30 Januari 2026
12 Film Drama Romantis Untuk Buat Hari Valentine Terasa Lebih Manis
Text by Ayu Novalia, Shabira Izzati Putri (photography 'People We Meet on Vacation', courtesy Netflix)
Bagaimana Anda merayakan Valentine? Bersama pasangan, atau sahabat? Quality time berdua, atau melalui sambungan komunikasi jarak jauh karena terbentang jarak geografis? Jika tahun ini rencana Anda lebih ingin bersantai di rumah, layanan menonton streaming siap meromantisasi Hari Valentine Anda dengan berbagai film bertema tentang cinta.
Ada kisah yang ringan tapi menggetarkan hati, ada pula yang bermain imajinasi, mengupas kenangan, hingga komedi romantis berbumbu magic. Sebab cinta selayaknya roller coaster—bisa manis, lalu pahit, dan terkadang membingungkan. Namun tetap saja kisahnya menarik untuk disimak. Kami telah mengurasi sederet film dalam setahun belakangan, yang mampu menjadi hiburan—bahkan pelajaran—untuk menemani Anda merayakan cinta bulan ini.
Eternity (2025)
Kategori: Film
Nonton di: Cinepolis
Apakah Anda percaya ada kehidupan kekal setelah kematian? Gagasan akan keyakinan tersebut termanifestasi dalam plot utama Eternity, di mana manusia dapat memilih alam kekekalan yang dirasa paling membuat ia bahagia. Narasinya digambarkan oleh Joan (diperankan oleh Elizabeth Olsen), yang kembali dipertemukan dengan kedua suaminya dalam perlintasan menuju alam keabadian. Yang jadi konflik, ia hanya bisa memilih satu orang terkasih untuk teman hidup abadi selama-lamannya. Suami pertama (diperankan oleh Callum Turner) yang telah menantinya di persimpangan sepanjang 67 tahun, atau suami terakhir (diperankan oleh Miles Teller) yang menemaninya menjalankan kehidupan fana selama 65 tahun. Eternity tampak imajinatif, namun penceritaan Pat Cunnane bersama sang sutradara, David Freyne, sarat akan nilai-nilai kemanusiaan yang dekat dengan kehidupan. Premisnya sederhana: bagaimana jalan hidup manusia diantarkan atas pilihan. Namun alurnya penuh gejolak. Tidak melulu menyenangkan, terkadang rumit, sulit, bahkan memuakkan hingga menyulut kesedihan; tetapi Cunnane dan Freyne memastikan kehangatan cintaa dapat selalu ditemukan. Kita hanya perlu menemukan sudut pandang di luar dari apa yang sekadar terlihat.
People We Meet on Vacation (2026)
Kategori: Film
Nonton di: Netflix
Dunia bergerak. Manusia bertumbuh. Kehidupan berubah, begitu pula dinamika hubungan manusia. Tidak ada satu hal yang benar-benar konstan di dalam hidup ini, termasuk cinta. Sebuah pandangan yang terefleksikan oleh People We Meet on Vacation Bercerita tentang hubungan platonik dua orang sahabat yang memiliki tradisi menghabiskan waktu bersama pada satu periode tertentu dalam satu tahun. Sekilas mengingatkan pada One Day, bedanya People We Meet on Vacation yang diadaptasi dari novel populer berjudul sama karya Emily Henry ini berlatarkan pelesiran musim panas ke berbagai kota dan negara dunia. Ketika kondisi platonik menuntun pada kesadaran akan rasa yang lebih mendalam, tiap manusia dihadapkan pada pilihan. Baik Anda mampu mengakui dan memilih mengambil risiko akan bagaimana akhirnya, atau menyangkal karena takut kehilangan seseorang yang berarti dan merelakan.
Materialists (2025)
Kategori: Film
Nonton di: Netflix
Tidak ada hal yang tidak dapat dikapitalisasi di dunia ini. Celine Song membantah paradigma tersebut lewat karya Materialists. Narasinya dibangun oleh kisah seorang perempuan yang berprofesi sebagai matchmaker, alias makcomblang, di kota New York. Alih-alih menitikberatkan perasaan, sang makcomblang bermain cupid dengan mengandalkan perhitungan algoritme sebagai dasar kecocokan yang logis. Ia percaya bahwasanya kecocokan nilai lebih mampu menunjang hubungan rumah tangga tetap kokoh ketimbang sekadar cinta. Namun ketika akhirnya romantika asmara menggelung kehidupan personalnya, logika terkait cinta yang ia bangun tersebut perlahan luluh lantak. Berseberangan dengan judulnya, Materialists pada akhirnya percaya pada kekuatan cinta sejati. Melalui narasinya, Song seolah-olah ingin memperlihatkan harapan akan eksistensi sebuah akhir yang bahagia. Bahwasanya masih ada hal yang tidak dapat dibeli dengan materi di dunia ini, yaitu cinta. Film ini menerima beragam ulasan. Sebagian penonton paham akan pandangannya, sementara sebagian yang lain melihat narasinya sebagai utopis dan sulit merasa terhubung. Terlepas dari segalanya, Materialists yang menampilkan Dakota Johnson, Chris Evans, dan Pedro Pascal cukup menghibur. Beberapa dialognya menyuguhkan realitas kemanusiaan yang menyentil kesadaran.
We Live In Time (2024)
Kategori: Film
Nonton di: Catchplay+
Disampaikan dengan alur yang maju-mundur, We Live in Time menyusun potongan-potongan momen emosional yang terasa hangat dan manusiawi. Tanpa perlu drama berlebihan, film ini menjadi refleksi bahwa cinta sering kali hadir bukan untuk menjanjikan masa depan yang sempurna, melainkan untuk membuat kita lebih hadir dan bersyukur pada apa yang dimiliki saat ini. Andrew Garfield dan Florence Pugh beradu peran menjelmakan sepasang kekasih dalam dinamika hubungan yang penuh kompromi di tengah ketakpastian hidup.
Once We Were Us (2025)
Kategori: Film
Bagaimana rasanya berteman dengan mantan pacar? Yang lebih penting lagi, apakah kita mampu berteman dengan orang yang telah menyakiti hati kita, atau bahkan kita yang menyakiti hatinya? Once We Were Us memperlihatkan bagaimana bila kita hidup dalam situasi tersebut. Eun Ho dan Jung Won adalah dua karakter utama yang asmaranya harus berakhir usai melalui berbagai lika-liku. Sepuluh tahun berpisah, keduanya kembali dipertemukan oleh kehidupan. Kenangan manis di masa lampau bangkit. Lewat Once We Were Us, sutradara Kim Bo-young memaparkan realitas alih-alih impian. Manis, namun tidak muluk. Narasinya dimanifestasi oleh Moon Ka-young dan Koo Kyo-hwan.
Sore: Istri dari Masa Depan (2025)
Kategori: Film
Nonton di: Netflix
Film ini menceritakan hubungan yang istimewa antara Jonathan dan Sore. Jonathan (Dion Wiyoko), seorang fotografer yang telah lama menetap di Italia, menjalani hari-harinya dalam rutinitas yang monoton dan kerap mengesampingkan kesehatannya. Hidupnya mulai berubah ketika suatu pagi ia mendapati Sore (Sheila Dara) hadir di sisinya—seorang perempuan yang mengaku sebagai istrinya dari masa depan.
Kehadiran Sore yang hangat dan penuh perhatian awalnya membuat Jonathan kebingungan. Namun, seiring waktu, ketulusan dan upaya Sore mengikuti keseharian Jonathan perlahan meluluhkan keraguannya. Hubungan mereka pun berkembang, membawa warna baru yang selama ini hilang dari hidup Jonathan. Di balik sikapnya yang tenang, Sore datang dengan tujuan besar: mengubah kebiasaan sang suami demi mencegah masa depan yang kelam. Di antara rahasia yang disimpannya dan ketakutan akan perpisahan yang tak terelakkan, muncul satu pertanyaan utama—akankah cinta mampu mengubah takdir mereka?
366 Days (2025)
Kategori: Film
Tahun 2003 menandai awal sebuah kisah cinta yang hangat dan melankolis. Miu, siswi SMA, dan Minato, kakak kelasnya, bertemu lewat sebuah MiniDisc yang tertukar, menyalakan ikatan yang lahir dari kecintaan bersama pada musik. Sementara Ryusei, sahabat setia Miu, hanya bisa menyaksikan dari jauh, merasakan getir dan manisnya perasaan yang tumbuh.
Saat Miu mengikuti Minato ke Tokyo, jarak dan kenyataan kota besar menguji cinta mereka, meninggalkan rindu yang tersimpan bertahun-tahun. Bertahun-tahun kemudian, anak perempuan Miu perlahan menyingkap cerita masa lalu ibunya, menemukan kembali fragmen cinta, kerinduan, dan rahasia yang tak pernah pudar—sebuah pengingat bahwa cinta sejati meninggalkan jejak meski waktu terus berjalan.
Regretting You (2025)
Kategori: Film
Nonton di: Prime Video, Paramount+, Apple TV
Film ini berfokus pada dinamika hubungan antara Morgan dan putrinya yang beranjak remaja, Clara. Morgan mengorbankan mimpinya demi membesarkan sang putri, namun hubungan keduanya kerap diwarnai konflik dan jarak emosional. Ketegangan ini semakin diperparah setelah kematian Chris, suami Morgan, dalam sebuah kecelakaan tragis yang sekaligus membuka rahasia keluarga yang menyakitkan.
Di tengah duka dalam hidup mereka, film ini menghadirkan berbagai lapisan emosi—mulai dari kehilangan, kemarahan, hingga pencarian makna cinta di usia muda. Namun, alur ceritanya kerap berputar. Insiden-insiden penting tidak selalu digali secara mendalam, namun intensitas emosi yang terus ditampilkan membuat cerita terus menyala dan tetap kompleks. Meski demikian, Regretting You tetap menawarkan potret hubungan ibu dan anak yang rapuh, sekaligus upaya mereka untuk perlahan memahami satu sama lain di tengah luka yang belum sepenuhnya pulih.
Bridget Jones: Mad About the Boy (2025)
Kategori: Film
Nonton di: Apple TV
Film ini melanjutkan perjalanan hidupnya, Bridget Jones: Mad About the Boy menempatkan Bridget Jones (Renée Zellweger) pada fase yang sepenuhnya baru. Empat tahun setelah kehilangan Mark Darcy, Bridget kini menjalani hidup sebagai ibu tunggal bagi dua anaknya, Billy dan Mabel. Di tengah peran barunya, ia berusaha menyeimbangkan duka, tanggung jawab, dan rutinitas sehari-hari—dengan dukungan sahabat-sahabat setia dan kehadiran Daniel Cleaver (Hugh Grant) yang masih setia berada di lingkar hidupnya.
Dorongan dari orang-orang terdekat perlahan membawa Bridget kembali ke dunia kerja dan kehidupan sosial. Untuk pertama kalinya setelah lama berhenti, ia mencoba membuka diri pada kemungkinan baru—termasuk menjajal dunia kencan modern yang terasa asing sekaligus menggelitik. Film memperlihatkan Bridget yang lebih matang namun tetap apa adanya. Mad About the Boy bukan sekadar tentang romansa, melainkan tentang proses melangkah maju, berdamai dengan masa lalu, dan menemukan kembali diri sendiri di fase hidup yang penuh perubahan.
Secret: Untold Melody (2025)
Kategori: Film
Nonton di: VIU, Vidio
Sinopsis: Film ini diikuti dengan Yu-jun, seorang pianis berbakat yang hidupnya terhenti akibat cedera pergelangan tangan. Segalanya mulai berubah ketika ia bertemu Jung-a, wanita misterius yang menyalakan kembali gairahnya pada musik dan kehidupan.
Di ruang latihan, mereka menciptakan melodi indah bersama, menghadirkan keajaiban musikal sekaligus kedekatan emosional. Namun, kehadiran In-Hee, seorang pemain biola berbakat, perlahan menimbulkan ketegangan yang menguji hubungan dan perasaan mereka. Dengan alur yang bittersweet, film ini menelusuri cinta, kehilangan, dan pengorbanan—menunjukkan bahwa musik, seperti cinta, sering kali datang dengan kompleksitas yang tidak bisa dihindari, namun meninggalkan hubungan yang mendalam bagi yang mampu merasakannya.
Tak Ingin Usai di Sini (2025)
Kategori: Film
Nonton di: Netlix
Film ini berkisah tentang persahabatan erat antara K dan Cream yang terjalin sejak masa sekolah. Hubungan dekat yang terbangun selama bertahun-tahun itu perlahan berkembang menjadi perasaan yang lebih dalam—cinta yang disimpan rapat dan tak pernah diungkapkan. Hingga suatu ketika, Cream mengetahui perasaan K, sebuah kenyataan yang justru memicu kekecewaan dan membuatnya enggan mendengar penjelasan lebih lanjut.
Di sisi lain, K harus menghadapi dilema yang tidak mudah, terutama saat ia menyaksikan kedekatan Cream dengan Armand. Ketegangan antara persahabatan dan perasaan pun kian menguat, meninggalkan pertanyaan besar: mampukah K dan Cream mempertahankan hubungan mereka, atau justru harus menerima kenyataan pahit tentang cinta yang tak sampai?
As for Me (2025)
Kategori: Film
Film ini mengikuti Kanako Saotome (Ai Hashimoto), wanita pemalu yang kesulitan mengekspresikan rasa sayangnya, dan Keishi Nagatsuta (Taishi Nakagawa), pemuda yang bercita-cita menjadi penulis skenario. Pertemuan mereka di universitas menumbuhkan kedekatan yang perlahan berkembang menjadi romansa, meski masing-masing menyimpan kerentanan dan ketidakpastian.
Setelah lulus, Kanako fokus mengejar karier sebagai editor, sementara Keishi masih bergulat dengan impian dan kebiasaannya yang belum matang. Jarak, salah paham, dan godaan dari lingkungan sekitar menguji hubungan mereka, membuat cinta yang tumbuh perlahan menghadapi ujian.
Dengan nuansa lembut dan realistis, film ini menyoroti bagaimana ambisi, kerentanan, dan ketakutan akan kehilangan membentuk dinamika cinta muda—sebuah romansa bittersweet yang hangat namun menyentuh.