10 Juni 2026
14 Film dan Serial TV Berlatarkan Intrik Dunia Politik
Dunia sedang tidak baik-baik saja. Bohong jika kita berkata sebaliknya. Setelah Rusia dan Ukraina, kini perang tengah pecah di Timur Tengah. Kolonialisme Palestina tidak ada titik terang perihal ujungnya. Situasi pun bergejolak tak kalah hebat di Tanah Air; nilai tukar Rupiah melemah, demokrasi tengah krisis, dan kepercayaan pada sistem pemerintahan berada pada titik nadir.
Setiap kabar dalam jaringan berita meletupkan keresahan. Terkadang menggurat tawa berbalut air mata amarah karena hiruk-pikuk politik dan sosial menjelma selayaknya drama hiburan. Politisi bersikap seolah-olah acuh, bahkan segelintir orang merespons tanpa pikir panjang terlebih dibumbui kelakar. Semakin ditonton, semakin menyulut kekesalan.
Di dunia di mana realitas beririsan tipis dengan adegan performatif—narasi buatan hingga histeria yang melenceng dari fokus isu utama— seni hadir menawarkan jendela komunikasi yang menggugah kesadaran politik lewat ranah sinema. Lebih dari sekadar tontonan, layar sinema menjadi refleksi intrik politik yang tidak selalu nyaman. Narasinya membuat penonton gelisah, dan bertanya-tanya akan bagaimana hal itu bisa terjadi; apa yang akan kita lakukan bila itu terjadi pada kita? Film-film bertemakan isu politik tentu bukan kreativitas baru, gagasannya berkembang dari waktu ke waktu sejak lama mengikuti peradaban zaman.
Sebagian narasi berlatarkan kisah nyata, sebagian lain merupakan fiksi yang terilhami dari kondisi kehidupan pada eranya. Dikisahkan secara sinematik untuk menggelar diskusi besar akan seluk-beluk narasi di balik tajuk berita utama.
No Other Land
Kategori: Film
Rilis: 16 Februari 2024
Sinopsis: Konflik antara Palestina dan Israel telah berlangsung selama puluhan tahun. Situasinya semakin memburuk dalam satu dekade terakhir. Infrastruktur kota hancur lebur; ribuan kepala keluarga Palestina kehilangan kediaman; puluhan ribu korban berjatuhan, dan setengah di antaranya mayoritas anak-anak. Realitas tragis itu termanifestasikan dalam narasi dokumenter No Other Land karya kolaboratif empat sineas dari kedua negara berkonflik. Basel Adra (Palestina), Hamdan Balla (Palestina), Yuval Abraham (Israel), dan Rachel Szor (Israel) merekam kondisi mencekam kolonialisme Israel atas Palestina di Masafer Yatta (sekumpulan desa Palestina di wilayah Tepi Barat Selatan) terutama sejak pemerintah Israel mendeklarasikan Masafer Yatta sebagai 'zona pelatihan militer tertutup' pada 2019. Karya dokumenter ini memenangkan Best Documentary di Festival Film Berlin 2024, serta meraih Piala Oscars 2025 untuk kategori serupa.
No
Kategori: Film
Rilis: 9 Agustus 2012
Sinopsis: Berlatarkan referendum Cile tahun 1988, film No karya Pablo Larraín mengilustrasikan situasi di mana rakyat suatu negara dihadapkan pada pilihan politik antara bertahan dalam belenggu diktator tirani (Jenderal Augusto Pinochet) atau bertaruh nasib dengan mengadakan pemilu secara demokratis. Kisahnya mengikuti seorang advertiser (diperankan oleh Gael García Bernal) yang didekati pihak pro-pemilu untuk menjadi kader tim sukses kampanye. Tugasnya: merancang strategi kampanye yang menolak kediktatoran lewat komunikasi visual kreatif bertajuk kampanye ‘No’. Di tengah situasi politik yang memanas, film No memicu wacana tentang risiko menjajaki sesuatu di luar bayangan atau bertahan dalam situasi resah yang telah akrab dalam benak.
Autobiography
Kategori: Film
Rilis: 2022
Sinopsis: Karya debut feature film Makbul Mubarak ini merefleksikan bagaimana ambisi dapat mengorupsi moral seseorang. Dampak terbesar dirasakan oleh orang-orang di dalam orbit permainan kekuasaan. Autobiography mengisahkan seorang pemuda yang bekerja untuk pensiunan Jenderal, yang tengah mencalonkan diri menjadi bupati di kampung halamannya. Di awal, hubungan keduanya tumbuh dalam ikatan kepercayaan yang secara ilusif dibangun atas rasa kagum dan pendekatan kekeluargaan. Konflik merebak tatkala nurani mulai dibutakan ambisi. Sang pemuda kemudian berdiri di ujung tombak; mempertahankan kesetiaan pada sosok panutan, atau mempertaruhkan kenyamanan demi berpihak pada kebenaran. Dirajut atmosfer intens di setiap pengadeganan, Autobiography merangkum potret tentang pilihan-pilihan moral yang kompleks saat berhadapan dengan kekuasaan.
Cairo Conspiracy
Kategori: Film
Rilis: 26 Oktober 2022
Sinopsis: Universitas Al Azhar kerap dipandang sebagai salah satu institusi Islam paling bergengsi. ‘Mercusuar Islam’ julukannya. Namun pandangan tersebut luruh dalam narasi penuh intrik Cairo Conspiracy. Karya sutradara dan penulis naskah Tariq Saleh ini mengambil latar situasi pemilihan umum untuk penerus imam besar institusi Al Azhar. Plotnya mengikuti seorang mahasiswa yang terjebak dalam pergolakan kekuasaan para faksi yang ingin mempertahankan kendali. Sebuah gambaran pengingat bahwasanya setiap institusi yang dibangun di atas struktur tak luput tersusun oleh kerangka kekuasaan.
Civil War
Kategori: Film
Rilis: 12 April 2024
Sinopsis: Civil War berkisah tentang perang saudara yang pecah di Amerika Serikat. Namun alih-alih mengadopsi sejarah masa lampau, karya sutradara Alex Garland ini mengambil latar waktu era modern. Meski begitu, pesannya sama: demokrasi yang rapuh, krisis identitas, dan pergolakan kekuasaan yang brutal mampu menghancurkan nilai-nilai kenegaraan. Dalam kisah Garland, kacamata para jurnalis yang turun langsung ke lapangan menjadi sudut pandang inti. Film ini tidak berceramah, tapi mendorong penonton bertanya: bagaimana sebuah negara bisa sampai di titik ini, dan apa yang tersisa setelah institusi runtuh?
The Death of Stalin
Kategori: Film
Rilis: 20 Oktober 2017
Sinopsis: Tak dipungkiri, situasi politik kadang terlihat selayaknya komedi. Sebuah spirit yang melandasi Armando Iannucci dalam menggarap The Death of Stalin sebagai kritik tajam terhadap rezim otoriter Soviet. Inspirasinya berasal dari novel grafis karya Febian Nuri dan Thierry Robin. Dikemas narasi satire humor, Iannucci dengan ‘brutal’ memaparkan perebutan kekuasaan yang secara sengit menyelimuti arus politik Soviet usai kematian sang diktator pada 1953.
13TH
Kategori: Film
Rilis: 7 Oktober 2016
Sinopsis: 13th karya Ava DuVernay mengacu pada Amandemen ke-13 Konstitusi Amerika Serikat. Tertulis bahwasanya legislatif Amerika Serikat telah menghapus perbudakan, namun tidak terkecuali sebagai "hukuman atas kejahatan." Sebuah celah yang melandasi kebobrokan dalam sistem keadilan negara, dan menciptakan kesenjangan bagi komunitas kulit hitam selama lebih dari satu abad. Narasinya dirangkai melalui sudut pandang sederet aktivis, akademisi, dan tokoh publik. Film dokumenter ini menjadi salah satu film paling penting untuk memahami sejarah perkembangan sistem penjara massal di Amerika Serikat, hingga gambaran besar akan persoalan politik rasisme.
Queenmaker
Kategori: Serial TV
Rilis: 2023
Sinopsis: Queenmaker menggambarkan dunia politik sebagai ruang strategi, negosiasi, pertarungan citra, dan manipulasi informasi. Para tokoh utama dimanifestasikan oleh perempuan—figur yang biasa terpinggirkan dalam sistem yang dominan peran laki-laki. Berkisah tentang fixer politik, di mana ia membantu seorangperempuan kompeten menjadi kandidat walikota. Di balik drama politik penuh intrik, Queenmaker menyelipkan isu pemberdayaan perempuan, pengaruh, serta harga dari sebuah ambisi. Ceritanya tajam dan elegan.
House of Cards
Kategori: Serial TV
Rilis: 1 Februari 2013
Sinopsis: Apakah kejujuran dapat hidup di dalam politik? Dalam narasi House of Cards, ambisi perbuatan baik tidak selalu lahir dari kejujuran. Manipulasi dan pengkhianatan kerap kali mengiringi jalan. Terkadang, dalam belenggu alurnya, kekuasaan bisa mengubah nurani seseorang (baca: politisi) menjadi jauh dari empati. Refleksi akan paling gelap politik masa kini? Bisa jadi.
Gie
Kategori: Film
Rilis: 14 Juli 2005
Sinopsis: Berlatarkan dinamika politik di Indonesia era 1960-an, film semi-biografi ini mengikuti kehidupan Soe Hok Gie sebagai mahasiswa aktivis yang secara kritis menyorot kebijakan-kebijakan pemerintah. Idealismenya menolak untuk kompromi, terlebih tunduk terhadap kekuasaan elitis yang mengesampingkan rakyat. Melalui Gie, penonton seolah-olah diajak bercermin tentang bagaimana moralitas terhadap sesama manusia melandasi bentuk perlawanan yang paling jujur.
Snowpiercer
Kategori: Film
Rilis: 1 Agustus 2013
Sinopsis: Bong Joon-ho menggubah sebuah distopia tentang dunia pascabencana iklim yang meluluhlantakkan peradaban. Sisa umat manusia bertahan hidup di dalam kereta api yang bergerak tanpa henti mengelilingi Bumi yang membeku. Namun, ancaman terbesar tidak datang dari dunia luar kereta yang telah hancur, melainkan sistem kelas yang dibangun dan membagi warga ke dalam setiap gerbong. Semakin jauh dari lokomotif, semakin rendah pula status sosial penghuninya. Setiap gerbong merepresentasikan hierarki kesenjangan yang memisahkan kehidupan para warga. Pada satu titik, segelintir orang dari barisan belakang melawan. Hierarki runtuh. Namun, satu pertanyaan terselip dalam narasinya: siapa yang sesungguhnya paling diuntungkan oleh sebuah sistem yang timpang? Melalui premis tersebut, Snowpiercer memaparkan sebuah pandangan tajam tentang privilese dan ketimpangan sosial yang terhubung erat dengan realitas dunia kita selama berabad-abad.
Our Brand is Crisis
Kategori: Film
Rilis: 11 September 2015
Sinopsis: Our Brand is Crisis terinspirasi dari kisah nyata suatu kampanye politik pada masa pemilu di Bolivia. Film karya David Gordon Green ini mengilustrasikan bagaimana kemenangan politik tidak selalu berakar pada gagasan nyata yang ideal, tetapi bagaimana gagasan dikemas ke hadapan publik dengan narasi yang terkadang memanipulasi emosi publik—terlepas dari kebenaran realitasnya. Karakter utamanya adalah seorang konsultan politik yang pragmatis sebagai kader. Dibintangi oleh Sandra Bullock dan Billy Bob Thornton.
Official Secrets
Kategori: Film
Rilis: 28 Januari 2019
Sinopsis: Keira Knightley berperan sebagai intelijen yang menjunjung tinggi moral kemanusiaan di atas integritas pekerjaan. Diadaptasi kisah nyata, Official Secrets menceritakan seorang intelijen Inggris yang membela hak publik dalam mengetahui kebenaran dengan membocorkan informasi rahasia terkait keterlibatan pemerintah Amerika Serikat dan para sekutu terkait perang Irak. Suatu bentuk tindak pidana berdasarkan hukum kemiliteran. Namun, seberapa jauh loyalitas kepada negara perlu dijunjung ketika nyawa manusia menjadi taruhan?
Borgen
Kategori: Serial TV
Rilis: 26 September 2010
Sinopsis: Borgen dikenal karena penulisan karakternya yang kuat dan gambaran politik yang terasa realistis. Serial ini memperlihatkan dunia politik dari sudut yang lebih manusiawi: tekanan jabatan, kompromi politik, konflik antara kehidupan pribadi dan tanggung jawab publik. Di balik rangkaian drama, ada pertanyaan besar tentang kuasa, idealisme, dan harga dari sebuah kepemimpinan. Ditulis dengan mengikuti perjalanan politisi perempuan yang terpilih menjadi perdana menteri Denmark setelah hasil pemilu yang tak terduga.