21 Januari 2026
Pharrell Williams Ungkap Makna ‘Timeless Luxury’ Lewat Koleksi Busana Laki-Laki Louis Vuitton untuk Musim Gugur/Dingin 2026
PHOTOGRAPHY BY LOUIS VUITTON
Beberapa tahun belakangan ini, ungkapan 'quiet luxury' kerap dilontarkan. Lewat koleksi terbarunya untuk Louis Vuitton, sang Direktur Kreatif, Pharrell Williams pun membagikan pandangannya akan 'timeless luxury'. Koleksi busana laki-laki Louis Vuitton untuk musim gugur/dingin 2026 membayangkan kembali masa depan yang sudah bergerak. Dirancang untuk bertahan lama dan bukan untuk cepat usang, koleksi ini merupakan ekspresi abadi yang didorong oleh fungsi, keahlian, dan kebutuhan manusia. Williams membingkai ulang busana futuristik sebagai sesuatu yang esensial, bukan abstrak: sebuah lemari pakaian yang terstruktur dari bentuk-bentuk abadi yang ditingkatkan melalui kecerdasan artistik dan ilmiah Louis Vuitton. Ini adalah pandangan tentang kemewahan yang diukur berdasarkan kegunaan, di mana setiap pakaian dirancang untuk berfungsi melampaui penampilan: untuk bernapas, untuk melindungi, untuk beradaptasi.
|
|
|
|
Dengan menempatkan tangan manusia di garis depan masa depan yang bermakna, proposal ini ditenun dari Timeless Textiles yang teknis dan dikembangkan oleh para perajin Louis Vuitton Studio Homme. Material ilusi dan performatif ini digunakan dalam siluet yang disajikan melalui taman DROPHAUS: sebuah rumah prefabrikasi yang dirancang oleh Pharrell Williams. Unsur-unsur kebiasaan dan gaya berpakaian ini membentuk fondasi bagi masa depan yang abadi, yang selalu didorong oleh Studio Homme: nilai-nilai bersama berupa kebijaksanaan, kualitas, dan selera yang diwujudkan oleh komunitas global manusia dan hubungan mereka dengan Louis Vuitton.
|
|
|
|
Dikembangkan oleh para perajin di Louis Vuitton Studio Homme, koleksi ini diproduksi dengan mempergunakan sejumlah Timeless Textiles inovatif yang diciptakan sebagai ekspresi fungsionalitas, daya tahan, dan keunggulan teknis. Tekstil tailoring teknis dibuat menyerupai kain busana laki-laki klasik—dengan motif houndstooth, herringbone, kotak-kotak—tetapi ditenun dengan benang teknis yang memantulkan cahaya. Efek serupa dicapai melalui keahlian yang diterapkan pada potongan denim. Tekstil termo-adaptif digunakan pada jajaran jaket sutra atau chambray yang dibuat dengan jahitan, pemotongan pola, dan membran inovatif yang membuatnya tahan air atau anti air. Tekstil aluminium menjadi salah satu materi kain pakaian laki-laki klasik yang disoroti—mulai dari potongan kemeja hingga pakaian luar—yang dikerutkan dan diikat dengan aluminium sehingga memungkinkan pakaian tersebut menyesuaikan dengan gerakan tubuh. Terakhir, koleksi ini mencakup sejumlah tekstil formal dan kasual yang memiliki sifat bernapas dan ringan, mengoptimalkan setiap pakaian dengan fungsionalitas dan keserbagunaan.
|
|
|
|
Membayangkan ulang siluet untuk masa depan yang akan datang, Pharrell Williams mengambil inspirasi dari elemen-elemen abadi busana laki-laki dan terhubung kembali dengan dekade di mana mimpi masa remajanya tentang masa depan terbentuk. Dengan mengacu pada visi tahun 1980-an tentang kehidupan di tahun 2020-an dan seterusnya, gaya dandy masa depan Louis Vuitton mewujudkan keanggunan retro-futuristik yang samar-samar, yang menangguhkan tailoring klasik nan presisi dengan volume yang santai. Nada kasual yang chic pun tersiar lewat permainan siluet dan diperkuat oleh gagasan yang lebih sporty dan lembut dari setelan baru dari bahan nilon atau sutra yang dapat dibalik, parka katun-poliester bergaya vintage dengan lapisan kontras, dan lapisan dalam Neo-Dandy Mock-Neck yang bernapas. Palet warna busana laki-laki klasik diberi sentuhan energi oleh semburat merah, oranye, dan biru dengan sentuhan retro-futuristik yang tercermin dalam pakaian dengan pesona tahun 1980-an.
|
|
|
|















