14 Juli 2026
Toton Memaknai Waktu dalam Koleksi 'Kala' untuk Tahun 2027
Text by Kayla Shabia (Photo DOC. TOTON)
Bagi Toton Januar, waktu memainkan peran yang kuat di tengah kegelisahan terhadap dunia yang semakin sulit untuk diprediksi. Terinspirasi dari mitologi Jawa dan Bali, Batara Kala, yang memandang waktu sebagai energi yang tidak dapat dikendalikan, namun selalu hadir membawa perubahan.
|
|
Pada 10 Juli 2026, Toton mempersembahkan koleksi 2027 bertajuk Kala di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, melalui 48 tampilan busana. Berangkat dari kekayaan busana Indonesia seperti kebaya, Baju Bodo, busana tradisional Bali, hingga praktik berkain yang telah lama diwariskan secara turun-temurun, Toton mengeksplorasi bagaimana warisan budaya terus bertransformasi mengikuti perjalanan waktu. Hal tersebut diterjemahkan melalui siluet yang terstruktur dan detail kriya yang menjadi ciri khas Toton. Sementara itu, permainan draperi dan lipit menghadirkan ilusi gerak yang merefleksikan waktu sebagai sesuatu yang terus mengalir dan berubah.
|
|
Palet warna didominasi nuansa netral yang menghadirkan kesan tenang sekaligus ajakan untuk tetap berpijak pada akar budaya. Sebagai aksen, Toton menghadirkan warna biru yang terinspirasi dari bunga telang, flora yang akrab di Indonesia dan dipilih sebagai simbol feminitas yang kuat. Koleksi ini juga memadukan beragam material, mulai dari katun, organza, lace, tulle, satin, hingga denim, yang diperkaya melalui eksplorasi manipulasi tekstil. Pada sejumlah rancangan, Toton turut menggunakan material lyocell dan rayon hasil kolaborasi dengan Asia Pacific Rayon (APR), sebagai bagian dari komitmennya terhadap praktik daur ulang dan upcycling dalam proses berkarya.
|
|
|
|
Melalui Kala, Toton mengajak publik untuk terus melangkah seiring perjalanan waktu tanpa kehilangan akar yang membentuk jati diri. Di balik setiap perubahan dan ketidakpastian, selalu ada ruang untuk bertumbuh, beradaptasi, dan menemukan kemungkinan baru.
|
|









