CULTURE

11 September 2026

4 Destinasi untuk Menyelami Tradisi Sepak Bola yang Ikonis


4 Destinasi untuk Menyelami Tradisi Sepak Bola yang Ikonis

Selama beberapa pekan di bulan Juli lalu, saat ajang Piala Dunia 2026 tengah bergemuruh dan seolah mampu menghentikan dunia secara serentak, batas negara-negara seakan menghilang. Digantikan oleh sorak-sorai dari stadion, layar televisi, hingga kafe-kafe yang dipenuhi semangat para pendukung. Lewat ajang olahraga dunia ini, setiap pertandingan seolah melahirkan cerita baru, setiap gol memantik emosi, dan setiap kemenangan sontak menjadi kebanggaan sebuah bangsa. Ketika empat tim terbaik akhirnya memastikan tempatnya di babak semifinal, perhatian dunia seketika kian tertuju pada aksi mereka di lapangan. Inggris, Argentina, Prancis, dan Spanyol. Identitas setiap negara tersuguhkan secara nyata di atas lapangan lewat setiap permainan.

Inggris bermain dengan disiplin dan tradisi, Argentina bermain dengan emosi dan determinasi, Prancis dengan keseimbangan antara kekuatan dan kreativitas, dan Spanyol memukau lewat permainan yang mengalir dan penuh imajinasi. Menariknya, karakter yang sama juga dapat ditemukan ketika Anda menjelajah ke negara-negara tersebut. Selain menjadi rumah bagi tradisi sepak bola yang kuat, empat negara ini juga menjadi destinasi wisata paling menarik di dunia. Masing-masing memiliki daya tarik yang begitu berbeda, mulai dari kota-kota bersejarah, bentang alam yang dramatis, hingga kekayaan kuliner yang telah menjadi identitas nasional.

Empat negara dengan sejarah panjang dan budaya yang hidup jauh melampaui 90 menit durasi pertandingan. Momen semifinal ini menghadirkan alasan yang ideal untuk melihat sebuah negara dari sudut pandang yang lebih emosional—seperti merasakan denyut kotanya, mendengar sorak-sorai supporter lokal, dan memahami mengapa sepak bola bisa menjadi bagian penting dari identitas mereka. Kenali lebih dulu dari reputasi masing-masing negara sebagai bekal awal menjejakkan kaki.

Inggris menawarkan warisan sejarah dan budaya modern, Argentina menghadirkan emosi dan alam yang spektakuler, Prancis memanjakan lewat seni kehidupan yang elegan, sementara Spanyol menghidupkan perjalanan dengan energi dan warna yang seolah tak pernah padam. Sebab itu, jika Anda sedang mencari inspirasi perjalanan yang tidak biasa, empat negara semifinalis Piala Dunia 2026 ini layak masuk ke daftar perjalanan Anda. Karena setelah peluit akhir berbunyi dan trofi diangkat, kenangan tentang tempat-tempat yang Anda kunjungi sering kali bertahan jauh lebih lama ketimbang hasil pertandingan itu sendiri.

ARGENTINA

Taman Nasional Arrayanes di Patagonia

Negeri ini hidup dengan gairah. Emosi diekspresikan dengan kuat. Energi itu langsung terasa sejak pertama menginjakkan kaki di Buenos Aires, kota yang jalan-jalan lebarnya dipenuhi bangunan bergaya Eropa, kafe klasik yang tidak pernah sepi, serta alunan musik tango yang seolah muncul dari setiap sudut kota. Namun pesona Argentina jauh melampaui Ibu Kotanya. Di bagian utara, Air Terjun Iguazú menyuguhkan salah satu panorama alam paling spektakuler di dunia. Dentuman ratusan aliran air yang jatuh dari tebing setinggi puluhan meter menghadirkan pengalaman yang sulit digambarkan hanya melalui foto.

Pemukiman warna-warni di Boca District

Sementara itu, Patagonia memperlihatkan sisi Argentina yang sama sekali berbeda. Hamparan gletser, Pegunungan Andes yang menjulang, dan danau-danau dengan air sebening kaca menjadikannya surga bagi pencinta alam terbuka. Tidak jauh dari sana, kawasan Mendoza mengundang wisatawan menikmati kebun anggur dengan latar pegunungan bersalju, menghasilkan pengalaman wine tasting yang diakui sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Argentina adalah negara yang selalu mengajak Anda untuk ikut larut dalam ritme kehidupan lokal. Menikmati steak khas Argentina, menyeruput yerba mate bersama penduduk setempat, atau sekadar menyaksikan pasangan menari tango di sebuah plaza sering kali menjadi momen yang justru paling membekas dibandingkan destinasi itu sendiri.

Referensi menginap: The Vines Resort & Spa Mendoza; Eolo Patagonia’s Spirit; FaenaHotel Buenos Aires.

INGGRIS

Ragam warna di lingkungan urban London

Inggris adalah negara dengan elegansi yang terjaga oleh waktu. Daya tariknya terletak pada kemampuannya menjaga tradisi tanpa kehilangan relevansi sebagai destinasi modern. London menjadi pintu masuk yang mempertemukan berbagai bangunan ikonis seperti Buckingham Palace, Big Ben, Tower Bridge, hingga Westminster Abbey dengan kawasan kreatif, restoran-restoran berbintang lima Michelin, dan butik-butik independen yang terus berkembang. Namun esensi Inggris kian terasa ketika perjalanan berlanjut keluar dari Ibu Kota. Di kawasan Cotswolds, jalan-jalan kecil yang diapit rumah-rumah batu berusia ratusan tahun menghadirkan suasana pedesaan Inggris yang begitu tenang. Bath menawarkan keindahan arsitektur era Romawi dan Georgian yang nyaris tidak berubah selama berabad-abad, sementara Oxford dan Cambridge memperlihatkan bagaimana tradisi akademik hidup berdampingan dengan kehidupan kota yang dinamis.

Desa Tetbury di Cotswolds

Bagi penggemar sepak bola, perjalanan tentu belum lengkap rasanya tanpa mengunjungi stadion-stadion legendaris seperti Wembley, Old Trafford, atau Anfield. Tapi bahkan kalau Anda bukan pencinta olahraga, Inggris tetap menawarkan pengalaman yang luar biasa kaya, terhitung dari barisan museum kelas dunia, taman kota yang tertata sempurna, sampai budaya menikmati afternoon tea yang telah menjadi bagian dari keseharian masyarakatnya.

Referensi menginap: Como Metropolitan London; Karma Salford Hall; Warwickshire The Newt Somserset.

PRANCIS

Pemandangan Kota Tua di Bordeaux

Prancis memiliki kemampuan yang jarang dimiliki negara-negara lain, yaitu kemampuannya membuat hal-hal sederhana terasa begitu istimewa. Seperti duduk di sebuah kafe kecil sambil menikmati espresso, berjalan tanpa tujuan di sepanjang Sungai Seine, atau menghabiskan sore di pasar tradisional dapat menjadi pengalaman yang sama berkesannya dengan mengunjungi sebuah landmark tersohor. Paris tentu saja tetap menjadi magnet utama lewat keindahannya yang mampu terlihat di setiap detail kota. Menara Eiffel, Notre-Dame, hingga Champs-Élysées adalah destinasi yang nyaris selalu masuk dalam daftar impian wisatawan. Dan begitu meninggalkan Ibu Kota, Prancis pun memperlihatkan wajah yang tak kalah memesona. Di Provence, ladang-ladang lavendel membentang sejauh mata memandang di setiap musim panas, menciptakan lanskap berwarna ungu yang hampir surealis. Riviera Prancis menghadirkan kehidupan pesisir pantai Mediterania yang elegan melalui Nice, Cannes, Marseille, dan Saint-Tropez. Sementara Lembah Loire menawarkan kastil-kastil megah yang menjadi saksi perjalanan panjang sejarah kerajaan Prancis.

Panorama khas pesisir French Rivera

Bagi pencinta kuliner, Prancis adalah destinasi ideal. Setiap areanya memiliki karakter gastronominya sendiri, mulai dari wine Bordeaux, keju dari Normandy, hingga ragam pastry yang dibuat dengan presisi tinggi. Di negara ini, makan bukan sekadar aktivitas. Momen bersantap telah menjadi bagian dari budaya yang dirayakan setiap hari.

Referensi menginap: Hotel du Cap-Eden-Roc French Riviera; Airelles Chateau de la Messardiere Saint-Tropez; Ritz Paris

SPANYOL

Menatap Barcelona dari Park Guell, Catalonia

Spanyol adalah negara yang seolah selalu mengajarkan cara menikmati hidup. Ada semangat hidup yang terasa begitu kuat di setiap kotanya, mulai dari plaza yang ramai hingga restoran kecil yang tetap dipenuhi pengunjung bahkan ketika malam telah larut. Jika Inggris terasa anggun dan Prancis identik dengan kehalusan, maka Spanyol hadir dengan energi yang jauh lebih ekspresif.

Ragam hidangan Tapas

Barcelona menjadi simbol kreativitas di Spanyol. Karya-karya Antoni Gaudí seperti Sagrada Família dan Park Güell membuat kota ini terasa seperti galeri seni terbuka yang hidup. Madrid menawarkan sisi yang lebih klasik dengan barisan museum kelas dunia, taman kota yang luas, dan budaya tapas yang menghidupkan setiap relung malam. Namun bagi banyak pelancong, Andalusia justru menjadi wajah yang paling romantis dari Spanyol. Granada dengan Alhambra yang megah, Córdoba dengan Mezquita yang menjadi perpaduan arsitektur Islam dan Eropa, serta Sevilla yang identik dengan tarian flamenco memperlihatkan sejarah panjang negeri ini sebagai titik temu berbagai peradaban. Sementara itu, bila Anda mencari suasana pantai yang eksotis, pergilah menuju Mallorca atau Ibiza, di mana laut berwarna turquoise bertemu garis pantai berbatu yang dramatis. Di utara, San Sebastián menawarkan pengalaman berbeda lewat perpaduan pantai, budaya Basque, dan reputasinya sebagai salah satu kota kuliner terbaik di Eropa.

Referensi menginap: Hotel Ohla Barcelona; La Residencia, A Belmond Hotel, Mallorca; Hospes Palacio de los Patos Granada.