Semangat Parisian Hidupkan Koleksi Musim Gugur/Dingin 2020 Longchamp

Pengekspresian diri dan semangat kebebasan disuarakan Longchamp lewat koleksi musim gugur/dingin 2020 miliknya.

Bertepatan dengan rangkaian kalender pekan mode prestisius, New York Fashion Week, Longchamp kembali mempresentasikan koleksi teranyarnya di kota New York. Setelah sebelumnya memamerkan koleksinya di Hearst Plaza di Lincoln Center, gedung pencakar langit Hudson Commons di Hudson Yards menjadi alamat presentasi koleksi terbaru Longchamp untuk musim gugur/dingin 2020. Adapun koleksi ini menjadi koleksi keempat Longchamp yang dipresentasikan di kota New York.

Arsitektur lantai 25 gedung Hudson Commons yang didominasi oleh kaca, menjadi latar sempurna helatan kali ini, terlebih ketika bermandikan begitu banyak sinar mentari. Pemandangan kota New York—lengkap dengan Hotel New Yorker dan gedung Empire State—dengan segera menyadarkan siapapun akan keberadaan mereka di kota yang tak pernah tidur. Pemilihan lokasi ini tampak sejiwa dengan visi sang direktur kreatif, Sophie Delafontaine, akan koleksinya kali ini. Sebuah koleksi bagi para perempuan Paris di kota New York.

Bagi sang direktur kreatif, Sophie Delafontaine, tahun ‘70-an menjadi titik awal penggarapan koleksi musim gugur/dingin 2020 Longchamp. Pada dekade inilah, kebebasan berpikir begitu dijunjung, dimana pengekspresian diri begitu sinonim dengan sosok perempuan-perempuan maju seperti Catherine Deneuve, Romy Schneider, dan Stéphane Audran. Masing-masing dari mereka memiliki citra dan gaya yang membedakannya dari yang lain—sebuah gagasan yang turut berkoresponden dengan tiap tampilan yang dipersembahkan Longchamp siang ini.

Sebanyak 40 tampilan yang dipersembahkan menjunjung individualitas, mengedepankan persona berbeda-beda, namun tetap terhubung oleh palet warna mewah dan permainan tekstur bak benang merah. Potongan jaket bomber berkerah shearling membalut gaun-gaun hitam berhiaskan sulaman pada materi wolnya. Sementara itu, celana pendek Bermuda dari kulit dapat dipasangkan dengan ragam jumper bermotif, blus ataupun cape. Gaun-gaun panjang berhiaskan motif meccano turut menjadi primadona di koleksi Longchamp kali ini. Setiap potongnya berbagi panggung dengan jajaran mantel-mantel yang menyentuh lutut.

Permainan warna turut menjadi fokus utama koleksi Longchamp kali ini. Warna cognac pada materi kulit, terracotta pada kulit suede, ataupun kulit patent merah menyala, seluruhnya terinspirasi oleh karya-karya Josef Albers dan John Chamberlain. Tak hanya pada ragam busana, palet warna-warni berani turut mewarnai koleksi sepatu bot setinggi lutut. Berhiaskan detail rantai dan bola pada ujung sepatu, aksen ini mengimbuhkan kesan tangguh pada keseluruhan penampilan.

Musim ini, tas ikonis gubahan Longchamp, Le Pliage, hadir dalam beragam ukuran, mulai dari micro-mini hingga oversized. Sementara itu, koleksi tas Roseau dengan hardware khas bambu miliknya, diberikan proporsi arsitektural baru. Lewat rancangan-rancangannya, Delafontaine tampak paham betul kebutuhan para perempuan menyangkut pengekspresian diri. Tak hanya indah memanjakan mata, kreasi-kreasi ini turut menyuarakan semangat individualis dan bebas para perempuan Paris.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.