candi Borobudur, Magelang

Cara masuk: Tiket tersedia melalui https://mbmi.or.id/

Ribuan lampion akan kembali menerangi langit Magelang dalam perayaan Hari Raya Waisak 2026. Titik pelepasan dipusatkan di Lapangan Marga Utama dan Taman Lumbini, kawasan Candi Borobudur. Acara dibagi dalam dua sesi terpisah: pukul 17.30–19.30 WIB dan 21.30–23.00 WIB. Selain perbedaan waktu, tidak ada konten acara yang berbeda di kedua sesi. Pembagian ini semata untuk pengaturan alur pengunjung, demi menjaga keamanan dan kenyamanan. Sebagai bagian dari suasana reflektif Hari Raya, pengunjung diharap mengenakan busana serba putih. Meski berakar pada tradisi umat Buddha, Festival Lampion Waisak turut terbuka bagi pengunjung lintas latar belakang keyakinan dan agama. Esensi utama perayaan ini ialah bentuk panjatan doa sekaligus menyatukan segenap masyarakat dalam momen keharmonisan sekaligus memikat secara visual.

Ekshibisi Seni Ukir Tatah


Kapan: hingga 5 Juli 2026

Di mana: Museum Nasional, Jakarta

Cara masuk: Gratis, registrasi di lokasi.

Kota Jepara telah lama dikenal akan keindahan seni pahatnya. Reputasi kesenian itu tengah diusung ke Ibu Kota lewat pameran Tatah. Ekshibisi digubah dalam tema Suluk Sulur. Gagasan suluk berakar pada tradisi Jawa sebagai bahasa simbolis praktik yang mengandung dimensi spiritual dan reflektif. Sulur kemudian menjadi representasi visual yang mengikat keseluruhan narasi, di mana komposisi bentuk juga merefleksikan identitas Jepara sebagai ruang pertemuan berbagai pengaruh budaya (Tionghoa, Islam pesisir, dan Eropa) yang berpadu secara organis dalam serat kayu. Lebih dari 35 karya baru ditampilkan dalam zona-zona tematik yang dirancang dinamis. Narasinya bergerak dari linimasa sejarah era Ratu Shima, berlanjut ke budaya maritim melalui instalasi kapal Jung, hingga jejak visual perempuan Jepara lewat Batik Kartini dan lukisan angsa yang legendaris. Di sini, pengunjung tidak hanya melihat karya, tetapi juga diajak memahami proses, konteks, dan perkembangan yang melatarbelakanginya. Sebuah ruang imersif berbasis animasi modern dibangun untuk pengunjung dapat menelusuri evolusi ornamen dari masa ke masa.