11 Maret 2026
Sensibilitas Akan Kebebasan Dalam Koleksi Musim Gugur/Dingin 2026 Lanvin
PHOTOGRAPHY BY LANVIN
Dipresentasikan di Galerie de la Géologie et de la Minéralogie yang terletak di kompleks Jardin des Plantes, koleksi busana perempuan Lanvin untuk musim gugur/dingin 2026 karya Direktur Artistik Peter Copping merupakan perluasan dari pertukaran kreatif—dialog antar generasi, percakapan abadi tentang hari ini dan besok.
|
|
|
|
|
|
Tak seperti kebanyakan desainer yang berinvestasi besar-besaran pada set panggung dan dekorasi runway, Copping membiarkan Galerie de la Géologie et de la Minéralogie apa adanya. Aroma lantai yang baru dipoles memenuhi ruangan, menyambut para tamu termasuk Heart Evangelista, Nina Dobrev dan Bianca Jagger yang duduk di bangku logam yang berjajar di sepanjang etalase. Tanpa sentuhan hiasan yang tak perlu, Copping seolah menunjukkan kepercayaan dirinya, bahwa pakaian-pakaian yang ia rancang memiliki keindahan dan daya tarik yang mampu memikat perhatian para penonton—dan kami pun setuju!.
|
|
|
|
|
|
Copping membuka peragaan busananya dengan sentuhan gaya maskulin yang menonjolkan keindahan pinggang para perempun, bak sebuah isyarat bahwa Lanvin tengah merayakan ulang tahun ke-100 koleksi busana laki-lakinya. Permainan elemen maskulin dan feminin pun kian ditonjolkan sepanjang koleksi. Elemen maskulin ditegaskan lewat pilihan kain—wol yang kaku, flanel, melton, atau grain de poudre; sementara kemeja klasik laki-laki dipotong dari wol poplin halus atau sutra taffeta, lengkap dengan manset Prancis. Jaket dan mantel yang terinspirasi dari busana laki-laki memiliki proporsi yang diubah secara mendasar, ditarik ke dalam tubuh melalui lipatan, jahitan, dan kerutan. Pakaian tersebut dirancang untuk tampil feminin, dibentuk agar mengikuti lekuk pinggang, lengannya diartikulasikan, sementara volumenya dipertimbangkan kembali.
|
|
|
|
|
|
Siluet ikonis robe de style dikenang Copping melalui sentuhan volume pada rok wol atau sutra yang mengalir, yang kemudian dipotong agar mengikuti lekuk tubuh, diisyaratkan dengan rumbai yang didekonstruksi. Topi-topi yang berukuran besar dan tak jarang menutupi wajah membangkitkan kesan misterius topi cloche yang begitu populer di tahun 1920-an. Kehadirannya bak penghormatan kepada asal-usul Jeanne Lanvin sebagai perancang topi. Sementara itu, kaca Lalique dan hiasan linier Art Deco—keduanya hadir di apartemen pribadinya—diterjemahkan ke dalam motif cetak dan jahitan.
|
|
|
|
|
|
Di departemen aksesori, Copping mempersiapkan para perempuan dengan pasangan sepatu bot Cuissarde, baik yang bergesper dan berlapis ganda dengan efek spazzolato atau yang berhiaskan motif kulit buaya. Hiasan bulu imitasi XL diikatkan pada syal kembar yang serasi, sementara koleksi perhiasannys menafsirkan ulang tautan logam dan strass yang pipih serta tali logam fleksibel dari jam tangan pria sebagai perhiasan. Takj lupa, pasangan sarung tangan panjang bermanset dikenakan para model seraya merengkuh erat ragam clutch yang dipersembahkan hari itu—baik dalam materi suede, kulit, hingga satin.























